
Bola.net - Kabar mengejutkan datang dari Liverpool pada Rabu (25/03/2026) dini hari WIB. Mohamed Salah resmi mengumumkan akan meninggalkan klub di akhir musim ini.
Keputusan itu diambil setelah ia mencapai kesepakatan dengan The Reds untuk mengakhiri kontraknya lebih cepat. Salah pun akan pergi dengan status bebas transfer pada musim panas mendatang.
Kepergian pemain asal Mesir tersebut jelas meninggalkan lubang besar di lini serang Liverpool. Selama sembilan tahun, ia menjadi sosok kunci yang sulit tergantikan.
Lebih dari sekadar pencetak gol, Salah telah menjelma menjadi ikon klub. Tak heran, banyak yang menilai Liverpool akan kesulitan menemukan pemain lain seperti dirinya.
Berikut beberapa alasan mengapa Liverpool bakal sulit mencari pemain seperti Mohamed Salah.
Cinta Luar Biasa Salah Pada Liverpool

Kisah Salah bersama Liverpool bukan sekadar perjalanan karier biasa. Ia datang ke Anfield pada 2017 dari AS Roma dengan membawa mimpi masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan.
Sejak awal, Salah sudah memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub tersebut. Ia bahkan mengaku kerap memainkan Liverpool di konsol gim saat masih kecil dan mengidolakan legenda-legenda mereka.
Saat menandatangani kontrak dengan Liverpool sembilan tahun lalu, Salah mengakui bahwa pindah ke The Reds adalah sebuah "mimpi" baginya. Sebelum debutnya melawan Watford di Liga Inggris, pemain internasional Mesir itu berkata: "Ini adalah klub yang hebat," serunya, dikutip dari Liverpool Echo.
"Merupakan mimpi bagi saya ketika masih muda untuk bermain di sini suatu hari nanti," sambungnya. "Saya biasa bermain sebagai Liverpool di PlayStation, jadi saya senang berada di sini sekarang. Saya bermain dengan tim seperti Steven Gerrard, Sami Hyypia, dan Jamie Carragher. Saya menyukai tim dan cara mereka bermain. Saya berusia tujuh atau delapan tahun, jadi saya bermain hanya untuk bersenang-senang."
Eks bek Manchester City Micah Richards kemudian mengkonfirmasikan bahwa Salah memang sangat mencintai Liverpool. "Menjadi legenda Liverpool selalu menjadi impian Mo Salah. Saya bermain dengannya di Fiorentina dan ketika kami biasa pergi minum kopi, ia berbicara tentang ambisinya untuk pindah ke Anfield suatu saat nanti."
Saat ini akan sulit mencari pemain yang rasa cintanya pada Liverpool sebesar Salah. Bahkan pemain seperti Trent Alexander-Arnold yang merupakan 'akamsi' saja rasa cintaya tak sebesar sang Egyptian King.
Peran Besar Jurgen Klopp

Kesuksesan Salah di Liverpool tak lepas dari peran Jurgen Klopp. Pelatih asal Jerman itu mengubah peran Salah menjadi pusat permainan tim.
Dalam skema Klopp, Salah dimainkan lebih dekat ke gawang dan dibebaskan dari tugas bertahan. Hal ini membuatnya bisa fokus mencetak gol dan menjadi ancaman utama di lini depan.
Dukungan dari Sadio Mane dan Roberto Firmino juga membuat peran Salah semakin maksimal. Kombinasi trio ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Premier League dan Liverpool.
Namun setelah era Klopp berakhir dan digantikan oleh Arne Slot, sistem permainan berubah. Salah tak lagi menjadi pusat serangan, yang berdampak pada menurunnya produktivitasnya.
Klopp juga sosok yang jago dalam urusan memotivasi pemain. Dengan kecakapannya meramu taktik dan manajemen pemain yang brilian, ia bisa memoles Salah menjadi predator bagi pertahanan lawan. Saat ini rasanya cukup sulit mencari pelatih sekaliber pria asal Jerman tersebut.
Kombinasi Talenta dan Fisik yang Sulit Ditiru

