
Bola.net - CEO AC Milan, Adriano Galliani, kembali meminta agar teknologi garis gawang alias Goal Line Technology diterapkan di kompetisi Serie A.
Permintaan Galliani tersebut terlontar setelah melihat terjadinya kontroversi di laga AS Roma kontra Udinese. Laga yang dimenangkan oleh Roma dengan skor 0-1 itu ramai diperbincangkan di media Italia. Pasalnya, gol yang dicetak gol Davide Astori itu dinilai tak sah karena bola belum sepenuhnya melewati garis gawang.
"Terlalu mudah untuk membicarakannya saat ini. Saya tak mengerti mengapa ada orang-orang yang tak menginginkan pemakaian teknologi tersebut. Saya sering melihat contohnya di olahraga tenis, yang memakai teknologi HawkEye sejak 2006. Sungguh mengagumkan Anda bisa melihat HawkEye dan hal itu akan mengatakan pada Anda apakah bola sudah melewati garis atau tidak, dan semua cabang olahraga sekarang bisa memakai teknologi tersebut," bebernya seperti dilansir Football Italia.
"Tentu saja wasit harus memiliki pertimbangannya sendiri. Namun ketika sudah berhubungan dengan masalah gawang, kita membutuhkan sebuah alat untuk mengatakan pada kami apakah bola sudah melewati garis atau belum. Teknologi itu sudah ada di Inggris, Jeman akan memilikinya tahun depan. Saya rasa kita akan memakai teknologi itu setelah tahun depan," tutupnya.
Galliani sendiri sebelumnya juga sudah pernah menyerukan pemakaian teknologi tersebut. Desakan Galliani itu terlontar usai insiden tak disahkannya gol Adil Rami ke gawang Udinese di bulan Desember lalu. [initial]
(foti/dim)
Permintaan Galliani tersebut terlontar setelah melihat terjadinya kontroversi di laga AS Roma kontra Udinese. Laga yang dimenangkan oleh Roma dengan skor 0-1 itu ramai diperbincangkan di media Italia. Pasalnya, gol yang dicetak gol Davide Astori itu dinilai tak sah karena bola belum sepenuhnya melewati garis gawang.
"Terlalu mudah untuk membicarakannya saat ini. Saya tak mengerti mengapa ada orang-orang yang tak menginginkan pemakaian teknologi tersebut. Saya sering melihat contohnya di olahraga tenis, yang memakai teknologi HawkEye sejak 2006. Sungguh mengagumkan Anda bisa melihat HawkEye dan hal itu akan mengatakan pada Anda apakah bola sudah melewati garis atau tidak, dan semua cabang olahraga sekarang bisa memakai teknologi tersebut," bebernya seperti dilansir Football Italia.
"Tentu saja wasit harus memiliki pertimbangannya sendiri. Namun ketika sudah berhubungan dengan masalah gawang, kita membutuhkan sebuah alat untuk mengatakan pada kami apakah bola sudah melewati garis atau belum. Teknologi itu sudah ada di Inggris, Jeman akan memilikinya tahun depan. Saya rasa kita akan memakai teknologi itu setelah tahun depan," tutupnya.
Galliani sendiri sebelumnya juga sudah pernah menyerukan pemakaian teknologi tersebut. Desakan Galliani itu terlontar usai insiden tak disahkannya gol Adil Rami ke gawang Udinese di bulan Desember lalu. [initial]
Baca Juga:
- Gagal di La Liga, Cerci Tak Salahkan Simeone
- Cerci Minta Milan Segera Bangkit Usai Ditekuk Sassuolo
- Kontra Torino, Cerci Haramkan Selebrasi
- Cerci Akui Tolak Inter Demi Milan
- Galliani Optimis De Jong Bertahan di Milan
- Pindah ke Milan, Cerci Merasa Lega
- Cerci: Tujuan Saya Adalah Milan
- Setelah Menumbangkan Milan, Kontrak Zaza Diperpanjang
- Digebuk Sassuolo di San Siro, Poli Kecewa Berat
- Highlights Serie A: AC Milan 1-2 Sassuolo
- Highlights Serie A: Udinese 0-1 AS Roma
- Review: Taklukkan Udinese, Roma Samai Poin Juventus
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 6 Juni 2026 16:05Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
BERITA LAINNYA
-
italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
-
italia 4 Juni 2026 14:21Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
-
Liputan6 6 Juni 2026 14:53Saat Otoritas Ekonomi Bergerak di Tengah Gejolak Rupiah
-
Liputan6 6 Juni 2026 14:22
Serapan Kuota Haji Khusus 2026 Capai Rekor, Tersisa 69 Kuota
MOST VIEWED
Setelah Man City dan Chelsea, Kini Barcelona jadi Peminat Terdepan Andrea Cambiaso, Berapa Harganya?
Dusan Vlahovic Tinggalkan Juventus, Chiellini Isyaratkan Karier Baru di Luar Italia
Mengapa Kenan Yildiz Mau Tinggalkan Bayern Munchen dan Memilih Juventus?
Dusan Vlahovic Pergi Gratis, Juventus Jajaki Alexander Sorloth jadi Pengganti
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7902225/original/067643200_1780732416-IMG_2963.jpg)
