Tak Akan Ada Mohamed Salah yang Lain di Liverpool

Tak Akan Ada Mohamed Salah yang Lain di Liverpool
Bintang Liverpool, Mohamed Salah berpose dengan trofi Premier League, 25 Mei 2025 lalu usai laga melawan Crystal Palace. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Kabar mengejutkan datang dari Liverpool pada Rabu (25/03/2026) dini hari WIB. Mohamed Salah resmi mengumumkan akan meninggalkan klub di akhir musim ini.

Keputusan itu diambil setelah ia mencapai kesepakatan dengan The Reds untuk mengakhiri kontraknya lebih cepat. Salah pun akan pergi dengan status bebas transfer pada musim panas mendatang.

Kepergian pemain asal Mesir tersebut jelas meninggalkan lubang besar di lini serang Liverpool. Selama sembilan tahun, ia menjadi sosok kunci yang sulit tergantikan.

Lebih dari sekadar pencetak gol, Salah telah menjelma menjadi ikon klub. Tak heran, banyak yang menilai Liverpool akan kesulitan menemukan pemain lain seperti dirinya.

Berikut beberapa alasan mengapa Liverpool bakal sulit mencari pemain seperti Mohamed Salah.

Cinta Luar Biasa Salah Pada Liverpool

Cinta Luar Biasa Salah Pada Liverpool

Bintang Liverpool, Mohamed Salah usai laga melawan Galatasaray di Liga Champions. (c) AP Photo/Jon Super

Kisah Salah bersama Liverpool bukan sekadar perjalanan karier biasa. Ia datang ke Anfield pada 2017 dari AS Roma dengan membawa mimpi masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan.

Sejak awal, Salah sudah memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub tersebut. Ia bahkan mengaku kerap memainkan Liverpool di konsol gim saat masih kecil dan mengidolakan legenda-legenda mereka.

Saat menandatangani kontrak dengan Liverpool sembilan tahun lalu, Salah mengakui bahwa pindah ke The Reds adalah sebuah "mimpi" baginya. Sebelum debutnya melawan Watford di Liga Inggris, pemain internasional Mesir itu berkata: "Ini adalah klub yang hebat," serunya, dikutip dari Liverpool Echo.

"Merupakan mimpi bagi saya ketika masih muda untuk bermain di sini suatu hari nanti," sambungnya. "Saya biasa bermain sebagai Liverpool di PlayStation, jadi saya senang berada di sini sekarang. Saya bermain dengan tim seperti Steven Gerrard, Sami Hyypia, dan Jamie Carragher. Saya menyukai tim dan cara mereka bermain. Saya berusia tujuh atau delapan tahun, jadi saya bermain hanya untuk bersenang-senang."

Eks bek Manchester City Micah Richards kemudian mengkonfirmasikan bahwa Salah memang sangat mencintai Liverpool. "Menjadi legenda Liverpool selalu menjadi impian Mo Salah. Saya bermain dengannya di Fiorentina dan ketika kami biasa pergi minum kopi, ia berbicara tentang ambisinya untuk pindah ke Anfield suatu saat nanti."

Saat ini akan sulit mencari pemain yang rasa cintanya pada Liverpool sebesar Salah. Bahkan pemain seperti Trent Alexander-Arnold yang merupakan 'akamsi' saja rasa cintaya tak sebesar sang Egyptian King.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 11 April 2026
Liverpool Liverpool
23:30 WIB
Fulham Fulham

Peran Besar Jurgen Klopp

Peran Besar Jurgen Klopp

Jurgen Klopp usai laga Liverpool vs Wolverhampton di Anfield, Minggu (19/05/2024). (c) AP Photo/Jon Super

Kesuksesan Salah di Liverpool tak lepas dari peran Jurgen Klopp. Pelatih asal Jerman itu mengubah peran Salah menjadi pusat permainan tim.

Dalam skema Klopp, Salah dimainkan lebih dekat ke gawang dan dibebaskan dari tugas bertahan. Hal ini membuatnya bisa fokus mencetak gol dan menjadi ancaman utama di lini depan.

Dukungan dari Sadio Mane dan Roberto Firmino juga membuat peran Salah semakin maksimal. Kombinasi trio ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Premier League dan Liverpool.

Namun setelah era Klopp berakhir dan digantikan oleh Arne Slot, sistem permainan berubah. Salah tak lagi menjadi pusat serangan, yang berdampak pada menurunnya produktivitasnya.

Klopp juga sosok yang jago dalam urusan memotivasi pemain. Dengan kecakapannya meramu taktik dan manajemen pemain yang brilian, ia bisa memoles Salah menjadi predator bagi pertahanan lawan. Saat ini rasanya cukup sulit mencari pelatih sekaliber pria asal Jerman tersebut.

Kombinasi Talenta dan Fisik yang Sulit Ditiru

Kombinasi Talenta dan Fisik yang Sulit Ditiru

Selebrasi Mohamed Salah usai mencetak gol di laga Liverpool melawan Wolverhampton, 4 Maret 2026. (c) AP Photo/Dave Shopland

Salah bukan hanya pemain berbakat, tetapi juga memiliki kemampuan fisik luar biasa. Selain teknik olah bola yang brilian, ia dikenal memiliki kecepatan, kelincahan, dan daya tahan yang jarang dimiliki pemain lain.

Bermain di kerasnya Premier League, Salah tetap mampu tampil konsisten tanpa sering mengalami cedera serius. Hal ini menjadi nilai lebih yang sulit dicari pada pemain lain.

Sepanjang kariernya di Liverpool, ia hampir selalu menjadi pilihan utama dan jarang absen karena cedera. Bahkan musim terburuknya sekalipun (2023/2024) hanya membuatnya absen sekitar satu setengah bulan karena masalah hamstring dan otot.

Kombinasi bakat alami dan daya tahan fisik inilah yang membuatnya berada di level elite. Tak sedikit yang menyebut Salah berada di kelas yang mendekati Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Konsistensi di Level Elite

Konsistensi di Level Elite

Aksi Mohamed Salah (kanan) di laga Liverpool vs West Ham, Sabtu (28/02/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Jon Super

Salah bukan pemain yang hanya bersinar dalam satu musim. Ia menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang kariernya bersama Liverpool.

Selama delapan musim beruntun, ia mampu mencetak lebih dari 20 gol di semua kompetisi. Catatan ini menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar “one season wonder”.

Di level tertinggi, termasuk di kompetisi seperti Premier League, menjaga performa agar tetap tajam sekaligus bisa mengkreasikan assist selama tujuh hingga delapan musim bukan hal mudah. Banyak pemain gagal mempertahankan standar tersebut dalam jangka panjang.

Salah bahkan terus memecahkan rekor demi rekor sepanjang kariernya di Anfield. Konsistensi inilah yang membuat Liverpool hampir mustahil menemukan sosok pengganti yang setara.