Derbi Panas Berakhir Dramatis! 6 Pelajaran Penting dari Kemenangan Tipis AC Milan atas Inter

Derbi Panas Berakhir Dramatis! 6 Pelajaran Penting dari Kemenangan Tipis AC Milan atas Inter
Sejumlah pemain terlibat adu argumen dalam pertandingan Serie A antara AC Milan melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Kemenangan penting diraih AC Milan saat menjamu rival sekota Inter Milan pada pekan ke-28 Serie A 2025/2026. Bermain di San Siro, Senin (09/03/2026), Rossoneri menang tipis 1-0 dalam laga derbi yang berjalan ketat.

Gol semata wayang dalam pertandingan itu lahir dari sosok yang tak banyak diprediksi sebelumnya. Bek kiri Pervis Estupinan mencetak gol spektakuler yang akhirnya menjadi pembeda di laga tersebut.

Hasil ini bukan sekadar kemenangan derbi biasa bagi Milan. Tiga poin tersebut juga memotong jarak di papan atas klasemen sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Inter yang telah bertahan selama 15 pertandingan.

Selain hasilnya yang krusial, laga ini juga menghadirkan sejumlah pelajaran menarik bagi Milan. Dari munculnya pahlawan tak terduga hingga kokohnya lini tengah, ada banyak aspek yang patut diperhatikan dari performa Rossoneri.

Kejutan dari Pervis Estupinan

Kejutan dari Pervis Estupinan

Pervis Estupinan merayakan gol pembuka AC Milan dalam pertandingan Serie A melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026) (c) AP Photo/Luca Bruno

Nama Pervis Estupinan mungkin bukan pemain yang paling banyak disorot dalam skuad Milan musim ini. Bek asal Ekuador itu bahkan sempat kesulitan mempertahankan tempatnya di tim utama setelah kalah bersaing dengan Davide Bartesaghi.

Namun dalam laga sebesar derbi melawan Inter, Estupinan justru tampil sebagai pembeda. Ia memanfaatkan umpan terobosan dari Youssouf Fofana sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang yang tak mampu dihentikan kiper lawan.

Gol tersebut menjadi momen penting yang mengubah arah pertandingan. Milan mendapatkan momentum, sementara Inter dipaksa bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan.

Setelah mencetak gol, Estupinan juga tetap disiplin dalam bertahan. Ia membantu lini belakang Milan menahan tekanan Inter hingga peluit panjang berbunyi.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 16 Maret 2026
Lazio Lazio
02:45 WIB
AC Milan AC Milan
Serie A Serie A | 14 Maret 2026
Inter Milan Inter Milan
21:00 WIB
Atalanta Atalanta

De Winter Tunjukkan Perkembangan Pesat

De Winter Tunjukkan Perkembangan Pesat

Pemain AC Milan, Koni De Winter (kiri), merayakan gol pembuka bersama Fikayo Tomori dalam pertandingan Serie A, Senin (26/1/2026). (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Salah satu cerita menarik lainnya datang dari bek muda Koni De Winter. Pemain Belgia berusia 23 tahun itu awalnya sempat kesulitan beradaptasi ketika pertama kali bergabung dengan Milan.

Namun perlahan ia mulai menemukan ritme permainan yang tepat. Cedera beberapa bek utama memberi kesempatan baginya untuk tampil lebih sering di starting XI.

Dalam derbi ini, De Winter menunjukkan performa yang sangat solid. Ia mencatat lima sapuan bola, lima perebutan bola, tiga blok tembakan, serta dua intersepsi yang membantu Milan menjaga clean sheet.

Selain itu, akurasi umpannya juga mencapai 87 persen. Ia bahkan tampil dominan dalam duel udara dan membuat penyerang Inter kesulitan menciptakan ancaman berarti.

Modric dan Rabiot Jadi Kunci Keseimbangan Milan

Modric dan Rabiot Jadi Kunci Keseimbangan Milan

Pemain AC Milan, Luka Modric, melepaskan tembakan dalam pertandingan Serie A antara AC Milan melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Lini tengah Milan kembali menunjukkan peran krusial dalam laga ini. Duet Luka Modric dan Adrien Rabiot menjadi fondasi permainan tim sepanjang pertandingan.

