Tottenham Sulit Dibenahi, Igor Tudor Jelas Bukan Solusinya

Tottenham Sulit Dibenahi, Igor Tudor Jelas Bukan Solusinya
Pelatih Tottenham Hotspur, Igor Tudor, bereaksi dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Atletico Madrid, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Tottenham Hotspur sedang mengalami periode sulit musim ini. Performa buruk membuat mereka semakin dekat dengan ancaman degradasi di Premier League.

Situasi semakin memburuk setelah kekalahan telak 2-5 dari Atletico Madrid di Liga Champions. Hasil tersebut membuat peluang Spurs untuk lolos ke babak berikutnya hampir tertutup.

Pelatih sementara Igor Tudor sebenarnya tidak sepenuhnya bisa disalahkan atas situasi ini. Masalah yang dialami Tottenham sudah terjadi jauh sebelum ia datang.

Namun dalam empat pertandingan pertamanya, Tudor belum mampu membawa perubahan signifikan. Spurs bahkan kalah dalam empat laga tersebut dengan performa yang mengecewakan.

Empat Laga Awal yang Mengecewakan

Empat Laga Awal yang Mengecewakan

Kevin Danso dan Ademola Lookman berebut bola dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Atletico vs Tottenham di Estadio Metropolitano, 11 Maret 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Igor Tudor mencatat awal yang buruk bersama Tottenham. Ia menjadi pelatih pertama dalam sejarah klub yang kalah dalam empat pertandingan awalnya.

Hasil tersebut semakin memperburuk kondisi tim yang sudah kehilangan kepercayaan diri. Para pemain terlihat kesulitan menemukan kembali performa terbaik mereka.

Kekalahan telak dari Atletico Madrid menjadi titik terendah terbaru bagi Spurs. Pertandingan tersebut memperlihatkan berbagai kelemahan dalam permainan mereka.

Dalam empat pertandingan di bawah Tudor, Tottenham mencetak lima gol dan kebobolan 14 kali. Statistik itu menunjukkan betapa rapuhnya performa tim saat ini.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 15 Maret 2026
Liverpool Liverpool
23:30 WIB
Tottenham Tottenham

Keputusan Taktik yang Dipertanyakan

Keputusan Taktik yang Dipertanyakan

Pemain Tottenham Hotspur, Archie Gray (kiri), dan pemain Arsenal, Piero Hincapie, berebut bola dalam pertandingan Premier League, Minggu (22/2/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Salah satu hal yang menuai kritik adalah keputusan taktik Tudor. Ia terus menggunakan formasi 3-4-2-1 meski sistem tersebut belum menunjukkan hasil positif.

Pendekatan itu justru membuat permainan Tottenham terlihat tidak stabil. Tim kesulitan menemukan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan.

Beberapa keputusan pemilihan pemain juga menimbulkan tanda tanya. Tudor bahkan menurunkan susunan pemain termuda Tottenham dalam laga gugur Liga Champions.

Rata rata usia tim saat menghadapi Atletico Madrid hanya 25 tahun 24 hari. Keputusan tersebut dinilai berisiko dalam pertandingan penting.

Kesalahan Fatal di Posisi Kiper

Kesalahan Fatal di Posisi Kiper

Antonin Kinsky berjabat tangan dengan Guglielmo Vicario dalam momen pergantian pemain di laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Atletico vs Tottenham di Estadio Metropolitano, 11 Maret 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Keputusan Tudor mengganti kiper utama Guglielmo Vicario juga menjadi sorotan. Ia memilih memainkan Antonin Kinsky yang jarang tampil musim ini.

Pertandingan tersebut menjadi debut Kinsky di Liga Champions. Namun keputusan itu berakhir dengan konsekuensi buruk bagi Tottenham.

Kiper berusia 22 tahun tersebut melakukan dua kesalahan fatal dalam 17 menit pertama. Kesalahan itu langsung berujung pada dua gol Atletico Madrid.

Setelah kesalahan tersebut, Tudor segera menarik Kinsky keluar dari lapangan. Situasi itu menjadi momen sulit bagi kiper muda tersebut.

Ancaman Degradasi Menghantui Spurs

Ancaman Degradasi Menghantui Spurs

Bek Tottenham, Cristian Romero usai menerima kartu merah di laga melawan Manchester United, 7 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Jon Super

Masalah terbesar Tottenham saat ini adalah posisi mereka di klasemen. Spurs kini terancam terjerumus ke zona degradasi.

Dalam tiga pertandingan Premier League di bawah Tudor, Tottenham selalu kalah. Hasil tersebut membuat tekanan terhadap tim semakin besar.

Performa buruk sebenarnya sudah terjadi sebelum Tudor datang. Dalam rentang 38 pertandingan terakhir, Tottenham hanya memiliki rata rata 0,87 poin per laga.

Jika tren tersebut berlanjut, Tottenham bisa terdegradasi dari Premier League. Klub London itu terakhir kali bermain di divisi kedua pada musim 1977-1978.

Sumber: Opta

Klasemen Premier League