FOLLOW US:


Status Interim Rangnick Bikin Pemain Tidak Maksimal?

14-01-2022 05:00

 | Richard Andreas

Status Interim Rangnick Bikin Pemain Tidak Maksimal?
Manajer Manchester United Ralf Rangnick. © AP Photo

Bola.net - Kesulitan Manchester United beberapa pekan terakhir semakin mengundang tanya. Pelatih sudah ganti, banyak pemain top, lantas mengapa tidak bisa main maksimal?

MU sekarang sedang menjalani perubahan besar di bawah Ralf Rangnick. Pelatih asal Jerman itu ditunjuk menggantikan Ole Gunnar Solskjaer beberapa bulan lalu dan kini harus menghadapi ekspektasi tinggi.

Rangncik dituntut memaksimalkan potensi skuad MU yang diisi pemain-pemain bintang. Dia diminta merevolusi manajemen tim jadi lebih modern, permainan MU juga diharapkan bisa berkembang pesat.

Masalahnya, sejauh ini perubahan-perubahan yang dilakukan Rangnick tampak tidak berhasil. Para pemain MU tampak kesulitan memenuhi tuntutan taktik Rangnick.

1 dari 2

Status interim Rangnick

Rangnick meneken kontrak yang cukup unik di MU. Dia bekerja sebagai pelatih sampai akhir musim ini, lalu mundur ke belakang layar dan menjabat sebagai konsultan tim.

Artinya, Rangnick akan lebih banyak bekerjasama dengan pelatih MU nantinya. Dia akan merekomendasikan pemain yang sesuai dengan taktik MU.

Masalahnya, status interim Rangnick ini diyakini memengaruhi psikologis pemain. Setidaknya itulah pendapat analis Premier League, Alan Smith.

"Menurut saya, bekerja dengan pelatih interim akan memengaruhi beberapa pemain, memengaruhi sikap dan performa mereka," ujar Smith di Sky Sports.

2 dari 2

Tidak ideal

Intinya, para pemain mungkin tidak benar-benar percaya pada Rangnick karena terganggu status interim tersebut. Mereka tahu Rangnick hanya akan memimpin tim selama beberapa bulan.

"Mereka tahu bahwa saat ini mereka menerima instruksi dari seseorang yang tidak akan bertahan lama di posisi itu, tidak akan selama mereka," sambung Smith.

"Mungkin Rangnick akan mendapatkan posisi penting di klub nantinya, tapi menurut saya hal seperti ini berdampak secara psikologis pada beberapa pemain."

"Tidaklah ideal ketika Anda tahu bahwa pelatih Anda hanya bekerja di sana untuk jangka pendek," tandasnya.

Sumber: Sky Sports