Krisis Lini Depan AC Milan Kian Nyata, Tak Peduli Kombinasi Penyerang

Krisis Lini Depan AC Milan Kian Nyata, Tak Peduli Kombinasi Penyerang
Penyerang AC Milan Christian Pulisic (kanan) saat bermain lawan Verona, Minggu (19/4/2026). (c) Paola Garbuio/LaPresse via AP Photo

Bola.net - AC Milan menghadapi situasi genting di lini depan memasuki fase akhir musim. Produktivitas gol menurun drastis dan berdampak langsung pada performa tim secara keseluruhan.

Masalah ini tidak hanya soal satu pemain, melainkan menyeluruh di sektor serangan. Berbagai kombinasi penyerang sudah dicoba, tetapi hasilnya tetap nihil.

Christian Pulisic menjadi gambaran paling jelas dari kondisi tersebut. Penyerang asal Amerika Serikat itu tengah mengalami paceklik gol panjang yang belum menemukan titik akhir.

Situasi ini mengingatkan pada masa sulitnya di Chelsea beberapa musim lalu. Kini, krisis serupa kembali terjadi dan memberi efek besar bagi Milan.

Pulisic dan Leao Tak Menyatu

Pulisic dan Leao Tak Menyatu

Pemain AC Milan, Rafael Leao, bereaksi di akhir pertandingan Serie A melawan Udinese di San Siro, Sabtu (11/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Penurunan performa Christian Pulisic terlihat sejak awal tahun 2026. Ia belum mencetak gol sepanjang tahun ini dan terakhir menjebol gawang Hellas Verona pada 28 Desember.

Total 15 pertandingan tanpa gol menjadi catatan yang mengkhawatirkan. Secara mental, situasi ini juga mulai memengaruhi kepercayaan dirinya di lapangan.

Ketika dipasangkan dengan Rafael Leao, hasilnya juga jauh dari harapan. Keduanya terlihat tidak padu dan sering gagal menciptakan ancaman berarti.

Duet ini sejatinya diharapkan menjadi tulang punggung lini depan Milan. Kenyataannya, kontribusi mereka justru minim ketika bermain bersama sejak menit awal.

Semua Penyerang Mandek

Semua Penyerang Mandek

Pemain AC Milan, Christopher Nkunku, berlari dalam laga Serie A antara AC Milan vs Lazio di Milan, Italia, Sabtu, 29 November 2025 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Pelatih Massimiliano Allegri sudah mencoba berbagai variasi, mulai dari duet Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug hingga kembali ke Leao dan Pulisic.

Namun, tidak ada kombinasi yang benar-benar efektif. Masalah utama tetap sama, yakni tidak ada pemain yang mampu mencetak gol secara konsisten.

Santiago Gimenez bahkan belum mencetak gol liga hampir setahun. Cedera sempat menghambatnya, tetapi setelah pulih pun, kontribusinya belum maksimal.

Nkunku juga mengalami penurunan tajam dengan terakhir mencetak gol pada awal Februari, sementara Fullkrug terakhir mencetak gol pada Januari saat menghadapi Lecce.

Dari semua penyerang, Leao menjadi yang paling “baru” mencetak gol, yakni pada awal Maret. Meski begitu, ia tetap sudah lebih dari 50 hari tanpa gol.

Kondisi ini membuat Milan bergantung pada lini tengah dan belakang untuk mencetak gol. Gambaran tersebut menunjukkan betapa seriusnya krisis yang sedang dihadapi tim.

Sumber: Sempre Milan