Xabi Alonso Tak Mulai dari Nol di Chelsea, Final FA Cup Jadi Buktinya

Xabi Alonso Tak Mulai dari Nol di Chelsea, Final FA Cup Jadi Buktinya
Xabi Alonso (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Chelsea kembali menutup laga penting tanpa trofi setelah kalah 0-1 dari Manchester City pada final FA Cup. Namun, di balik kekecewaan itu, ada sejumlah tanda yang bisa membuat Xabi Alonso tetap optimistis menyambut pekerjaannya di Stamford Bridge.

Pelatih asal Spanyol tersebut disebut sudah mencapai kesepakatan untuk menjadi manajer baru Chelsea. Kekalahan di Wembley memang memperpanjang musim mengecewakan The Blues, tetapi performa melawan Manchester City menunjukkan bahwa skuad ini belum sepenuhnya kehilangan arah.

Chelsea memang masih berada dalam situasi sulit di Premier League. Namun, penampilan mereka di final memberi gambaran bahwa Alonso tidak akan memulai semuanya dari nol.

Chelsea Masih Memiliki Fondasi Skuad yang Menjanjikan

Chelsea Masih Memiliki Fondasi Skuad yang Menjanjikan

Marc Guehi mencoba memblok tembakan Joao Pedro dalam laga final FA Cup antara Chelsea vs Manchester City di Wembley Stadium, 16 Mei 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Sepanjang musim ini, kualitas skuad Chelsea terus menjadi sasaran kritik. Wajar saja, mereka terancam finis di paruh bawah klasemen Premier League untuk kedua kalinya dalam empat tahun terakhir.

Rentetan enam kekalahan liga secara beruntun juga menjadi catatan buruk pertama sejak 1993. Bahkan kemenangan kandang terakhir mereka di liga terjadi pada 31 Januari lalu.

Meski begitu, Chelsea tetap mampu memberi perlawanan serius kepada Manchester City di final FA Cup. Hingga Antoine Semenyo mencetak gol penentu kemenangan, pasukan Pep Guardiola dibuat kesulitan mengembangkan permainan.

Hal itu menjadi sinyal bahwa skuad Chelsea masih memiliki kualitas. Klub pun diyakini melihat Xabi Alonso sebagai sosok yang tepat untuk mengeluarkan potensi tersebut, seperti saat ia membawa Bayer Leverkusen meraih gelar liga dan piala di Jerman dua tahun lalu.

Reece James Hingga Cole Palmer Jadi Aset Penting

Reece James Hingga Cole Palmer Jadi Aset Penting

Abdukodir Khusanov mencoba memblok tembakan Cole Palmer dalam laga final FA Cup antara Chelsea vs Manchester City di Wembley Stadium, 16 Mei 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Beberapa pemain Chelsea menunjukkan kualitas yang bisa menjadi fondasi proyek baru Alonso. Reece James dan Levi Colwill termasuk di antaranya.

Colwill baru memainkan pertandingan ketiganya pada tahun 2025/2026 setelah sempat mengalami cedera ligamen lutut serius pada awal pramusim. Namun bek muda Inggris itu langsung memperlihatkan mengapa ia dianggap sebagai salah satu bek terbaik di negaranya.

Sementara itu, James kembali menunjukkan pengaruh besarnya saat berada dalam kondisi fit. Kapten Chelsea tersebut masih dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di skuad saat terbebas dari masalah cedera.

Di lini tengah, Moises Caicedo dan Enzo Fernandez tetap dipandang sebagai gelandang elite meski performa mereka sempat menurun musim ini. Situasi Fernandez memang lebih rumit setelah ia sempat mengkritik keputusan klub pada Maret lalu, begitu pula Marc Cucurella.

Meski begitu, figur sebesar Alonso diyakini mampu mengembalikan hubungan yang sempat renggang tersebut. Pengalaman dan reputasinya sebagai mantan pemain Liverpool, Real Madrid, Bayern Munchen, dan timnas Spanyol bisa menjadi faktor penting.

Cole Palmer juga tetap dianggap punya potensi besar meski tampil di bawah ekspektasi musim ini. Cedera disebut menjadi salah satu alasan utama menurunnya performa sang playmaker.

Palmer memang tidak terlalu menonjol di final melawan Manchester City. Namun, jika Alonso mampu mengembalikan performanya seperti dalam 18 bulan pertamanya di Chelsea, pengaruhnya bisa sangat besar.

Xabi Alonso Dinilai Bisa Mengubah Arah Chelsea

Chelsea memang belum sepenuhnya keluar dari krisis. Mereka masih kekurangan kedalaman skuad dan membutuhkan tambahan kualitas pada bursa transfer berikutnya.

Situasi makin rumit karena mereka terancam gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan. Dengan dua laga tersisa, Chelsea masih tertahan di posisi kesembilan klasemen Premier League.

Meski begitu, kondisi itu justru diyakini menjadi salah satu alasan Alonso menerima pekerjaan tersebut lebih awal. Tanpa jadwal Eropa, ia akan memiliki lebih banyak waktu untuk membangun identitas permainan tim di lapangan latihan.

Berbeda dengan para pendahulunya di era Todd Boehly-Clearlake, Alonso juga akan memegang jabatan manajer. Artinya, ia diperkirakan memiliki pengaruh lebih besar dalam proses perekrutan pemain bersama jajaran direktur olahraga klub.

Menurut laporan The Athletic, sumber internal klub menyebut Alonso sudah memiliki keselarasan visi dengan manajemen terkait perkembangan skuad dan kebutuhan transfer. Ia juga diyakini melihat adanya kualitas yang bisa dikembangkan di dalam tim saat ini.

Chelsea memang masih punya banyak pekerjaan rumah. Namun setidaknya, Xabi Alonso datang ke Stamford Bridge dengan keyakinan bahwa ia tidak memulai semuanya dari titik nol.