Salah bukan hanya pemain berbakat, tetapi juga memiliki kemampuan fisik luar biasa. Selain teknik olah bola yang brilian, ia dikenal memiliki kecepatan, kelincahan, dan daya tahan yang jarang dimiliki pemain lain.
Bermain di kerasnya Premier League, Salah tetap mampu tampil konsisten tanpa sering mengalami cedera serius. Hal ini menjadi nilai lebih yang sulit dicari pada pemain lain.
Sepanjang kariernya di Liverpool, ia hampir selalu menjadi pilihan utama dan jarang absen karena cedera. Bahkan musim terburuknya sekalipun (2023/2024) hanya membuatnya absen sekitar satu setengah bulan karena masalah hamstring dan otot.
Kombinasi bakat alami dan daya tahan fisik inilah yang membuatnya berada di level elite. Tak sedikit yang menyebut Salah berada di kelas yang mendekati Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Konsistensi di Level Elite

Salah bukan pemain yang hanya bersinar dalam satu musim. Ia menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang kariernya bersama Liverpool.
Selama delapan musim beruntun, ia mampu mencetak lebih dari 20 gol di semua kompetisi. Catatan ini menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar “one season wonder”.
Di level tertinggi, termasuk di kompetisi seperti Premier League, menjaga performa agar tetap tajam sekaligus bisa mengkreasikan assist selama tujuh hingga delapan musim bukan hal mudah. Banyak pemain gagal mempertahankan standar tersebut dalam jangka panjang.
Salah bahkan terus memecahkan rekor demi rekor sepanjang kariernya di Anfield. Konsistensi inilah yang membuat Liverpool hampir mustahil menemukan sosok pengganti yang setara.
Klasemen Liga Inggris
Baca Juga:
- Mohamed Salah Pergi dari Liverpool, Tapi ke Mana Selanjutnya? MLS, Saudi Pro League, atau Stay di Eropa?
- Kapan Mohamed Salah Mainkan Laga Terakhir untuk Liverpool?
- Berakhirnya Sebuah Era: Mengenang Trio Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah di Liverpool
- Mohamed Salah dan Semua Trofi yang Diraihnya Bersama Liverpool
- Mohamed Salah Pamit dari Liverpool, Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Suporter
- Mohamed Salah Pergi Tanpa Biaya, Liverpool Kehilangan Pemasukan Lebih Dari Rp500 Miliar
- Statistik Gila Mohamed Salah Usai Memutuskan Pamit dari Liverpool
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 25 Maret 2026 14:43 -
Liga Spanyol 25 Maret 2026 14:31 -
Liga Inggris 25 Maret 2026 14:04
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 25 Maret 2026 14:43 -
Liga Spanyol 25 Maret 2026 14:31 -
Liga Italia 25 Maret 2026 14:20 -
Liga Inggris 25 Maret 2026 14:08 -
Liga Inggris 25 Maret 2026 14:04 -
Liga Eropa Lain 25 Maret 2026 13:57
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- Michael Carrick Buka Sinyal Transfer, Ini 8 Winger...
- Rodrygo Masuk Daftar, Ini Starting XI Pemain yang ...
- Chelsea Terancam Jual Superstar, 5 Nama Besar yang...
- 7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Term...
- 5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Si...
- Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat S...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513586/original/021251700_1772026737-IMG-20260225-WA0089.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473355/original/050528300_1768432614-000_92QQ6UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537330/original/010483800_1774420484-1001114660.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537219/original/043132100_1774414343-learnmore_jonasi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537275/original/021428400_1774416921-12985bd8-d561-4509-8013-68163a963381__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537191/original/000141900_1774413571-Update_iOS_26_4_01.jpg)

