AC Milan: Perubahan Formasi yang Justru Membuka Celah Besar di Lini Belakang

AC Milan: Perubahan Formasi yang Justru Membuka Celah Besar di Lini Belakang
Para pemain AC Milan tampak lesu setelah kemasukan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Milan, Italia, Sabtu, 11 April 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Laga Milan vs Udinese menjadi malam yang sulit bagi AC Milan di San Siro. Kekalahan telak 0-3 membuat harapan mereka terguncang di fase krusial musim.

Sejak awal, Milan mencoba pendekatan baru dengan perubahan formasi dari 3-5-2 ke 4-3-3. Namun, alih-alih memberi dampak positif, strategi itu justru membuka celah besar di lini belakang.

Udinese memanfaatkan situasi tersebut dengan efektif. Mereka unggul dua gol di babak pertama dan terus menekan hingga peluit akhir.

Milan Kehilangan Keseimbangan

Milan Kehilangan Keseimbangan

Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri menyaksikan pertandingan pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Milan, Italia, Sabtu, 11 April 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Perubahan taktik yang diharapkan memberi energi baru justru berujung sebaliknya. Milan terlihat kehilangan keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan.

Gol pertama lahir dari situasi tak menguntungkan setelah bola mengenai pemain sendiri. Tekanan terus berlanjut hingga gol kedua tercipta lewat sundulan tajam di dalam kotak penalti.

Di babak kedua, Udinese menambah keunggulan melalui aksi Arthur Atta. Gol tersebut mempertegas dominasi tim tamu sepanjang pertandingan.

Milan Terlalu Terburu-buru

Milan Terlalu Terburu-buru

Pemain AC Milan Adrien Rabiot (kiri) dan pemain Udinese Nicolo Zaniolo berebut bola pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Milan, Italia, Sabtu, 11 April 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Samuele Ricci mengakui timnya tampil di bawah standar. Ia menilai permainan Milan terlalu terburu-buru saat menguasai bola.

“Ini bukan pertandingan yang mudah dianalisis. Kami terlalu terburu-buru dalam penguasaan bola dan itu membuat kami rentan terhadap serangan balik,” ujar Ricci.

Ia juga menambahkan bahwa tim gagal menunjukkan sinyal kebangkitan. “Malam yang harus dilupakan, kami harus kembali bekerja keras dan fokus pada diri sendiri,” lanjutnya.

Ricci menyinggung kondisi mental tim yang ikut terpengaruh jalannya laga. Ia menilai situasi pertandingan membuat Milan kehilangan keteraturan lebih cepat.

Milan dalam Situasi yang Cukup Rawan

Milan dalam Situasi yang Cukup Rawan

Pemain AC Milan Rafael Leao (kiri) dan pemain Udinese Thomas Thiesson Kristensen berebut bola pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Milan, Italia, Sabtu, 11 April 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Kekalahan dalam laga Milan vs Udinese ini berpotensi memangkas jarak poin dengan posisi kelima. Situasi tersebut bisa mempersulit langkah Milan dalam perebutan tiket kompetisi Eropa.

Ricci menilai hasil ini sangat mengecewakan bagi tim dan pendukung. Namun, ia menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk bangkit adalah segera fokus ke pertandingan berikutnya.

Ia juga menggarisbawahi peluang yang gagal dimaksimalkan. Menurutnya, jika satu momen penting berbuah gol, arah pertandingan bisa berubah.

“Jika peluang itu masuk, mungkin ceritanya berbeda. Namun, kami memang kurang dibandingkan laga-laga sebelumnya,” tutupnya.

Sumber: Sempre Milan

Klasemen