
Bola.net - Mohamed Salah telah lama menjadi simbol kejayaan Liverpool di era modern. Selama hampir satu dekade di Anfield, pemain asal Mesir itu menjelma menjadi salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah Premier League.
Meski begitu, musim 2025/2026 menghadirkan cerita yang berbeda. Setelah membantu Liverpool menjuarai Premier League dengan 29 gol musim lalu, produktivitas Salah tiba-tiba merosot drastis.
Statistik menunjukkan perubahan yang cukup tajam. Penurunan itu bukan hanya soal jumlah gol, tetapi juga menyentuh aspek permainan lain seperti jumlah peluang, sentuhan di kotak penalti, hingga kontribusi kreatif.
Situasi ini memunculkan pertanyaan yang tak terelakkan, apakah ini sekadar penurunan sementara, atau tanda bahwa era dominasi Salah di Liverpool mulai memasuki fase akhir?
Standar Luar Biasa yang Membuat Salah Dinilai Berbeda

Sebelum membahas penurunan performa musim ini, penting untuk memahami satu hal: standar yang melekat pada Mohamed Salah tidak sama dengan pemain lain.
Sejak bergabung dari AS Roma pada musim panas 2017, Salah mencatatkan angka yang nyaris tak masuk akal di Premier League. Ia mengoleksi 189 gol dan 92 assist di liga sejak kedatangannya, angka yang tidak mampu ditandingi pemain lain dalam periode tersebut.
Dominasi itu juga tercermin dari koleksi empat Golden Boot Premier League yang ia raih, menyamai rekor legenda Arsenal Thierry Henry.
Dengan pencapaian sebesar itu, wajar jika setiap penurunan performa langsung terlihat mencolok. Penilaian terhadap Salah selalu dilakukan berdasarkan standar yang ia ciptakan sendiri, bukan dibandingkan dengan pemain lain.
Penurunan Produktivitas yang Sulit Diabaikan

Musim ini, grafik performa Salah menunjukkan perubahan yang cukup tajam.
Setelah mencetak 29 gol di liga pada musim sebelumnya, jumlah golnya di Premier League musim 2025/2026 hanya mencapai lima dari 22 penampilan.
Penurunan tersebut tidak hanya terlihat dari hasil akhir di papan skor. Data performa juga menunjukkan bahwa keterlibatan Salah dalam situasi berbahaya berkurang dibanding musim-musim sebelumnya.
Ia hanya mencatat 7,8 sentuhan di kotak penalti lawan per 90 menit, angka terendah sepanjang kariernya di Premier League bersama Liverpool.
Selain itu, rata-rata tembakan non-penalti yang ia lepaskan juga turun menjadi 2,8 per 90 menit. Ini menjadi satu-satunya musim sejak ia bergabung dengan Liverpool di mana angka tersebut berada di bawah tiga tembakan per laga.
Secara sederhana, Salah tidak hanya mencetak gol lebih sedikit. Ia juga mendapatkan lebih sedikit peluang untuk melakukannya.
Masalah Bukan Hanya Hasil, Tetapi Juga Proses

Penurunan ini juga terlihat dari bagaimana Salah memainkan perannya di lapangan.
Sebagai pemain yang sering mengambil risiko dalam menyerang, kehilangan bola sebenarnya bukan masalah besar bagi Liverpool selama ia tetap menghasilkan gol atau assist.
Sayangnya, musim ini tingkat kehilangan bolanya meningkat cukup signifikan. Rasio kehilangan penguasaan bola Salah mencapai 37 persen dari total sentuhan, angka tertinggi sepanjang kariernya di Liverpool.
Kontribusi kreatifnya juga menurun. Musim lalu ia mencatat 18 assist dan meraih penghargaan playmaker terbaik Premier League.
Kini rata-rata assist-nya turun menjadi 0,3 per 90 menit. Meski terlihat menurun, angka ini sebenarnya lebih mendekati rata-rata performa sepanjang kariernya di liga.
Perubahan Taktik Liverpool Ikut Memengaruhi

