FOLLOW US:


Cristiano Ronaldo Gagal Penalti, Maurizio Sarri: Ah, Cuma Kurang Beruntung

13-06-2020 08:52

 | Yaumil Azis

Cristiano Ronaldo Gagal Penalti, Maurizio Sarri: Ah, Cuma Kurang Beruntung
Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, melakukan reaksi dalam laga leg kedua semi-final Coppa Italia kontra AC Milan hari Sabtu (13/6/2020). © AP Photo

Bola.net - Di luar dugaan, Cristiano Ronaldo gagal dalam melakukan eksekusi penalti kala Juventus bertemu dengan AC Milan. Momen itu sendiri dipandang sebagai ketidakberuntungan oleh sang pelatih, Maurizio Sarri.

Juventus berhadapan dengan Milan dalam laga leg kedua babak semi-final Coppa Italia, Sabtu (13/6/2020). Partai yang berjalan sengit tersebut berkesudahan dengan skor imbang 0-0.

Beruntung buat Juventus yang bertindak selaku tuan rumah, mereka tetap dinyatakan lolos ke babak final. Sebab mereka sudah mengantongi satu gol tandang yang diciptakan pada pertemuan pertama.

Momen menarik dari laga kali ini berkaitan dengan Ronaldo. Biasanya, ia tidak menemui kesulitan berarti saat diberikan tugas menjadi eksekutor penalti. Namun kali ini ia gagal menuntaskan tanggung jawab tersebut.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

Cuma Kurang Beruntung

Namun Maurizio Sarri tidak menunjukkan rasa kekecewaan atas kegagalan pria asal Portugal tersebut. Ia bahkan hanya menganggapnya sepele dan mengatakan bahwa Ronaldo sedang tidak beruntung.

"Saya meminta Ronaldo untuk mengambil peran yang lebih ke tengah, dia sangat senang mencobanya dan dia bermain sesuai yang ia butuhkan pada saat ini," ujar Sarri kepada Rai Sport usai pertandingan.

"Dia mungkin tidak terbiasa gagal melakukan penalti, jadi mengenai sisi dalam tiang gawang bisa membuat bola ke mana saja dan dia sedang tidak beruntung," lanjutnya.

2 dari 2

Peran Berbeda Ronaldo

Dengan peran barunya, Ronaldo tampak lebih jauh dari gawang hingga kesulitan untuk menjebol gawang Milan. Namun Sarri tidak melihat peran tersebut membatasi kekuatan seorang Ronaldo.

"Saya tidak merasa kalau memainkan dia beberapa meter lebih jauh bisa memberikan perbedaan yang sangat besar kepada pemain yang kuat seperti dia," tambahnya.

"Semuanya bermain dengan kuat pada 30 menit pembukaan pertandingan dan kemudian menghilang begitu saja," tutup mantan pelatih Chelsea tersebut.

Kini, Juventus tinggal menanti calon lawannya di babak final. Partai puncak tersebut akan digelar pada 17 Juni mendatang di stadion ibukota Italia, yakni Olimpico Roma.

(Football Italia)