
Bola.net - Maurizio Sarri mengaku perasaannya campur aduk usai Lazio bermain imbang 2-2 melawan Juventus. Pelatih kawakan itu terjebak antara rasa kecewa karena membuang keunggulan dan kepuasan mencuri poin di Turin.
Lazio sejatinya datang ke Allianz Stadium dengan status underdog karena krisis pemain. Namun, mereka mampu mengejutkan tuan rumah lewat keunggulan dua gol dari Pedro dan Gustav Isaksen.
Sayangnya, kemenangan di depan mata itu sirna di menit-menit akhir. Gol sundulan Weston McKennie dan aksi Pierre Kalulu memaksa Biancocelesti harus puas berbagi angka.
Sarri menyadari bahwa timnya memiliki peluang emas untuk membunuh permainan. Kegagalan memanfaatkan momentum itulah yang kini menghantui pikirannya.
"Masih ada jalan panjang yang harus dilalui saat kami mencetak gol kedua, jadi kami jelas tidak merasa itu sudah selesai, karena Juventus menyerang dengan penuh semangat," ujar Sarri kepada DAZN Italia.
"Jika kami memiliki penyesalan, itu adalah dalam 10 menit terakhir, kami memiliki dua peluang untuk mengubah skor menjadi 3-1 dan tidak memanfaatkannya," sambungnya.
"Selalu ada perasaan nyata bahwa Juventus bisa menyamakan kedudukan, jadi penyesalannya adalah kami menyia-nyiakan peluang itu, daripada kebobolan di akhir laga," analisis Sarri.
Mentalitas Baja di Tengah Krisis
Meski gagal menang, hasil imbang ini tetap memiliki nilai positif yang sangat besar bagi Sarri. Terlebih jika melihat statistik Lazio yang digempur habis-habisan dengan 33 tembakan oleh Si Nyonya Tua.
Tim Elang Ibu Kota tampil pincang tanpa Mattia Zaccagni, Manuel Lazzari, Samuel Gigot, hingga Luca Pellegrini yang terkena skorsing. Situasi makin pelik karena Alessio Romagnoli hanya duduk di bangku cadangan usai gagal transfer ke Al-Sadd.
Sarri memilih untuk melihat gelas setengah penuh dari hasil dramatis ini. Ia memuji karakter anak asuhnya yang menolak menyerah meski dalam kondisi terjepit.
"Ketika Anda pulang dari stadion ini dengan satu poin, itu selalu merupakan hasil yang positif," tegas Sarri.
"Jelas, ada sedikit penyesalan, tapi lebih dari segalanya saya membawa pulang pengetahuan bahwa anak-anak ini sulit dihancurkan," pujinya.
"Mereka bereaksi terhadap segalanya, mereka tidak pernah menundukkan kepala saat menghadapi kesulitan apa pun, jadi itu menenangkan," tambah eks pelatih Chelsea tersebut.
Seruan Damai untuk Fans dan Pemilik
Situasi Lazio sebenarnya sedang tidak kondusif, baik di dalam maupun luar lapangan. Di babak kedua, Sarri dipaksa melakukan pergantian karena masalah fisik yang menimpa Toma Basic, Mario Gila, dan Oliver Provstgaard.
Ketegangan juga terasa akibat isu transfer Nuno Tavares dan Romagnoli yang memicu kemarahan fans. Suporter bahkan memboikot laga kandang terakhir sebagai bentuk protes kepada Presiden Claudio Lotito.
Melihat kondisi ini, Sarri meminta gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa skuadnya membutuhkan dukungan penuh dari para pendukung setia di stadion.
"Saya mengerti bahwa melihat kami dari luar, Anda mungkin mendapatkan ide yang berbeda, tetapi di dalam skuad ada suasana hati yang positif. Para pemain bekerja dengan antusiasme dan semangat," klaim Sarri.
"Tentu saja, bermain di Stadio Olimpico yang kosong adalah perasaan yang mengerikan," keluhnya.
"Kami lebih suka perselisihan tertentu antara pemilik klub dan penggemar Lazio berakhir sekarang, karena kami sangat membutuhkan pendukung kami di sekitar kami," pinta Sarri.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 9 Februari 2026 10:35Gol Perdana Haaland di Anfield dan Kemenangan Dramatis Man City
-
Liga Inggris 9 Februari 2026 10:23 -
Liga Inggris 9 Februari 2026 10:11Man City yang Menolak Tersingkir dari Perburuan Gelar Premier League
-
Liga Italia 9 Februari 2026 09:50Juventus vs Lazio: Antara Penyesalan dan Kebanggaan Maurizio Sarri
LATEST UPDATE
-
Otomotif 9 Februari 2026 11:41 -
Liga Italia 9 Februari 2026 11:40 -
Liga Spanyol 9 Februari 2026 11:31 -
Liga Inggris 9 Februari 2026 11:27 -
Liga Spanyol 9 Februari 2026 11:24 -
Liga Inggris 9 Februari 2026 11:15
MOST VIEWED
- Como Naik Daun, Tapi Minim Pemain Italia: Ada Apa di Balik Skuad Asing Racikan Cesc Fabregas?
- Hasil Atalanta vs Juventus: Dibantai 3-0, Bianconeri Pulang Lebih Cepat dari Coppa Italia
- Luciano Spalletti Akui Juventus Salah Ambil Keputusan Saat Kalah dari Atalanta
- Pengakuan Jantan Bremer Usai Juventus Dibantai Atalanta: Wasit Ikuti Buku Aturan, Itu Penalti
HIGHLIGHT
- 7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Ster...
- 5 Pemain yang Berpotensi Pindah Klub di Hari Terak...
- Di Mana Mereka Sekarang? 5 Pemain yang Pernah Dire...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496951/original/079494600_1770610802-Lokasi_penemuan_mayat_tanpa_kepala_di_Wajo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496940/original/054299000_1770610089-Tari_caping_kalo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496894/original/004038400_1770608786-Pengolahan_limbah_ternak_menjadi_energi_dan_pupuk_organik.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488964/original/037901300_1769772315-Tumpukan_sampah_yang_berada_di_TPS_Jalan_Naming_Botin__Pancoran_Mas__Depok.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496819/original/074482200_1770605285-Banjir_di_lereng_Gunung_Tambora.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496682/original/085887200_1770571439-IMG-20260207-WA0061.jpg)