Penurunan kontribusi kreatif Salah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepadanya.
Pada musim ketika Liverpool menjuarai liga, salah satu senjata utama tim adalah kombinasi pergerakan dari sisi kanan. Ketika Salah menerima bola di dekat garis tepi, rekan setimnya sering melakukan underlapping run untuk menarik perhatian bek lawan.
Pergerakan tersebut membuka ruang bagi Salah untuk mengirim umpan silang ke tiang jauh. Namun, pada musim 2025/2026, formula itu jarang terlihat. Perubahan dan gangguan pada posisi bek kanan Liverpool membuat pola permainan tersebut tidak berjalan konsisten.
Akibatnya, Salah sering terlihat lebih terisolasi di sisi lapangan.
Faktor Usia dan Evolusi Gaya Bermain
Dalam beberapa tahun terakhir, gaya bermain Salah juga mengalami evolusi.
Pada awal kedatangannya di Liverpool, ia dikenal karena kemampuan eksplosifnya melewati bek lawan dengan kecepatan tinggi.
Kini, meski masih mampu melakukan sprint dan aksi intensitas tinggi dalam jumlah yang relatif stabil, daya ledaknya tidak lagi sama seperti beberapa tahun lalu.
Dampaknya terlihat pada statistik duel satu lawan satu. Tingkat keberhasilan dribel Salah musim ini hanya 19,7 persen, terendah sejak ia mengenakan seragam Liverpool.
Perubahan ini menunjukkan bahwa Salah semakin bergantung pada dukungan taktik tim untuk menciptakan ruang, bukan lagi hanya mengandalkan kecepatan individu.
Meski statistik musim ini menurun, kualitas Salah sebagai pencetak gol belum sepenuhnya hilang. Ia masih memiliki kemampuan untuk menutup musim dengan torehan dua digit gol jika performanya kembali meningkat.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Alejandro Garnacho Sedang Terpuruk di Chelsea dan Jadi Bahan Ejekan Fans
- Tradisi 24 Tahun Diputus Demi Lindungi Pemain, MU Tak Gelar Tur Dunia pada Awal Musim 2026/2027?
- Liverpool Dapat Peringatan Tegas dari Bayern soal Michael Olise usai Kabar Mohamed Salah
- Fenomena, Terima Kasih! Pesan Berkelas Legenda Inggris untuk Mo Salah yang Akan Tinggalkan Liverpool
- Penilaian Eks Bek Liverpool Jamie Carragher: Mohamed Salah Lebih Hebat dari Cristian Ronaldo di Premier League
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 26 Maret 2026 10:17Alarm Bahaya! Chelsea Telan 4 Kekalahan Beruntun, Skuad Mulai Gelisah
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 26 Maret 2026 11:14 -
Liga Italia 26 Maret 2026 11:11 -
Tim Nasional 26 Maret 2026 11:00 -
Liga Italia 26 Maret 2026 10:55 -
Liga Inggris 26 Maret 2026 10:47 -
Liga Inggris 26 Maret 2026 10:35
MOST VIEWED
- Rasmus Hojlund Akui Kariernya di Manchester United Berakhir Karena Ruben Amorim
- Fabrizio Romano Spill Calon Gelandang Bertahan Baru Manchester United: Sudah Ketemuan Sama Agen!
- 10 Pelatih dengan Trofi Terbanyak Sepanjang Sejarah: Pep Guardiola 41 Gelar, Masih di Bawah Sir Alex Ferguson
- Mohamed Salah Putuskan Tinggalkan Liverpool
HIGHLIGHT
- Michael Carrick Buka Sinyal Transfer, Ini 8 Winger...
- Rodrygo Masuk Daftar, Ini Starting XI Pemain yang ...
- Chelsea Terancam Jual Superstar, 5 Nama Besar yang...
- 7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Term...
- 5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Si...
- Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat S...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/4122632/original/000618200_1660373544-ilustrasi_pembacokan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537856/original/092417800_1774484390-Galaxy_A57_5G_dan_Galaxy_A37_5G_01.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5536938/original/022959700_1774354860-timnas.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5536895/original/005142200_1774348762-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537825/original/062530200_1774455610-WhatsApp_Image_2026-03-25_at_22.57.38.jpeg)

