Gasperini Menolak Salaman di Laga Como vs Roma, Fabregas: Menang atau Kalah Harus Tetap Sportif!

Gasperini Menolak Salaman di Laga Como vs Roma, Fabregas: Menang atau Kalah Harus Tetap Sportif!
Pelatih Como, Cesc Fabregas memberikan instruksi di laga melawan AC Milan, 19 Februari 2026. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bola.net - Cesc Fabregas meluapkan kekecewaannya setelah kemenangan dramatis Como atas AS Roma. Penyebabnya bukan hasil pertandingan, melainkan sikap pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, yang menolak berjabat tangan usai laga.

Insiden itu terjadi setelah Como menang tipis 2-1 di Stadio Sinigaglia. Saat peluit akhir berbunyi, Gasperini langsung menuju lorong stadion tanpa menyapa pelatih lawan. Sikap tersebut mengejutkan banyak pihak di lapangan.

Fabregas menilai tindakan itu tidak mencerminkan semangat sportivitas. Menurutnya, rasa hormat tetap harus dijaga, apa pun hasil pertandingan.

Meski begitu, ia tetap menyoroti sisi positif timnya. Kemenangan ini memperkuat posisi Como di papan atas klasemen sekaligus menunjukkan perkembangan tim yang konsisten.

Tegang di Pinggir Lapangan

Perilaku Gasperini menjadi sorotan utama setelah pertandingan. Fabregas menegaskan bahwa berjabat tangan merupakan bentuk respek dasar dalam sepak bola profesional.

Baginya, kekalahan yang menyakitkan pun tidak boleh menghapus etika tersebut.

“Dalam dua tahun, saya rasa tidak ada satu pun kesempatan di mana saya tidak menjabat tangan kolega,” ujar Cesc Fabregas kepada TuttoMercatoWeb.

Fabregas mengaku sempat mencoba menyapa Gasperini di dekat lorong stadion. Namun, upayanya tidak mendapat respons dari kubu Roma.

“Saya pikir ini soal respek. Setelah pertandingan, Anda berjabat tangan, bahkan ketika Anda kalah dalam situasi yang terasa tidak adil,” tambahnya.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 23 Maret 2026
AS Roma AS Roma
00:00 WIB
Lecce Lecce
Serie A Serie A | 22 Maret 2026
Como Como
18:30 WIB
Pisa Pisa

Identitas Kuat Como

Di luar insiden itu, Fabregas memuji penampilan timnya. Como bermain berani sejak awal dan mampu meredam tekanan Roma.

Menurutnya, kemenangan ini lahir dari proses panjang yang terus dibangun tim. Seiring waktu, kerja sama antar pemain mulai terbentuk dengan lebih solid.

“Anda bisa menyebut kemenangan ini epik, tetapi harganya mahal. Pertandingan ini sangat intens,” kata Fabregas.

Ia menegaskan bahwa karakter pemain menjadi kekuatan utama Como musim ini. Keberanian dan rasa percaya diri membuat timnya mampu bersaing di papan atas.

“Mempelajari cara menghadapi pertandingan dan hasil adalah soal soliditas, keberanian, dan kepercayaan,” tutup mantan pemain Barcelona tersebut.