AC Milan dan Pelajaran Mahal Tentang Kedewasaan

AC Milan dan Pelajaran Mahal Tentang Kedewasaan
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri memberikan arahan di laga melawan Genoa, 9 Januari 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Hasil imbang 1-1 melawan Genoa di San Siro, Jumat (9/1/2026) dini hari, menyisakan pekerjaan rumah besar bagi AC Milan. Menghadapi tim penghuni peringkat ke-17 Serie A, Rossoneri justru terlihat kehilangan arah dan nyaris dipermalukan di kandang sendiri.

Massimiliano Allegri tak menampik bahwa timnya tampil di bawah standar yang diharapkan. Sang pelatih secara terbuka menyebut laga ini sebagai pelajaran mahal tentang kedewasaan bagi skuadnya yang gagal membongkar pertahanan lawan dengan tenang.

Sempat tertinggal lewat gol Lorenzo Colombo di babak pertama, Milan baru bisa bernapas lega berkat gol penyeimbang Rafael Leao di menit ke-92. Namun, drama sesungguhnya terjadi di detik akhir ketika Genoa mendapatkan hadiah penalti.

Beruntung bagi Milan, eksekusi Stanciu melambung di atas mistar gawang. Kegagalan itu menyelamatkan wajah tuan rumah dari kekalahan memalukan, sekaligus menyadarkan Allegri betapa rapuhnya mentalitas tim saat berada di bawah tekanan.

1 dari 3 halaman

Terburu-buru Membawa Bencana

Terburu-buru Membawa Bencana

Pemain Genoa, Lorenzo Colombo, merayakan gol pembuka bersama rekan setimnya pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Genoa di Milan, Italia, Kamis, 8 Januari 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Dalam interview pasca-laga kepada DAZN, Allegri menyoroti satu kelemahan fatal anak asuhnya: ketidaksabaran. Milan dinilai terlalu tergesa-gesa saat mencoba menembus blok rendah pertahanan Genoa yang tampil disiplin.

Alih-alih bermain taktis, Rossoneri justru kerap kehilangan bola karena keputusan yang terburu-buru. Hal ini membuat mereka rentan terhadap serangan balik, sebuah skenario yang nyaris membuat mereka kehilangan tiga poin penuh.

"Kami tidak memiliki cukup kesabaran, kami terlalu terburu-buru, dan ketergesaan tidak membawa kita ke mana-mana," ujar Allegri dengan nada kritis.

Ia menekankan bahwa menghadapi tim yang bertahan total membutuhkan ketenangan ekstra. Kecerobohan dalam penguasaan bola justru menjadi bumerang yang menguntungkan lawan.

"Hal yang harus kami perbaiki adalah kesabaran kami melawan tim dengan blok rendah ini, sehingga kami tidak membiarkan diri kami terekspos pada serangan balik, yang merupakan cara kami mengambil risiko kalah dalam permainan ini," tambahnya.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 11 Januari 2026
Fiorentina Fiorentina
21:00 WIB
AC Milan AC Milan
2 dari 3 halaman

Pelajaran Musim Ini

Pelajaran Musim Ini

Selebrasi pemain AC Milan, Matteo Gabbia saat mealwan Genoa di lanjutan Liga Italia, 9 Januari 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Hasil ini membuat Milan kini tertinggal tiga poin dari rival sekota mereka, Inter, yang nyaman di puncak klasemen Serie A hingga pekan ke-19 musim 2025-26.

Allegri mengingatkan bahwa target utama tim adalah finis di empat besar, dan hal itu mustahil dicapai jika mentalitas "belum matang" ini terus dipelihara. Ia meminta para pemain untuk mengambil sisi positif namun tetap realistis bahwa mereka beruntung tidak kalah.

"Ini adalah pelajaran tentang kedewasaan jika kami ingin mencapai tujuan kami, yaitu finis di empat besar. Kami harus berbenah," tegas pelatih berpengalaman tersebut.

Mengenai hasil akhir, Allegri mencoba bersikap filosofis meski tak bisa menyembunyikan kekecewaannya gagal menang di kandang.

"Dalam sepak bola, Anda mengambil apa pun hasil yang diberikan kepada Anda," ucapnya. "Sayang sekali kami tidak bisa menang di kandang, kami mencoba menembak berkali-kali, tetapi itu tidak membantu. Faktanya, kami beruntung karena kami bisa saja kalah."

3 dari 3 halaman

Pujian untuk Rafael Leao

Pujian untuk Rafael Leao

Selebrasi pemain AC Milan, Rafael Leao saat mencetak gol ke gawang Genoa di lanjutan Liga Italia, 9 Januari 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Sorotan khusus juga diberikan kepada Rafael Leao. Sang penyerang sayap menjadi juru selamat lewat gol telatnya, meski secara fisik belum berada dalam kondisi 100 persen.

Allegri mengakui bahwa bintang asal Portugal itu sebenarnya bisa melakukan lebih baik dalam beberapa situasi open play. Namun, insting tajam Leao tetap menjadi pembeda di saat krusial.

"Dia (Leao) tidak dalam kondisi terbaiknya saat ini, tetapi dia selalu ada dalam permainan dan tetap mencetak gol pada akhirnya," puji Allegri.

Kini, Milan harus segera melupakan hasil minor ini dan menatap laga selanjutnya. Allegri memastikan hampir seluruh pemainnya akan tersedia untuk lawatan berat ke Florence menghadapi Fiorentina.

"Kami harus tetap tenang menghadapi siapa pun. Kami akan siap," pungkasnya.