Curva Sud Milan Gelar Protes di Laga AC Milan vs Atalanta, Igli Tare: Hak Mereka

Curva Sud Milan Gelar Protes di Laga AC Milan vs Atalanta, Igli Tare: Hak Mereka
Protes Milanisti pada Giorgio Furlani di laga AC Milan vs Atalanta, Senin (11/5/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Atmosfer panas menyelimuti San Siro saat AC Milan menjamu Atalanta pada pekan ke-36 Liga Italia 2025/2026, Senin (11/05/2026) dini hari WIB. Laga yang seharusnya menjadi kesempatan Rossoneri menjaga asa justru berubah menjadi malam penuh tekanan.

Sebelum pertandingan dimulai, Curva Sud Milan sudah melancarkan protes keras kepada manajemen klub. CEO Giorgio Furlani menjadi salah satu sasaran utama kemarahan suporter bersama sejumlah petinggi klub lainnya.

Situasi makin memburuk ketika Milan tertinggal tiga gol sebelum laga memasuki menit ke-60. Banyak suporter memilih meninggalkan stadion lebih awal sebagai bentuk kekecewaan terhadap performa tim dan kondisi klub saat ini.

Meski sempat bangkit di akhir pertandingan lewat gol Strahinja Pavlovic dan penalti Christopher Nkunku, Milan tetap gagal menghindari kekalahan. Di tengah suasana panas itu, direktur klub Igli Tare akhirnya memberikan tanggapannya terkait aksi protes para ultras.

Kata Tare Soal Protes Ultras Milan

Kata Tare Soal Protes Ultras Milan

Bek AC Milan Strahinja Pavlovic mencetak gol di laga lawan Atalanta, Senin (11/05/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Kekalahan dari Atalanta membuat tekanan terhadap Milan semakin besar di penghujung musim. Curva Sud bahkan sebelumnya merilis pernyataan keras yang menyerang berbagai pihak di internal klub.

Tak hanya itu, muncul pula petisi yang menyerukan pemecatan CEO Giorgio Furlani. Petisi tersebut dikabarkan telah mengumpulkan ribuan tanda tangan dari para pendukung Rossoneri.

Tare memahami kemarahan para suporter dan menilai demonstrasi tersebut merupakan hak mereka. Namun, ia juga mengakui bahwa situasi itu memberikan dampak psikologis terhadap kondisi tim di lapangan.

“Para penggemar berhak untuk berdemonstrasi dan mengekspresikan keyakinan mereka. Saya melihatnya lebih sebagai masalah psikologis bagi tim, yang telah kehilangan sebagian ketenangan yang dimilikinya dalam beberapa bulan sebelumnya, tetapi yang terpenting sejak kami tersingkir dari persaingan untuk posisi pertama, itu telah menguras energi kami,” tuturnya pada DAZN, via Football Italia.

“Hal terpenting sekarang adalah tetap tenang, mampu menerima kritik, tetapi juga bereaksi dan mencapai target kita. Itu akan memberi kita langkah maju menuju masa depan," seru Tare.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 17 Mei 2026
Genoa Genoa
20:00 WIB
AC Milan AC Milan
Serie A Serie A | 17 Mei 2026
Atalanta Atalanta
20:00 WIB
Bologna Bologna

Tare Santai Hadapi Rumor Pemecatan dan Masa Depan Allegri

Tare Santai Hadapi Rumor Pemecatan dan Masa Depan Allegri

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri di laga melawan Atalanta, 11 Mei 2026 pada lanjutan Serie A. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Di tengah tekanan besar dari suporter, masa depan Igli Tare dan Massimiliano Allegri ikut menjadi sorotan. Padahal, keduanya baru bergabung dengan Milan pada awal musim ini.

Sejumlah laporan di Italia menyebut manajemen sedang mempertimbangkan perubahan besar setelah hasil buruk yang diraih Rossoneri. Nama Tare dan Allegri disebut-sebut masuk dalam evaluasi klub untuk musim depan.

Meski begitu, Tare menegaskan dirinya belum menerima sinyal apa pun terkait kemungkinan pemecatan. Ia mengaku masih fokus penuh membantu Milan menyelesaikan musim sebaik mungkin.

“Hal terpenting sekarang adalah tetap tenang, mampu menerima kritik, tetapi juga bereaksi dan mencapai target kita. Itu akan memberi kita langkah maju menuju masa depan.”

“Jujur saja, saya belum menerima sinyal apa pun dari klub. Saya sepenuhnya berkonsentrasi pada pekerjaan saya, karena jika kami mencapai target yang kami tetapkan di awal musim, maka kami akan berhasil. Semua hal lainnya, spekulasi dan tekanan, itu bagian dari pekerjaan dan Anda harus mampu mengatasinya. Itu tidak penting bagi saya, yang penting adalah memiliki mentalitas yang tepat untuk menghadapi dua pertandingan tersisa," serunya.