
Bola.net - Napoli ingin mengambil keuntungan dari terpuruknya kondisi finansial di Anzhi Makhachkala dengan berupaya menarik Samuel Eto'o. Bintang Anzi asal Kamerun itu nasibnya menjadi tak menentu setelah pihak klub memutuskan untuk melepas pemain bintang guna memangkas pengeluaran.
The Partenopei saat ini tengah mencari striker baru setelah berhasil mendapatkan Gonzalo Higuain dari Real Madrid. Namun upaya Napoli untuk memburu Jackson Martinez dari Porto terus menemui jalan terjal.
Berdasarkan analisis pakar transfer Italia, Alfredo Pedulla, krisis di Anzhi membuat Napoli sangat mungkin untuk merekrut Eto'o. Kesehatan pemilik klub, Constantin Remchukov yang memburuk menjadi alasan utama Anzhi merevolusi klub dengan mengandalkan pemain jebolan akademi dan melepas pemain bintang.
"Kenyataannya revolusi di Anzhi akan segera berjalan. Banyak pemain mahal akan dilepas, mereka memangkas pengeluaran dengan hanya menghabiskan 32-46 juta pounds per tahun," ucap Pedulla seperti dilansir Football Italia.
Eto’o bergabung dengan Anzhi di bukan Agustus 2011 dan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di dunia. Di Anzhi Eto'o menerima bayaran bersih sebesar 17 juta pounds setelah dipotong pajak per musimnya.
Meski dipastikan dijual, Napoli juga diperkirakan harus menyiapkan dana tak sedikit untuk memboyong pemain berusia 32 tahun itu. Belum lagi, Napoli harus pandai membujuk Eto'o untuk menurunkan standar gajinya jika ingin menariknya kembali bermain di Serie A. [initial]
(foti/mac)
The Partenopei saat ini tengah mencari striker baru setelah berhasil mendapatkan Gonzalo Higuain dari Real Madrid. Namun upaya Napoli untuk memburu Jackson Martinez dari Porto terus menemui jalan terjal.
Berdasarkan analisis pakar transfer Italia, Alfredo Pedulla, krisis di Anzhi membuat Napoli sangat mungkin untuk merekrut Eto'o. Kesehatan pemilik klub, Constantin Remchukov yang memburuk menjadi alasan utama Anzhi merevolusi klub dengan mengandalkan pemain jebolan akademi dan melepas pemain bintang.
"Kenyataannya revolusi di Anzhi akan segera berjalan. Banyak pemain mahal akan dilepas, mereka memangkas pengeluaran dengan hanya menghabiskan 32-46 juta pounds per tahun," ucap Pedulla seperti dilansir Football Italia.
Eto’o bergabung dengan Anzhi di bukan Agustus 2011 dan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di dunia. Di Anzhi Eto'o menerima bayaran bersih sebesar 17 juta pounds setelah dipotong pajak per musimnya.
Meski dipastikan dijual, Napoli juga diperkirakan harus menyiapkan dana tak sedikit untuk memboyong pemain berusia 32 tahun itu. Belum lagi, Napoli harus pandai membujuk Eto'o untuk menurunkan standar gajinya jika ingin menariknya kembali bermain di Serie A. [initial]
(foti/mac)
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 29 Mei 2026 07:46Dari Conte ke Allegri, Napoli Mengulang Jejak Sejarah Juventus
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
-
italia 4 Juni 2026 14:21Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 23:59Razia di Alexa Suites and Lounge, Polisi Sita Ratusan Vape Etomidate
-
Liputan6 5 Juni 2026 22:03Timnas Indonesia Sikat Oman, 4 Pemain Curi Perhatian
-
Liputan6 5 Juni 2026 21:35Amirul Hajj Dorong Budaya Haji Ramah Lingkungan: Bagian dari Ibadah
MOST VIEWED
Dusan Vlahovic Tinggalkan Juventus, Chiellini Isyaratkan Karier Baru di Luar Italia
Setelah Man City dan Chelsea, Kini Barcelona jadi Peminat Terdepan Andrea Cambiaso, Berapa Harganya?
Mengkritik Rafael Leao, Meragukan Ralf Rangnick
Juventus Lirik Gonzalo Garcia dengan Formula Transfer Mirip Nico Paz di Como
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405689/original/016785800_1762495362-daa8e71a-aea2-4d67-b5fa-242e6c7467b5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7851333/original/088695500_1780674474-352358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7847078/original/022355100_1780669520-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-04.JPG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7847649/original/067096200_1780670141-Sampah_tertinggal_di_Muzdalifah_setelah_seluruh_jemaah_haji_Indonesia_diberangkatkan_ke_Mina__28_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji__.jpg)

