FOLLOW US:


Tammy Abraham: Gara-gara Rasisme, Ibu Saya Sampai Menangis

10-09-2019 07:23

 | Yaumil Azis

Tammy Abraham: Gara-gara Rasisme, Ibu Saya Sampai Menangis
Tammy Abraham usai gagal mengeksekusi penalti pada laga UEFA Super Cup 2019 melawan Liverpool di Vodafone Park, Kamis (15/8/2019). © AP Photo

Bola.net - Striker muda Chelsea, Tammy Abraham, bercerita soal bagaimana rasisme bisa menjadi benalu dalam kehidupan keluarganya. Karena masalah tersebut, ia sampai melihat ibunya harus menitikkan air mata.

Kasus yang menimpa Tammy sebenarnya terjadi sudah cukup lama. Tepatnya beberapa pekan lalu, saat Chelsea sedang menghadapi Liverpool dalam laga Piala Super UEFA.

Chelsea tampil heroik, di mana mereka sanggup mengimbangi the Reds yang sedang apik belakangan ini. Walaupun pada akhirnya mereka harus mengakui keunggulan skuat besutan Jurgen Klopp tersebut melalui drama adu penalti.

Momen adu penalti ini menjadi masalah bagi Tammy. Bukan karena ia gagal melaksanakan tugasnya, melainkan gara-gara perlakukan rasis yang diterimanya melalui media sosial. Ironinya, tindakan negatif tersebut justru datang dari oknum fans Chelsea.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

Ibunda Menitikkan Air Mata

Pasca kasus tersebut, Chelsea bekerja sama dengan Twitter langsung mencari cara agar ungkapan negatif bisa tersaring secara baik. Sementara Tammy memilih untuk tidak menyumbang suara untuk membela diri.

Namun baru-baru ini, ia angkat bicara perihal kasus rasisme yang dialaminya pada laga tersebut. Ia bercerita soal bagaimana sang ibunda menangis karena melihat anaknya mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari publik.

"Saya mengingat saat sedang berbicara dengan ibu saya, dia terlihat emosional, dia menangis. Anda tahu, dia berpikir: 'Kenapa dia? Kenapa dia?. Itu tidak menyenangkan untuk didengar, terlebih saat melihat anak anda dilecehkan," tutur Tammy kepada CNN.

"Karakter saya selalu kuat, itu tidak memengaruhi saya. Namun meski berkata seperti demikian, itu bsai saja mempengaruhi orang-orang yang tak memiliki kepribadian seperti saya," lanjutnya.

2 dari 2

Mendapat Banyak Dukungan

Beruntung, masih banyak orang-orang yang menyayangi Tammy. Semua bagian dari tim memberikan dukungan kepadanya usai pertandingan, termasuk Frank Lampard selaku pelatih.

"Langsung setelahnya, teman-teman, pelatih, dan semuanya yang berada di Chelsea membantu saya. Hari berikutnya, [Lampard] menghubungi saya untuk menanyakan situasi saya," tambahnya.

"Dia tak ingin terlalu banyak ikut campur dalam situasi itu karena dia tahu perasaan saya, namun hanya ingin tahu soal kabar, untuk memastikan bahwa saya tidak teralihkan dari sepak bola dan kehidupan personal saya baik-baik saja," lanjutnya lagi.

"Menyenangkan bisa memiliki dukungan seperti itu di belakang anda, saat anda mengalami masa-masa seperti itu," tandasnya.

(Metro News)