Szoboszlai Belum Siap Jadi Kapten Liverpool

Szoboszlai Belum Siap Jadi Kapten Liverpool
Skuad Liverpool merayakan gol Dominik Szoboszlai ke gawang Tottenham, Minggu (15/3/2026) (c) Liverpool FC Official

Bola.net - Perdebatan soal calon kapten Liverpool kembali mencuat setelah aksi Dominik Szoboszlai di Etihad Stadium. Gelandang asal Hungaria itu dinilai belum menunjukkan pemahaman yang cukup untuk memimpin tim sebesar Liverpool.

Dalam beberapa bulan terakhir, Szoboszlai sering masuk dalam diskusi sebagai kandidat kapten masa depan Liverpool. Namun, insiden terbaru justru memunculkan keraguan baru dari kalangan pendukung.

Kekalahan telak 0-4 dari Manchester City di perempat final FA Cup menjadi titik balik penilaian terhadap sikapnya. Reaksi emosionalnya ke arah suporter tandang dianggap tidak mencerminkan sosok pemimpin.

Peran kapten di Liverpool memang selalu punya makna besar bagi suporter. Mereka menginginkan figur yang tidak hanya tampil baik, tetapi juga memahami nilai klub dan hubungan dengan fans.

Insiden Etihad yang Picu Kritik

Insiden Etihad yang Picu Kritik

Ekspresi kecewa skuad Liverpool usai dikalahkan Manchester City di perempat final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Jon Super

Szoboszlai terlihat melakukan gestur penuh emosi ke arah suporter setelah kekalahan 0-4. Momen itu terjadi saat para pendukung tetap bertahan menyaksikan pertandingan hingga akhir.

Tindakan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap pengorbanan fans, apalagi sebagian besar dari mereka telah mengikuti tim sepanjang musim yang sulit.

Federico Chiesa bahkan terlihat mencoba meredakan situasi dengan mengajak Szoboszlai masuk ke ruang ganti. Hal ini semakin menegaskan bahwa situasi tersebut tidak ideal.

Pelatih Arne Slot juga mengakui bahwa dukungan suporter sebenarnya cukup kuat di awal laga. Namun, performa tim yang menurun membuat atmosfer berubah drastis.

Kepemimpinan Bukan Sekadar Performa

Kepemimpinan Bukan Sekadar Performa

Dominik Szoboszlai merayakan golnya ke gawang Tottenham, Minggu (15/3/2026) (c) Liverpool FC Official

Szoboszlai memang tampil impresif dalam beberapa pertandingan musim ini. Kemampuannya dalam mencetak gol jarak jauh mengingatkan publik pada Steven Gerrard.

Namun, kualitas teknis saja tidak cukup untuk menjadi kapten Liverpool. Seorang pemimpin harus mampu menjaga hubungan emosional dengan suporter.

Robbie Fowler pernah mengatakan bahwa performa bisa menjadi bentuk kepemimpinan. “Dominik Szoboszlai adalah pemain yang bisa menjadi kapten, saya tidak mengatakan harus, tetapi dia bisa karena performanya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemain bisa memimpin lewat contoh di lapangan. Namun, aspek komunikasi dan pemahaman situasi tetap menjadi bagian penting dari peran tersebut.

Isu Loyalitas dan Persepsi Publik

Isu Loyalitas dan Persepsi Publik

Pemain Liverpool, Mohamed Salah dan Dominik Szoboszlai dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Kontroversi lain muncul saat Szoboszlai mengunggah sepatu hadiah dari pemain Real Madrid, Vinicius Junior, di media sosial. Unggahan itu muncul setelah hasil buruk tim, sehingga dianggap kurang tepat.

Situasi semakin kompleks karena ia sempat dikaitkan dengan potensi transfer ke Madrid. Meski telah membantah, persepsi publik tetap terpengaruh.

Pelatih Timnas Hungaria, Marco Rossi, bahkan pernah mengatakan, “Dominik hanya punya satu mimpi: bermain untuk Real Madrid.” Pernyataan ini menambah keraguan soal komitmennya.

Di Liverpool, loyalitas menjadi nilai utama bagi seorang kapten. Sosok seperti Virgil van Dijk dinilai mampu menunjukkan komitmen penuh terhadap klub.

Belajar dari Para Pemimpin Sebelumnya

Belajar dari Para Pemimpin Sebelumnya

Seorang suporter Liverpool bersorak saat menyaksikan laga Premier League/Liga Inggris antara Liverpool vs Man City di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu, 8 Februari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Sejarah Liverpool dipenuhi kapten yang memahami karakter klub dan suporternya. Nama-nama seperti Jordan Henderson dan Jamie Carragher menjadi contoh nyata.

Mereka tidak hanya memimpin di lapangan, tetapi juga menjaga hubungan dengan komunitas. Hal ini menjadi standar tinggi bagi calon kapten berikutnya.

Szoboszlai masih berusia 25 tahun dan punya waktu untuk berkembang. Namun, untuk saat ini, ia dinilai belum sepenuhnya selaras dengan nilai yang dijunjung Liverpool.

Perjalanan menuju ban kapten masih panjang baginya. Konsistensi sikap dan kedewasaan akan menjadi kunci jika ingin dipercaya memimpin Liverpool di masa depan.

Sumber: This is Anfield

Klasemen