FOLLOW US:


11 Tahun Lalu, Diiringi Tepuk Tangan Fans Fiorentina, Maldini Pamit dari AC Milan & Sepak Bola

31-05-2020 23:17

 | Dimas Ardi Prasetya

11 Tahun Lalu, Diiringi Tepuk Tangan Fans Fiorentina, Maldini Pamit dari AC Milan & Sepak Bola
Kapten AC Milan, Paolo Maldini, ketika merayakan gelar Liga Champions 2002/03. © UEFA

Bola.net - Paolo Maldini, salah satu defender terhebat yang pernah dimiliki Italia dan AC Milan, pamit dari lapangan hijau 11 tahun yang lalu, tepatnya pada 31 Mei 2009.

Maldini mengawali karirnya di tim senior AC Milan pada tahun 1984. Ia meneruskan jejak sang ayah yakni Cesare Maldini, yang pernah memperkuat Rossoneri dari tahun 1954 hingga 1966.

Namun Maldini baru menjalani debutnya di bawah asuhan pelatih Nils Liedholm pada 20 Januari 1985. Namun ia baru bermain sekali saja pada musim itu. Baru di musim berikutnya, ia mulai mendapat kepercayaan untuk bermain di starting XI Rossoneri.

Saat itu usianya masih 17 tahun. Ia juga diberi nomor punggung 3. Nomor itu merupakan warisan dari sang ayah.

Maldini awalnya dimainkan sebagai bek kanan. Namun karena kemampuannya yang unik yakni bisa bermain dengan kedua kaki sama baiknya, ia digeser sebagai bek kiri oleh Arrigo Sacchi. Setelah itu Maldini terus menjadi penggawa lini belakang andalan Rossoneri. Ia kemudian digeser ke posisi bek tengah setelah kecepatannya sedikit menurun.

Sebagai seorang bek, Maldini dikenal memiliki kemampuan teknik yang luar biasa dan kemampuan melakukan tekel yang hebat. Ia memiliki tubuh yang atletis, stamina yahud dan tentunya visi yang jempolan. Ia bisa membaca arah jalannya pertandingan dengan brilian. Selain itu ia juga bagus dalam membantu lini serangnya.

Kemampuannya diakui oleh legenda sepak bola Brasil, Ronaldo. Ia mengaku selalu kesulitan saat harus berhadapan dengan Maldini.

"Saya selalu merasa sangat kesulitan ketika saya berhadapan dengan Paolo Maldini. Ia adalah bek terbaik yang pernah saya hadapi sepanjang karir saya. Ia jelas pantas memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA beberapa kali," puji Ronaldo beberapa tahun lalu, seperti dilansir Fox Sport.

Pujian juga datang dari legenda sepak bola Italia, Roberto Baggio. Ia mengakui Maldini sebagai bek tersulit yang pernah harus ia hadapi di sepanjang karirnya.

"Paolo Maldini. Ketika Anda menemukannya di depan Anda, Anda tahu Anda tidak akan bisa lewat. Ia besar. Ia kuat dengan kepalanya, dengan kaki kanan, dengan kaki kiri ... Anda harus mengumpulkan 15 pemain untuk membuat satu yang seperti dirinya," seru Baggio.

1 dari 3

Cemoohan di San Siro

Karir Paolo Maldini di AC Milan berakhir pada musim 2008-09. Saat itu ia telah memasuki usia 41 tahun. Awalnya pada pertengahan Februari 2008, ia mengungkapkan bahwa ia akan gantung sepatu pada akhir musim.

Pada 24 Mei, Maldini akhirnya menjalani laga terakhirnya bagi Milan di San Siro. Saat itu ia ikut bermain melawan AS Roma.

Sayangnya, Milan kalah 2-3 dari Roma. Usai pertandingan, Maldini mendapatkan standing ovation alias tepuk tangan dengan berdiri dari sebagian besar fans di stadion. Namun ada sedikit kontroversi yang terjadi di laga tersebut.

Sekelompok fans Milan yang tergabung dalam Milan Ultras alias Brigate Rossonere, menggelar aksi protes dan sampai menghina Maldini. Kontan sang legenda pun emosi dan ia sempat mengacungkan jari tengahnya pada para fans tersebut.

Namun pemimpin Ultras, Giancarlo Capelli, yang dijuluki 'Baron', menampik tuduhan bahwa para suporter itu melakukan protes pada Maldini. Dalam acara TV Italia Controcampo, ia mengungkapkan apa alasan ultras melakukan tindakan tidak menyenangkan itu pada Maldini.

"Itu bukan protes. Kami hanya ingin memperjelas apa yang kami pikirkan tentang beberapa komentar dan perilakunya selama beberapa tahun terakhir. Kami sama sekali tidak memprotesnya,” kilahnya seperti dilansir Goal.

2 dari 3

Perpisahan di Fiorentina

Paolo Maldini akhirnya menjalani laga terakhirnya bersama AC Milan tujuh hari kemudian. Saat itu Rossoneri bertandang ke markas Fiorentina, Artemio Franchi.

Laga itu adalah laga terakhir Serie A musim 2008-09. Maldini pun berhasil membantu mengalahkan Fiorentina dengan skor 0-2.

Maldini bermain sejak menit awal. Namun pada injury time babak kedua ia ditarik keluar oleh Carlo Ancelotti. Saat itulah, para pemain Rossoneri mulai memberikan pelukan kepadanya.

Mereka juga memberikan tepuk tangan pada Maldini. Hal yang sama juga dilakukan para pemain, pelatih, staf dan bahkan para pendukung Fiorentina. Para fans itu bahkan memberikan standing ovation kepadanya. Hal itu jelas merupakan sebuah bentuk pengakuan atas nama besar seorang Maldini.

Istrinya yakni Adriana Fossa dan anaknya juga hadir di Franchi. Adriana pun tampak ikut bertepuk tangan dan kemudian terlihat begitu terharu melihat sang suami mendapatkan penghormatan dari seisi stadion.

Kemenangan itu sendiri membantu AC Milan finis di peringkat ketiga klasemen Serie A. Artinya Milan bisa lolos ke kualifikasi Liga Champions musim berikutnya.

3 dari 3

Penghargaan AC Milan untuk Paolo Maldini

Selama bermain bersama AC Milan, Paolo Maldini berhasil mengoleksi 25 trofi juara di berbagai ajang kompetisi. Di antaranya lima gelar Liga Champions dan tujuh Scudetto.

Paolo Maldini mencatatkan 902 penampilan bersama AC Milan. Ia juga mencatatkan 126 caps bagi Timnas Italia.

AC Milan pun sangat mengapresi karir luar biasa Paolo Maldini. Mereka pun memensiunkan jersey nomor 3 miliknya. Hal yang sama mereka lakukan sebelumnya pada jersey nomor 6 yang pernah dikenakan Franco Baresi.

Akan tetapi, jersey nomor 3 itu sendiri bisa dikenakan lagi suatu saat nanti di skuat AC Milan. Akan tetapi nomor itu hanya akan diberikan kepada salah satu anak Paolo Maldini, yakni Christian atau Daniel, jika mereka bisa menembus tim senior Rossoneri.

(AC Milan/Fox Sport/Goal)