Modric tampil tenang dan berpengalaman ketika menguasai bola. Ia mampu menjaga ritme permainan Milan sekaligus membantu tim keluar dari tekanan.

Di sisi lain, Rabiot bekerja keras dalam duel-duel fisik di lini tengah. Gelandang Prancis itu kerap memenangkan pelanggaran serta menjaga bola dengan baik di bawah tekanan pemain Inter.

Ketika Milan mulai bertahan lebih dalam pada babak kedua, keduanya tetap berperan penting. Mereka menutup ruang dan jalur umpan sehingga Inter kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Solidnya kedua pemain ini bahkan sampai membuat Nicolo Barella frustrasi. Ia terlihat beberapa kali berteriak kesal di tengah lapangan,

Saelemaekers Menangi Duel Lawan Dimarco

Saelemaekers Menangi Duel Lawan Dimarco

Pemain AC Milan, Alexis Saelemaekers (kiri), berebut bola dengan pemain Inter Milan, Alessandro Bastoni dalam pertandingan Serie A, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Salah satu alasan Inter Milan bisa jadi penguasa klasemen adalah Federico Dimarco. Bek sayap kiri itu merupakan salah satu pemain terbaik Italia saat ini.

Ia banyak berkontribusi atas gol yang diciptakan Inter, termasuk pada musim 2025/2026 ini. Sebelum melawan Milan, ia mencatatkan total tujuh gol dan 15 assist dari 36 laga di semua ajang kompetisi.

Empat assist di antaranya di laga lawan Sassuolo (3) dan Juventus (1). Namun saat melawan Milan, Dimarco tak berkutik.

Ia berhasil dimatikan oleh Alexis Saelemaekers. Pemain asal Belgia itu memang jadi kurang berkontribusi dalam menyerang namun di sisi lain dalam bertahan ia menetralkan segala ancaman dari Dimarco.

Bisa dikatakan, Saelemaekers juga merupakan salah satu aktor kemenangan Milan atas Inter di derby della Madonnina.

Duet Leao-Pulisic Masih Belum Sepenuhnya Nyambung

Duet Leao-Pulisic Masih Belum Sepenuhnya Nyambung

Rafael Leao (kanan) dari AC Milan berebut bola dengan pemain Inter Milan, Yann Bisseck, dalam laga Serie A, Minggu (8/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Di lini depan, Milan kembali mempercayakan duet Rafael Leao dan Christian Pulisic. Namun chemistry keduanya masih belum benar-benar terlihat sepanjang pertandingan.

Leao sebenarnya terlibat dalam proses gol Milan. Ia mengawali serangan dengan memberikan bola kepada Fofana sebelum tercipta assist untuk Estupinan.

Meski demikian, kontribusi ofensifnya secara keseluruhan masih terbatas dan ia juga membuang dua peluang secara percuma. Leao juga lebih banyak membantu tugas bertahan ketika Milan memilih bermain lebih dalam pada babak kedua.

Pulisic sendiri cukup aktif di babak pertama tetapi beberapa kali melakukan kesalahan. Walau begitu, pemain Amerika Serikat tersebut tetap bekerja keras menutup ruang dan membantu pertahanan tim.

Allegri Layak Mendapat Dukungan Lebih Besar

Allegri Layak Mendapat Dukungan Lebih Besar

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Kemenangan ini juga menjadi bukti lain dari perkembangan Milan di bawah arahan Massimiliano Allegri. Hanya dalam waktu kurang dari satu musim, ia berhasil membawa tim bersaing di papan atas klasemen.

Musim lalu Milan finis di posisi kedelapan. Kini Rossoneri berada di posisi kedua dan tetap menjaga peluang dalam perburuan gelar hingga memasuki bulan Maret.

Menariknya, Allegri mampu mencapai hasil tersebut tanpa mendapatkan semua target transfer yang diinginkannya. Ia memaksimalkan pemain yang ada dan meningkatkan level kolektif tim secara signifikan.

Selain itu, Milan juga kembali menunjukkan ketangguhan dalam laga besar. Mereka berhasil mengalahkan Inter dua kali musim ini tanpa kebobolan satu gol pun.

Musim panas nanti, manajemen Milan perlu memberikan dukungan lebih besar pada Allegri untuk merekrut pemain yang ia inginkan. Dengan demikian Rossoneri bisa tetap bersaing di Serie A sekaligus di Liga Champions.