Analisis Kekalahan Milan dari Lazio: Absennya Rabiot Jadi Titik Lemah Rossoneri

Analisis Kekalahan Milan dari Lazio: Absennya Rabiot Jadi Titik Lemah Rossoneri
Gustav Isaksen mencetak gol pembuka timnya melewati Mike Maignan dalam laga Serie A antara Lazio vs Milan di Stadio Olimpico, 16 Maret 2026 (c) AP Photo/Andrew Medichin

Bola.net - AC Milan harus menelan kekalahan yang dinilai pantas saat menghadapi Lazio di Stadion Olimpico. Hasil tersebut membuat jarak Rossoneri dengan Inter di puncak klasemen melebar menjadi delapan poin.

Pertandingan itu juga memperlihatkan sejumlah masalah dalam permainan tim asuhan Massimiliano Allegri. Sejak awal laga, Milan kesulitan menjaga keseimbangan permainan, terutama ketika menghadapi serangan balik lawan.

Situasi ini memunculkan analisis baru mengenai peran penting Adrien Rabiot di dalam tim. Ketidakhadirannya dalam pertandingan tersebut disebut sebagai salah satu faktor yang sangat memengaruhi performa Milan.

Allegri Soroti Masalah Besar di Babak Pertama

Allegri Soroti Masalah Besar di Babak Pertama

Christopher Nkunku mencoba melepaskan tembakan di laga Lazio vs AC Milan, Senin (16/3/2026) (c) AP Photo/Andrew Medichini

Allegri sendiri memberikan gambaran jelas mengenai apa yang terjadi dalam pertandingan tersebut. Ia menilai Milan terlalu sering membiarkan Lazio melancarkan serangan balik sepanjang babak pertama.

“Kami mendapati lebih banyak serangan balik di babak pertama daripada sepanjang musim liga kami berjalan,” kata Allegri kepada DAZN setelah pertandingan.

Babak pertama memang menjadi periode yang sangat sulit bagi Milan. Tanpa keseimbangan yang biasanya diberikan oleh Rabiot di lini tengah, pertahanan Rossoneri beberapa kali terbuka oleh pergerakan Mattia Zaccagni dan Gustav Isaksen.

Kedua pemain itu mendapat dukungan dari Dele Bashiru dan Taylor, yang membantu memanfaatkan celah di lini tengah Milan. Situasi tersebut membuat lini belakang Milan kesulitan menghadapi tekanan tanpa perlindungan yang memadai dari sektor tengah.

Statistik Tegaskan Pentingnya Rabiot bagi Milan

Statistik Tegaskan Pentingnya Rabiot bagi Milan

Pemain AC Milan Adrien Rabiot berebut bola dengan pemain Lecce Ylber Ramadani pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Lecce di Milan, Italia, Minggu, 18 Januari 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Statistik musim ini menunjukkan betapa besar pengaruh Rabiot terhadap performa Milan. Ketika gelandang asal Prancis itu menjadi starter, Rossoneri mencatat rata-rata 2,35 poin per pertandingan.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa Milan mampu tampil sebagai penantang serius dalam perburuan Scudetto. Namun ketika Rabiot tidak bermain, rata-rata poin Milan turun tajam menjadi 1,62 poin per laga.

Absennya Rabiot memaksa Allegri memikirkan beberapa alternatif saat menghadapi Lazio. Samuele Ricci sempat menjadi kandidat utama, tetapi pada akhirnya Allegri memilih Jashari untuk mengisi posisi tersebut.

Keputusan itu tidak memberikan hasil yang diharapkan. Minimnya opsi yang benar-benar bisa menggantikan peran Rabiot menjadi salah satu masalah besar yang harus diselesaikan klub, terutama jika melihat rencana jangka panjang tim.

Dampak Taktis Terhadap Leao dan Pulisic

Masalah Milan tidak hanya berhenti pada absennya Rabiot. Kekalahan di Olimpico juga memunculkan ketegangan di dalam tim, terutama setelah Rafael Leao menunjukkan kekecewaannya saat ditarik keluar dari lapangan.

Pemain asal Portugal itu terlihat kesal dengan keputusan pergantian pemain dan sempat terlibat perdebatan dengan Allegri. Reaksi tersebut berkaitan dengan perubahan peran yang ia jalani setelah cedera yang dialami Gimenez.

Leao sebelumnya ditempatkan sebagai penyerang tengah, meski sebenarnya ia lebih nyaman bermain di posisi lain. Meskipun telah mencetak sembilan gol liga musim ini, peran tersebut disebut bukan posisi yang paling sesuai baginya.

Di sisi lain, Christian Pulisic juga mengalami periode sulit. Selain masalah fisik, pemain Amerika Serikat itu disebut menghadapi kesulitan taktis karena ia lebih efektif bermain di sekitar penyerang tengah murni seperti Fullkrug, bukan Leao.