FOLLOW US:


Pergantian Pemainnya Dituding Bikin Inter Milan Urung Menang, Ini Dalih Antonio Conte

11-01-2021 01:16

 | Ari Prayoga

Pergantian Pemainnya Dituding Bikin Inter Milan Urung Menang, Ini Dalih Antonio Conte
Pelatih Inter Milan Antonio Conte. © AP Photo

Bola.net - Allenatore Inter Milan, Antonio Conte menjelaskan alasan pemilihan pergantian pemainnya yang banyak dikritik kala menghadapi tuan rumah AS Roma, Minggu (10/1/2021).

Dalam laga ini, Inter sejatinya sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Lorenzo Pellegrini di babak pertama. Nerazzurri pun berbalik unggul di paruh kedua lewat aksi Milan Skriniar dan Achraf Hakmi.

Saat berbalik unggul inilah Conte dinilai membuat kesalahan fatal. Alih-alih terus menekan mengejar gol ketiga untuk mengunci kemenangan, Conte justru mengambil opsi lain.

Dia membuat sejumlah pergantian pemain aneh dengan tujuan mengamankan keunggulan. Hasilnya fatal, Inter kehilangan kontrol dan justru kebobolan pada menit ke-86 akibat gol Gianluca Mancini.

1 dari 2

Penjelasan Conte

Salah satu keputusan Conte yang paling banyak mendapat kritik adalah menarik keluar Arturo Vidal dan Hakimi untuk digantikan Roberto Gagliardini dan Aleksandar Kolarov pada menit ke-82. Conte pun menjelaskan keputusan ini.

“Vidal cedera dan Gagliardini menggantikannya, Lautaro memberi begitu banyak dalam 75 menit, saya ingin dia membantu tim di fase pertahanan, Hakimi berlari begitu banyak, dia terlalu sering kehilangan penguasaan bola, kami telah memainkan tiga pertandingan di seminggu, para pemain itu selalu bermain dan kami memiliki pergantian pemain yang bisa kami gunakan," jelas Conte seperti dikutip Football Italia.

“Vidal bermain sangat bagus, dia memiliki mengawali laga dengan lambat, tetapi dia meningkatkan intensitas sepanjang pertandingan," imbuhnya.

“Kami memiliki tim penting yang dapat mengincar sesuatu yang penting, saya tidak melihat alasan mengapa saya tidak dapat menggunakan pemain lain juga.” tukasnya.

2 dari 2

Lengah di Menit-Menit Akhir

Lebih lanjut, Conte menilai bahwa anak asuhnya terlalu gugup ketika laga memasuki menit-menit akhir sehingga timbul kecemasan tak bisa meraih kemenangan.

Hal inilah yang membuat Inter memilih bermain total bertahan yang justru menjadi bumerang bagi mereka sendiri.

“Kami sering kebobolan karena kami menekan terlalu tinggi dan kami meninggalkan terlalu banyak ruang di belakang kami. Kami sudah seringkali terlalu gampang membiarkan lawan melakukan serangan balik pada musim ini," tutur Conte.

“Di satu sisi, taktik ini bisa membantu Anda untuk mencetak gol, di sisi lain Anda bisa menjadi lebih rentan jika Anda melakukan kesalahan," lanjutnya.

“Jangan lupa kami harus punya kekuatan dan energi untuk melakukan hal-hal tertentu, saya selalu menggunakan starting eleven yang sama di beberapa pertandingan terakhir, kehilangan energi di menit-menit akhir adalah hal yang normal.” tandasnya.

Sumber: Football Italia