Statistik Bongkar Fakta: Manchester United Ternyata Menurun di Era Carrick Dibanding Amorim

Statistik Bongkar Fakta: Manchester United Ternyata Menurun di Era Carrick Dibanding Amorim
Pelatih Manchester United, Michael Carrick usai laga melawan Everton di lanjutan Liga Inggris, 24 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Manchester United berhasil memperbaiki posisi di klasemen sejak ditangani Michael Carrick hingga akhir musim. Meski demikian, sejumlah statistik menunjukkan performa tim justru menurun dibanding era Ruben Amorim.

Saat Amorim dipecat pada Januari, United berada di peringkat keenam klasemen. Kini, di bawah Carrick, mereka naik ke posisi ketiga dengan perolehan poin yang lebih baik.

Dalam 12 pertandingan awalnya di Premier League, Carrick mengumpulkan 26 poin. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan 18 poin yang diraih Amorim dalam 12 laga terakhirnya.

Namun, data performa mendalam menunjukkan cerita berbeda. Sejumlah indikator utama justru memperlihatkan penurunan kualitas permainan Manchester United.

Berikut enam statistik yang membandingkan era Carrick dan Amorim.

1. Rata-rata Expected Goals per Pertandingan

1. Rata-rata Expected Goals per Pertandingan

Bruno Fernandes merayakan gol Matheus Cunha di laga Chelsea vs Manchester United, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Expected goals atau xG digunakan untuk mengukur kualitas peluang yang diciptakan tim. Statistik ini memberikan gambaran efektivitas serangan.

Di bawah Carrick, Manchester United mencatat rata-rata xG sebesar 1,37 per pertandingan. Angka ini menunjukkan peluang yang tercipta masih terbatas.

Pada era Amorim, rata-rata xG mencapai 1,70 per laga. Hal ini menandakan serangan tim sebelumnya lebih berbahaya.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 28 April 2026
Man United Man United
02:00 WIB
Brentford Brentford

2. Rata-rata Expected Goals Lawan per Pertandingan

2. Rata-rata Expected Goals Lawan per Pertandingan

Matheus Cunha merayakan gol pembuka bersama rekan satu tim dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge, 19 April 2026 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Statistik ini mengukur kualitas peluang yang diberikan kepada lawan. Semakin rendah angkanya, semakin baik pertahanan tim.

Manchester United mencatat rata-rata xG lawan sebesar 1,30 di era Carrick. Ini menunjukkan lawan mendapatkan peluang lebih berbahaya.

Sementara itu, pada masa Amorim, angka tersebut hanya 1,16. Pertahanan tim terlihat lebih solid pada periode tersebut.

3. Rata-rata Gol per Pertandingan

3. Rata-rata Gol per Pertandingan

Gelandang Manchester United, Casemiro merayakan golnya ke gawang Leeds United, Selasa (14/4/2026) (c) AP Photo/Dave Thompson

Jumlah gol tetap menjadi indikator utama dalam menilai performa tim. Data ini menunjukkan efektivitas dalam mencetak gol.

Manchester United mencetak 22 gol dalam 12 pertandingan bersama Carrick. Rata-rata gol mereka berada di angka 1,83 per laga.

Pada era Amorim, tim mencetak 23 gol dalam jumlah pertandingan yang sama. Rata-rata gol mencapai 1,92 per pertandingan.

4. Rata-rata Peluang Besar yang Diciptakan

4. Rata-rata Peluang Besar yang Diciptakan

Bek Manchester United, Harry Maguire dan Leny Yoro di laga melawan Aston Villa pada lanjutan Liga Inggris, 15 Maret 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Peluang besar menjadi indikator penting dalam kualitas serangan. Semakin banyak peluang besar, semakin tinggi potensi mencetak gol.

Di bawah Carrick, tim menciptakan rata-rata 2,58 peluang besar per pertandingan. Angka ini cukup baik namun masih bisa ditingkatkan.

Pada masa Amorim, rata-rata peluang besar mencapai 2,75. Hal ini menunjukkan serangan lebih produktif sebelumnya.

5. Rata-rata Penguasaan Bola

5. Rata-rata Penguasaan Bola

Pelatih Manchester United, Michael Carrick memeluk Casemiro usai laga melawan Aston Villa, 15 Maret 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Penguasaan bola tidak selalu menentukan kemenangan. Namun, dominasi permainan sering kali berawal dari statistik ini.

Manchester United mencatat rata-rata penguasaan bola 50,58 persen bersama Carrick. Angka ini menunjukkan keseimbangan dengan lawan.

Sementara itu, pada era Amorim, penguasaan bola mencapai 55 persen. Tim terlihat lebih dominan dalam mengontrol permainan.

6. Rata-rata Sentuhan di Kotak Penalti Lawan

6. Rata-rata Sentuhan di Kotak Penalti Lawan

Selebrasi skuad Manchester United usai menjebol gawang Aston Villa di Old Trafford, Minggu (15/03/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Jumlah sentuhan di kotak penalti lawan menunjukkan intensitas serangan. Semakin tinggi angka, semakin besar tekanan yang diberikan.

Manchester United mencatat rata-rata 24,17 sentuhan per pertandingan di era Carrick. Angka ini menunjukkan aktivitas serangan yang cukup aktif.

Namun, pada masa Amorim, angka tersebut mencapai 29,25. Ini menandakan tim lebih sering mengancam di area berbahaya.

Sumber: Planet Football

Klasemen Premier League