Cesc Fabregas Akui Pernah Digoda Klub Besar Italia, Tapi Memilih Setia pada Como, Mengapa?

Cesc Fabregas Akui Pernah Digoda Klub Besar Italia, Tapi Memilih Setia pada Como, Mengapa?
Pelatih Como, Cesc Fabregas. (c) Fabrizio Corradetti/LaPresse via AP

Bola.net - Cesc Fabregas menegaskan loyalitasnya bersama Como meski sempat mendapatkan godaan dari klub besar Italia. Ia merasa proyek yang sedang dibangunnya saat ini sangat spesial dan membanggakan.

Performa Como di bawah asuhannya memang sedang menanjak drastis musim ini. Tim asuhannya kini bersaing ketat di papan atas demi jatah Liga Champions. Hasil positif ini membuat namanya mulai diperbincangkan banyak pihak.

Tidak hanya di liga, Como juga berhasil menembus babak semifinal Coppa Italia. Keberhasilan ini membuat banyak klub Serie A mulai melirik talenta manajerialnya secara serius.

Namun, Fabregas secara terbuka menepis kemungkinan untuk hengkang dalam waktu dekat. Ia mengaku sudah jatuh cinta dengan visi klub tersebut. Baginya, Como sudah seperti rumah sendiri.

Godaan Klub Raksasa Serie A

Kabar ketertarikan klub-klub besar terhadap Fabregas sebenarnya bukan rahasia lagi. Ia santer dikaitkan dengan posisi pelatih di Inter Milan dan AS Roma tahun lalu.

Inter akhirnya memilih Cristian Chivu, sementara Roma menunjuk Gian Piero Gasperini setelah Como menahan Fabregas. Keputusan tersebut terbukti tepat karena Como terus berkembang pesat di tangan legenda Spanyol ini.

"Itu sepertinya sangat tidak mungkin, karena saya sangat terlibat dan terikat dengan Como," ujar Cesc Fabregas.

"Benar bahwa saya dihubungi tahun lalu, tetapi saya memutuskan bertahan karena mencintai klub ini. Saya sangat senang dengan apa yang bisa saya lakukan dan apa yang kami capai di Como," tambahnya.

Proyek Ambisius dan Gairah Melatih

Fabregas menegaskan bahwa pilihannya bertahan bukan semata-mata karena urusan kontrak profesional saja. Ia merasa proyek Como memiliki nilai emosional yang sangat mendalam bagi kelanjutan kariernya.

Mantan pemain Barcelona ini bekerja berdasarkan gairah besar untuk menciptakan sesuatu yang baru. Baginya, melihat perkembangan Como adalah kepuasan batin yang sangat luar biasa.

"Proyek ini sangat penting bagi saya. Saya tidak ingin tampak sombong, tetapi saya melakukan pekerjaan ini murni karena gairah, jadi saya perlu merasa bisa melakukan sesuatu yang baru," tutur Cesc Fabregas.

"Saya sangat senang dengan apa yang bisa saya lakukan dan apa yang kami capai di Como," tegasnya lagi.

Penghargaan Bergengsi Trofeo Bearzot

Dedikasi Fabregas membuahkan hasil manis lewat penghargaan Trofeo Bearzot yang baru saja ia raih. Penghargaan ini diberikan atas kinerjanya yang dianggap luar biasa di level manajemen tim.

Trofeo Bearzot diambil dari nama pelatih legendaris Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982 silam. Fabregas merasa sangat terhormat namanya kini bersanding dengan para tokoh hebat dalam sejarah sepak bola.

"Saat mereka memberi tahu saya memenangkan penghargaan ini, saya langsung mempelajari sejarah Bearzot. Ini adalah penghargaan untuk kota, pemilik, dan seluruh klub," ungkap Cesc Fabregas.

"Kami adalah sebuah keluarga, saya sungguh-sungguh dengan itu, dan merasa terhormat menerima penghargaan ini," pungkasnya.

Masa depan Como di bawah kendali Fabregas kini tampak semakin cerah. Skuad asuhannya terus membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap di kasta tertinggi Italia. Dukungan penuh dari manajemen dan loyalitas sang pelatih menjadi modal utama mereka untuk terus mengukir sejarah baru.