
Bola.net - Legenda Inter Milan dan Jerman, Lothar Matthaus, memberikan pandangannya yang jujur mengenai kondisi mantan klubnya. Ia tanpa ragu mengakui lebih menyukai Inter di bawah asuhan Simone Inzaghi ketimbang era baru bersama Cristian Chivu.
Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Festival dello Sport di Trento. Selain membahas Inter, Matthaus juga memberikan prediksinya terkait peluang timnas Italia di panggung Piala Dunia 2026.
Meskipun Inter era Inzaghi mengakhiri musim 2024-25 tanpa satu pun trofi, Matthaus justru melihatnya sebagai sebuah musim yang fantastis. Kenangan akan perjalanan heroik di kompetisi Eropa meninggalkan bekas yang mendalam di hatinya.
Pada akhirnya, preferensi pribadi sang legenda menjadi sinyal kerinduan. Ia merindukan semangat dan gaya permainan yang ditampilkan Nerazzurri pada musim yang tak terlupakan itu.
Musim Fantastis yang Berakhir Tanpa Gelar

Bagi Lothar Matthaus, trofi bukanlah satu-satunya tolok ukur kesuksesan. Ia melihat musim 2024-25 yang dilalui Inter di bawah komando Simone Inzaghi sebagai sebuah perjalanan yang luar biasa.
Meskipun pada akhirnya tangan mereka hampa dari piala, Matthaus merasa musim tersebut tetaplah spektakuler. Perjuangan dan gairah yang ditunjukkan tim meninggalkan kesan yang sangat positif di matanya.
"Pada akhirnya, mereka tidak memenangkan apa pun, tetapi itu adalah musim yang fantastis," ujar Matthaus seperti dikutip dari FcInter1908.
"Saya menderita karena kekalahan itu , tetapi tidak terlalu berlebihan karena kemenangan PSG benar-benar layak didapatkan," sambungnya.
Dua Laga Bersejarah Lawan Raksasa Eropa
Salah satu alasan utama mengapa Matthaus begitu terkesan dengan musim tersebut adalah beberapa pertandingan monumental. Menurutnya, ada dua laga yang akan selamanya tercatat dalam buku sejarah Inter Milan.
Laga yang ia maksud adalah saat Nerazzurri berhadapan dengan raksasa Eropa, Bayern Munchen dan Barcelona. Momen-momen dalam pertandingan itulah yang membuat musim tersebut terasa begitu istimewa baginya.
"Pertandingan melawan Bayern Munchen dan Barcelona akan tercatat dalam sejarah Inter," kata Matthaus.
"Itu adalah dua pertandingan yang tak terlupakan. Tidak banyak yang bisa dikatakan tentang Final," imbuhnya.
Sebuah Preferensi yang Jelas untuk Inzaghi
Ketika membahas pergantian pelatih dari Simone Inzaghi ke Cristian Chivu, Matthaus berbicara dengan sangat terbuka. Ia tidak tahu persis alasan kepergian Inzaghi, namun bisa memahami godaan finansial dari Arab Saudi.
Meskipun ia menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk memberikan penilaian penuh terhadap kinerja Chivu, preferensi pribadinya tidak bisa disembunyikan. Hatinya jelas masih terpaut pada gaya permainan Inter di era sebelumnya.
"Saya tidak tahu apa yang membuat Inzaghi meninggalkan Inter. Saya tidak tahu apakah ada masalah dengan klub," ungkapnya.
"Masih terlalu dini untuk menilai pekerjaan Chivu, tetapi secara pribadi, saya lebih menyukai Inter-nya Inzaghi," tegas sang legenda.
Keyakinan Penuh untuk Timnas Italia
Di luar topik Inter Milan, Matthaus juga menyempatkan diri untuk membahas nasib timnas Italia. Ia sangat yakin bahwa Azzurri akan berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Meskipun demikian, ia memberikan catatan bahwa jalan Italia mungkin tidak akan mudah. Matthaus bahkan menilai bahwa kekuatan Norwegia saat ini berada di atas Italia.
"Ya , meskipun mereka mungkin harus melalui babak playoff karena Norwegia saat ini lebih kuat," ujarnya.
"Tetapi tidak terpikirkan bahwa Italia tidak akan bermain di Piala Dunia berikutnya setelah absen dalam dua edisi sebelumnya," tutup Matthaus.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 15 April 2026 17:01 -
Liga Italia 15 April 2026 16:54 -
Liga Italia 15 April 2026 16:45 -
Liga Italia 14 April 2026 11:52Spalletti Minta Manajemen Juventus Beli Kim Min-jae dari Bayern Munchen?
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 15 April 2026 20:24 -
Tim Nasional 15 April 2026 19:57 -
Tim Nasional 15 April 2026 19:51 -
Liga Champions 15 April 2026 19:22 -
Liga Champions 15 April 2026 18:51 -
Bulu Tangkis 15 April 2026 18:10
MOST VIEWED
- Gagal Geser Juventus di Peringkat 4 Klasemen Liga Italia, Begini Kata Fabregas
- Hasil Como vs Inter: Comeback Spektakuler Bikin Nerazzurri Semakin Dekat Menuju Scudetto
- Inter Milan Sikat Como dan Semakin Dekat Scudetto: Cristian Chivu Sindir Kebiasaan Conte dan Allegri
- Evaluasi Jujur Allegri usai AC Milan Takluk dari Udinese
HIGHLIGHT
- 5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Di...
- 5 Alternatif Marcus Rashford untuk Barcelona, dari...
- Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Menge...
- 5 Suksesor Mohamed Salah di Liverpool: Yan Diomand...
- 6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Pan...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556597/original/050577100_1776258921-b8775243-e5cb-4a7f-a5c7-7a9f8060ba8c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5292912/original/064853800_1753269843-1000071138.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556576/original/008964800_1776256195-IMG-20260415-WA0036.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556566/original/071022500_1776254501-WhatsApp_Image_2026-04-15_at_18.58.51.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556555/original/019324700_1776253887-15544.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556548/original/022770000_1776252778-IMG-20260415-WA0045__1_.jpg)

