Ketimbang Inter, Paulo Dybala Lebih Disarankan Gabung AC Milan

Ari Prayoga | 3 Juli 2022 21:55
Selebrasi penyerang Juventus, Paulo Dybala, usai menjebol gawang Genoa dalam laga Serie A hari Sabtu (7/5/2022). (c) Juventus FC

Bola.net - Pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi menilai bahwa Paulo Dybala lebih cocok untuk bermain di AC Milan ketimbang sang rival sekota mereka di Serie A, Inter Milan.

Dybala kini resmi berstatus tanpa klub usai dilepas Juventus per 30 Juni 2022 kemarin. Bianconeri memutuskan untuk tak memperpanjang kontrak bintang asal Argentina tersebut.

Sejak beberapa bulan lalu calon destinasi berikutnya dalam karier Dybala mulai mengemuka. Nama Inter paling kencang disebut sebagai calon klub baru pemain 28 tahun tersebut.

1 dari 3 halaman

Pengakuan Arrigo Sacchi

Pierre Kalulu membayangi Paulo Dybala di laga AC Milan vs Juventus di pekan ke-23 Serie A 2021-22 di San Siro, Senin (24/01/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Rupanya, Sacchi yang pernah sukses luar kala kala menangani Milan mengaku bahwa beberapa tahun lalu ia pernah memberi rekomendasi kepada Rossoneri untuk merekrut Dybala.

Bukan cuma Dybala yang diajukan kepada presiden Milan kala itu, Silvio Berlusconi. Sacchi ternyata juga memberi saran kepada Il Diavolo Rosso untuk menunjuk Maurizio Sarri sebagai pelatih.

“Saya merekomendasikan dia bertahun-tahun yang lalu, kepada Berlusconi. Saya mengatakan kepadanya untuk menjadikan Sarri dan Dybala sebagai talenta baru: mereka tidak melakukan apa-apa," ungkap Sacchi kepada La Gazzetta dello Sport.

2 dari 3 halaman

Keyakinan Arrigo Sacchi

Paulo Dybala (c) AP Photo

Lebih lanjut, Sacchi meyakini bahwa Dybala akan lebih cocok bermain untuk Milan ketimbang Inter. Meski demikian, ada syarat yang harus dipenuhi Dybala jika memang bermain untuk Milan.

“Saya yakin Dybala akan menemukan dirinya lebih betah bersama Milan daripada dengan Inter: Rossoneri sudah terbiasa bermain dengan penyerang yang dalam," tutur Sacchi.

“Namun, pemain Argentina itu perlu membuat dirinya tersedia, terlibat dalam memenangkan bola kembali dan menggunakan kecepatannya. Sepak bola modern adalah tentang pergerakan.”

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR