Juventus Tumbang di Kandang Cagliari: Spalletti Kritik Pemain yang Panik dan Lupa Posisi

Juventus Tumbang di Kandang Cagliari: Spalletti Kritik Pemain yang Panik dan Lupa Posisi
Starting XI Juventus saat melawan Cagliari pada lanjutan Liga Italia, 18 Januari 2026. (c) dok.JuventusFC

Bola.net - Rekor impresif Luciano Spalletti bersama Juventus akhirnya ternoda di tanah Sardinia. Bianconeri harus pulang dengan kepala tertunduk usai kalah tipis 0-1 dari Cagliari, sebuah hasil yang sama sekali tidak terprediksi sebelumnya.

Dominasi penguasaan bola tim tamu seolah tak berarti di hadapan efektivitas tuan rumah. Juventus bahkan mencatatkan Expected Goals (xG) sebesar 1,28, jauh di atas Cagliari yang hanya 0,16.

Namun, satu momen bola mati mengubah segalanya. Tendangan voli Luca Mazzitelli menghukum kelengahan barisan pertahanan Si Nyonya Tua.

Alih-alih sekadar menyalahkan dewi fortuna, Spalletti justru menyoroti kekacauan taktis anak asuhnya. Ia melihat para pemain mulai kehilangan disiplin peran saat berusaha mengejar ketertinggalan.

1 dari 3 halaman

Anarki Taktikal di Menit Akhir

Anarki Taktikal di Menit Akhir

Penyerang Juventus, Kenan Yildiz (kanan) berusaha melewati adangan tiga pemain Cagliari pada laga lanjutan Liga Italia, 18 Januari 2026. (c) Gianluca Zuddas/LaPresse via AP

Spalletti secara khusus menyentil respons para pemain pengganti yang dinilai terbawa suasana panik. Niat hati ingin membantu, pergerakan mereka justru merusak struktur permainan.

Edon Zhegrova dan Francisco Conceicao disebut terlalu jauh turun ke lini tengah untuk menjemput bola. Padahal, tugas utama mereka adalah memberikan ancaman di sepertiga akhir lapangan lawan.

"Pemain pengganti terbawa oleh sifat permainan yang panik," ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.

Kritik pedas juga dilayangkan kepada barisan pertahanan yang ikut-ikutan naik tanpa perhitungan. Disiplin posisi yang menjadi ciri khas Juventus mendadak hilang di momen krusial.

"Kalulu dan Kelly kemudian mulai mendorong ke sayap, tapi tidak, mereka adalah bek dan perlu bertahan," tegas sang pelatih dengan nada kesal.

Spalletti menekankan bahwa inisiatif serangan tidak boleh mengorbankan peran dasar pemain. Kekacauan posisi inilah yang membuat Juventus gagal membongkar pertahanan berlapis lawan.

"Kami bisa mengeluh tentang itu, pemain harus tetap dalam peran mereka, tetapi secara umum kami memainkan permainan kami," tambahnya.

Pertandingan Selanjutnya
UEFA Champions League UEFA Champions League | 22 Januari 2026
Juventus Juventus
03:00 WIB
Benfica Benfica
Serie A Serie A | 25 Januari 2026
Fiorentina Fiorentina
00:00 WIB
Cagliari Cagliari
2 dari 3 halaman

Mengendus Peluang di Tengah Kesialan

Nasib sial memang membayangi Juventus sepanjang laga. Penalti yang sempat diberikan wasit dianulir oleh VAR, sementara tembakan keras Kenan Yildiz hanya membentur tiang gawang setelah terdefleksi.

Meski begitu, Spalletti enggan bersembunyi di balik alasan ketidakberuntungan semata. Ia menuntut standar yang lebih tinggi dalam perhatian terhadap detail kecil.

"Yildiz tidak beruntung dalam dua atau tiga situasi. Saya melihat beberapa momen di mana bola memiliki putaran yang berbeda," analisis mantan pelatih Timnas Italia tersebut.

Bagi Spalletti, Cagliari pantas menang bukan karena dominasi, melainkan karena insting membunuh yang tajam. Mereka mampu melihat celah sekecil apa pun dan menghukum lawan.

"Hal-hal ini terjadi, Anda angkat topi untuk lawan Anda, yang membawa pulang kemenangan yang mungkin tidak pantas mereka dapatkan, tetapi mengendus peluang dan mengambilnya," puji Spalletti secara sportif.

3 dari 3 halaman

Sinyal Bahaya di Jalur Scudetto

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Juventus mengejar gelar juara. Jarak mereka dengan Inter Milan di puncak klasemen kini melebar menjadi 10 poin.

Posisi di empat besar pun kian terancam jika AS Roma mampu memetik hasil positif pekan ini. Spalletti mengingatkan timnya untuk segera berbenah karena detail terkecil bisa menjadi penentu hasil akhir musim.

"Adalah tugas kami untuk menjadi sangat pilih-pilih dengan diri kami sendiri sehingga kami mengerjakan detail terkecil, karena itu bisa menentukan hasil," pungkasnya.

Waktu untuk meratapi nasib sangatlah sempit bagi skuad Turin. Laga krusial di Liga Champions melawan Benfica sudah menanti di depan mata pada Rabu malam pekan depan.