
Bola.net - Jamie Vardy akhirnya resmi memulai babak baru dalam karier sepak bolanya di Italia. Ia pun buka suara untuk pertama kalinya sebagai penggawa anyar tim promosi Serie A, Cremonese.
Dalam konferensi pers perdananya, Vardy mengungkapkan kisah menarik di balik keputusannya yang mengejutkan banyak pihak. Ternyata, ada beberapa percakapan kunci yang membuatnya mantap memilih Cremonese sebagai pelabuhan berikutnya.
Bukan hanya sang pelatih, ada satu nama tak terduga yang turut andil dalam meyakinkan Vardy. Sosok tersebut adalah pelatih kepala Chelsea saat ini, Enzo Maresca.
Lantas, bagaimana sebuah percakapan via Zoom mampu mengubah segalanya? Dan bagaimana Vardy melihat gema kisah dongeng Leicester City dalam petualangan barunya bersama Cremonese?
Percakapan Satu Jam yang Mengubah Segalanya
Jamie Vardy menceritakan bahwa faktor utama yang membuatnya memilih Cremonese adalah percakapan mendalam dengan sang pelatih, Davide Nicola. Momen tersebut terjadi dalam sebuah panggilan video yang berlangsung cukup lama.
Dalam pertemuan virtual itu, Vardy mengaku langsung terpikat oleh gairah dan visi yang ditunjukkan Nicola untuk klub. Bagi seorang pemain senior sepertinya, perasaan dihargai dan diinginkan adalah segalanya.
"Saya melakukan panggilan zoom dengannya, di mana kami berbicara selama 45 menit hingga satu jam, menunjukkan gairahnya untuk klub dan bagaimana dia ingin terus maju," ungkap Vardy melalui kanal YouTube resmi Cremonese.
"Dan hanya dengan menatap matanya dan apa yang dia inginkan, itu benar-benar selaras dengan diri saya dan saya pikir sebagai seorang pesepak bola, selalu menyenangkan merasa diinginkan."
Merasakan Gema Kisah Leicester City
Ketika ditanya mengenai adanya kesamaan antara Cremonese dan Leicester, Vardy melihat sebuah paralel yang sangat jelas. Ia merasa misi yang diusung timnya saat ini sama persis dengan misi Leicester di masa-masa awal kebangkitannya.
Menurutnya, target utama bukanlah hal-hal muluk, melainkan fokus pada tujuan paling fundamental, yaitu bertahan di Serie A. Mentalitas inilah yang pernah membawa Leicester menjuarai Premier League secara ajaib.
"Saya pikir setelah duduk bersama manajer dan pemilik, tugas utamanya adalah memastikan kami bertahan di liga dan jujur saja, begitulah keadaannya ketika saya di Leicester. Tidak pernah ada ‘kami akan mengejar ini’," lanjut sang striker.
"Itu selalu tentang 'kami harus bertahan di liga', itulah yang utama."
Merangkul Status Kuda Hitam
Perjalanan karier Jamie Vardy selalu diwarnai oleh keraguan dari banyak pihak. Namun, hal itu justru menjadi bahan bakar yang membuatnya terus termotivasi untuk membuktikan diri.
Ia melihat situasi yang sama pada Cremonese, tim yang diremehkan banyak orang di Italia. Peran sebagai kuda hitam yang siap memberi kejutan ini sangat cocok dengan karakter dan kisah hidupnya.
"Saya pikir hal bagi saya pribadi adalah sepanjang karier saya, saya selalu diragukan," aku sang striker. "Saya selalu begitu dan akan selalu begitu."
"Kami tahu ini musim yang panjang tapi itulah peran yang dia inginkan: menjadi kuda hitam yang berprestasi melebihi ekspektasi."
Saran Emas dari Pelatih Chelsea
Di balik semua pertimbangan, ternyata ada satu percakapan final yang mengunci keputusan Vardy. Nasihat krusial itu datang dari pelatih Chelsea, Enzo Maresca, yang pernah bekerja bersamanya di Leicester.
Maresca memberikan ulasan yang sangat positif, tidak hanya tentang klub, tetapi juga tentang keindahan kota Cremona. Restu dari sosok yang ia percaya itu sudah lebih dari cukup untuk meyakinkan Vardy dan keluarganya.
"Saya berhasil mengobrol sangat baik dengannya begitu kami tahu ini akan menjadi sebuah kemungkinan dan dia tidak henti-hentinya memuji klub itu sendiri dan daerah sekitarnya. Cremona sebagai kota dan segalanya," terangnya.
"Nasihatnya untuk saya adalah datang ke sini, begitu dia mengatakan itu dan saya berbicara dengan keluarga saya, hanya ada satu tempat yang akan saya tuju," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 18 Maret 2026 00:55Juventus Kembali Incar Mason Greenwood, Persaingan Tonali Makin Ketat
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 20 Maret 2026 04:44 -
Liga Champions 20 Maret 2026 04:20 -
Liga Italia 20 Maret 2026 03:34 -
Tim Nasional 19 Maret 2026 23:22 -
Liga Inggris 19 Maret 2026 21:52 -
Liga Inggris 19 Maret 2026 21:41
MOST VIEWED
- Tensi Leao dan Pulisic Memanas di AC Milan, Allegri Turun Tangan
- Bastoni Mulai Goyah di Inter, Barcelona Jadi Tujuan Utama Meski Liverpool Mengintai
- Alessandro Bastoni Pertimbangkan Tinggalkan Inter, Barcelona dan Klub Premier League Mengintai
- AC Milan vs Inter Milan: Derby Panas Berebut Bek Manchester City Nathan Ake
HIGHLIGHT
- Michael Carrick Buka Sinyal Transfer, Ini 8 Winger...
- Rodrygo Masuk Daftar, Ini Starting XI Pemain yang ...
- Chelsea Terancam Jual Superstar, 5 Nama Besar yang...
- 7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Term...
- 5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Si...
- Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat S...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/5178663/original/005150400_1743386265-20250331-Salat_Idul_Fitri-AFP_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5333488/original/087067800_1756639878-IMG-20250831-WA0036.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4642013/original/024346000_1699522975-20231109-PLTS_Citara-AFP_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528157/original/050245500_1773244314-IMG-20260311-WA0037.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535157/original/070494500_1773928975-prabowo_ok.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5127396/original/083683800_1739171057-IMG-20250210-WA0057.jpg)
