
Bola.net - Juventus menunjukkan daya juang tinggi saat bertamu ke markas AS Roma pada lanjutan Serie A. Tim asuhan Luciano Spalletti itu sempat tertinggal 1-3 sebelum akhirnya berhasil memaksakan hasil imbang di menit-menit akhir pertandingan.
Francisco Conceicao menjadi aktor penting lewat gol tendangan voli yang bersarang di pojok atas gawang Roma. Meski hanya meraih satu poin, pemain asal Portugal itu merasa timnya menunjukkan performa yang jauh lebih baik daripada sekadar hasil seri.
"Itu adalah gol yang bagus, tapi saya jauh lebih senang dengan apa yang kami lakukan setelah tertinggal 3-1, karena saat itu situasi jauh lebih sulit," ungkap Francisco Conceicao.
"Tim bekerja sangat keras, dan saya merasa jika ada tim yang pantas menang, maka itu adalah kami, karena kami memiliki beberapa peluang yang sangat jelas," lanjutnya.
Ambisi Menuju Level Tertinggi

Gol ke gawang Roma tersebut merupakan koleksi keempat Conceicao sepanjang musim ini dari 32 pertandingan di semua kompetisi. Catatan ini tergolong minim bagi pemain yang beroperasi di sektor serangan Juventus.
Conceicao mengakui bahwa dirinya masih memiliki banyak kekurangan, terutama dalam hal produktivitas di depan gawang lawan. Ia sadar betul bahwa tuntutan bermain untuk klub sebesar Juventus sangatlah besar dan ia harus lebih klinis.
"Untuk mencapai level berikutnya, saya tentu perlu mencetak lebih banyak gol," tegasnya.
"Saya adalah orang pertama yang mengakui hal itu, saya bekerja keras dalam latihan, saya tahu bermain untuk Juve, Anda harus lebih efektif di depan gawang," lanjutnya.
Evaluasi Ketajaman Lini Serang
Pemain muda berbakat ini tidak ingin cepat puas hanya dengan satu gol indah di pertandingan besar. Baginya, kontribusi nyata seorang penyerang diukur dari konsistensi dalam mencatatkan nama di papan skor setiap pekannya.
Ia mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka jika gagal mengonversi peluang menjadi gol bagi timnya. Fokus utama Conceicao saat ini adalah terus mengasah insting membunuhnya agar bisa membantu Juventus meraih hasil maksimal.
"Saya adalah orang pertama yang merasa kesal ketika saya tidak mencetak gol," terangnya.
"Saya suka mengambil risiko, saya mencobanya, karena saya memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol sebelum ini yang tidak saya ambil, tapi untungnya hari ini gol tersebut membantu tim".
Perubahan Peran dari Spalletti
Selain urusan mencetak gol, Conceicao juga mendapatkan tugas baru dari sang pelatih, Luciano Spalletti. Ia kini diminta untuk lebih aktif terlibat dalam fase bertahan dan membantu tim melakukan tekanan sejak di area lawan.
Spalletti ingin Conceicao tidak hanya menunggu bola di kaki, tetapi juga menjadi pemain pertama yang melakukan pressing. Adaptasi gaya main ini diharapkan bisa membuat kualitas individunya muncul secara natural demi kepentingan kolektif tim.
"Saya harus menjadi bek pertama, memulai tekanan, melakukan duel," ungkapnya
"Spalletti meminta saya untuk bermain untuk tim, memberi tahu saya bahwa kualitas saya pada akhirnya akan muncul jika saya melakukan itu," tutupnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
-
Liga Inggris 4 Juni 2026 12:23Diminati Juventus, Alisson Becker Putuskan Bertahan di Liverpool
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 5 Juni 2026 18:01Link Live Streaming FIFA Matchday: Timnas Indonesia vs Oman
-
Piala Dunia 5 Juni 2026 17:30Prediksi Argentina vs Honduras 7 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
-
italia 4 Juni 2026 14:21Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 17:37Cerita Silmy Karim Kaget Dengar Kabar Dicari KPK
-
Liputan6 5 Juni 2026 17:15Canda Purbaya Soal Isu Mundur Jadi Menkeu: Saya Sukanya Maju
-
Liputan6 5 Juni 2026 17:00
IHSG Bergejolak, Dana Kelolaan Reksa Dana Sentuh Rp 685,78 Triliun
MOST VIEWED
Dusan Vlahovic Tinggalkan Juventus, Chiellini Isyaratkan Karier Baru di Luar Italia
Setelah Man City dan Chelsea, Kini Barcelona jadi Peminat Terdepan Andrea Cambiaso, Berapa Harganya?
Mengkritik Rafael Leao, Meragukan Ralf Rangnick
Juventus Lirik Gonzalo Garcia dengan Formula Transfer Mirip Nico Paz di Como
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7734488/original/044458100_1780540374-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7834659/original/089082300_1780655196-cc34a6d8-a076-4df3-8636-7d9997550235.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7832366/original/040684500_1780652601-1000001883.jpg)

