
Bola.net - Claudio Marchisio melakoni laga spesial ketika Juventus menjamu Fiorentina di giornata 33 Serie A 2014/15, Kamis (30/4). Itu adalah penampilan ke-300 Marchisio dengan seragam La Vecchia Signora.
Marchisio mengawali karier profesional bersama Juventus pada tahun 2006. Selama ini, gelandang 29 tahun Italia tersebut sudah membantu Juventus menjuarai Serie A tiga kali (2011/12, 2012/13, 2013/14), Serie B 2006/07 dan meraih dua titel Supercoppa Italiana (2012, 2013).
Menjamu Fiorentina, Juventus menang 3-2. Juventus sempat tertinggal oleh penalti Gonzalo Rodriguez di menit 33, tapi berbalik unggul melalui Fernando Llorente menit 36 serta Carlos Tevez menit 45 dan 70. Josip Ilicic menipiskan selisih skor pada menit 90, tetapi itu tak mencegah Juventus untuk mengemas poin maksimal. Marchisio menyumbang satu assist, yaitu untuk gol ketiga Juventus oleh Tevez.
Juventus sebenarnya bisa saja mengunci Scudetto dengan kemenangan andai Lazio gagal mengalahkan Parma pada saat yang bersamaan. Namun, Lazio menang 4-0 sekaligus memastikan terdegradasinya Parma.
Pesta Juventus dan Scudetto keempat Marchisio tertunda, tapi tidak bakal lama. Akhir pekan ini, Juventus akan bertandang ke markas Sampdoria. Hasil imbang sudah cukup bagi sang juara bertahan untuk mengunci gelar dengan empat laga tersisa. [initial]
(opta/gia)
Marchisio mengawali karier profesional bersama Juventus pada tahun 2006. Selama ini, gelandang 29 tahun Italia tersebut sudah membantu Juventus menjuarai Serie A tiga kali (2011/12, 2012/13, 2013/14), Serie B 2006/07 dan meraih dua titel Supercoppa Italiana (2012, 2013).
300 - Claudio Marchisio is now playing his 300th game for Juventus. Milestone. #JuventusFiorentina pic.twitter.com/WSoPngWliE
— OptaPaolo (@OptaPaolo) April 29, 2015
Milestone 300 laga Claudio Marchisio di Juventus:
Serie A - 208
Liga Champions - 31
Liga Europa - 18
Coppa Italia - 15
Supercoppa Italiana - 3
Serie B - 25.
Menjamu Fiorentina, Juventus menang 3-2. Juventus sempat tertinggal oleh penalti Gonzalo Rodriguez di menit 33, tapi berbalik unggul melalui Fernando Llorente menit 36 serta Carlos Tevez menit 45 dan 70. Josip Ilicic menipiskan selisih skor pada menit 90, tetapi itu tak mencegah Juventus untuk mengemas poin maksimal. Marchisio menyumbang satu assist, yaitu untuk gol ketiga Juventus oleh Tevez.
Juventus sebenarnya bisa saja mengunci Scudetto dengan kemenangan andai Lazio gagal mengalahkan Parma pada saat yang bersamaan. Namun, Lazio menang 4-0 sekaligus memastikan terdegradasinya Parma.
Pesta Juventus dan Scudetto keempat Marchisio tertunda, tapi tidak bakal lama. Akhir pekan ini, Juventus akan bertandang ke markas Sampdoria. Hasil imbang sudah cukup bagi sang juara bertahan untuk mengunci gelar dengan empat laga tersisa. [initial]
Stat Attack:
- Arrivederci, Parma
- Genoa Kuasai San Siro, Pertama Sejak 1958
- 32 Gol Bunuh Diri di La Liga Musim Ini
- 200 Laga Simeone, Terbaik Dalam Sejarah Atletico
- Torres Nomor 12 di Daftar Abadi Atletico Madrid
- James Terbukti Lebih Baik Daripada Di Maria
- Kontribusi Signifikan Arbeloa
- James, Gelandang Paling Mematikan Dari Luar Kotak
- Torres, Spesialis Pemangsa Villarreal
- Fabregas 2014/15 Selevel Fabregas 2007/08
- 18 Gol dan 15 Assist Oleh Lini Defensif Chelsea
- Kuatnya Mental Juara Chelsea
- Tradisi 100 Gol Liga Madrid Era Ronaldo
- Barisan Pencetak Gol ke-100 Madrid di La Liga
- Bek-bek Tertajam Dalam Sejarah Premier League
- Parade Pesta Gol Barcelona di La Liga 2014/15
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 22 April 2026 15:01 -
Liga Italia 22 April 2026 13:46Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 22 April 2026 15:25 -
Liga Inggris 22 April 2026 15:11 -
Liga Italia 22 April 2026 15:01 -
Liga Italia 22 April 2026 14:50 -
Liga Inggris 22 April 2026 14:48 -
Liga Spanyol 22 April 2026 14:36
MOST VIEWED
- Bukan Uang, Ini Hal yang Diminta Luka Modric Pada AC Milan Sebelum Perpanjang Kontrak di San Siro
- Juventus Pertimbangkan Ulang Rencana Transfer Striker Timnas Italia
- Agen Robert Lewandowski Terbang ke Italia, Bertemu Juventus atau AC Milan?
- Kritik Ruud Gullit pada Sepak Bola Italia: DNA Italia Itu Bertahan, Bukan Tiki Taka!
HIGHLIGHT
- 9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Mele...
- 5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Ma...
- Beban Finansial Menggunung! 6 Kontrak Terburuk Man...
- 5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi ...
- Cedera Jadi Mimpi Buruk! 6 Bintang Ini Terancam Ab...
- 3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona ...
- 5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558094/original/034365100_1776406046-sapu1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513266/original/057747700_1772008140-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_15.17.01.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533209/original/018401500_1773727543-Wakil_Presiden_Gibran_Rakabuming_Raka-17_Maret_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5303081/original/010753100_1754044504-1000408667.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562809/original/026263600_1776840455-20260422_120559.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805028/original/091104200_1713421055-IMG_1154.jpg)

