
Bola.net - Legenda AC Milan Kaka menilai Rossoneri berada di jalur yang tepat untuk sukses dengan menggabungkan pemain muda dan tua, dan meminta mereka meniru skuat Jerman 2014 dan menghindari jalan yang pernah ditempuh Arsenal.
Milan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan sejak musim 2019-20 kemarin. Hal tersebut dimulai kala Zlatan Ibrahimovic mulai memperkuat Rossoneri.
Hadirnya pemain senior itu mampu memberikan efek positif pada para pemain muda Milan. Mereka termotivasi untuk tampil maksimal di setiap laga dan haus kemenangan.
Milan pun sukses meraih tiket ke Liga Europa musim 2020-21 ini. Musim depan, mereka mengincar hasil lebih baik yakni tiket ke Liga Champions.
Jalan yang Benar

Kaka pun merasa puas dengan apa yang diperlihatkan oleh AC Milan dalam beberapa bulan belakangan ini. Khususnya keputusan mereka untuk mengkombinasikan para pemain muda dengan pemain tua.
Hal ini, menurut Kaka, mirip dengan situasi saat ia pertama kali datang ke Milan pada tahun 2003 silam. Saat itu banyak pemain senior yang membimbingnya tampil lebih baik.
“Mereka memiliki campuran pemimpin dan anak muda. Ketika saya tiba, saya masih muda dan saya menemukan struktur yang membantu saya," kata Kaka kepada La Gazzetta dello Sport.
“Penting untuk melanjutkan. Bagi saya, Elliott fund telah menemukan jalan yang benar, garis yang dipertahankan oleh CEO [Ivan] Gazidis," serunya.
“Pekerjaan [Paolo] Maldini dan [Zvonimir] Boban sangatlah penting," tambah Kaka.
Jerman 2014 dan Arsenal

Lebih lanjut, Kaka mengingatkan AC Milan bahwa kombinasi pemain muda dan tua ini juga pernah berhasil menuai hasil positif di skuat timnas Jerman pada tahun 2014 silam. Saat itu Tim Panser akhirnya sukses meraih gelar Piala Dunia.
“Kami memikirkan model Jerman, tim nasional dari 2014. Saya suka pembaruan Milan tapi belajar dari para veteran itu fundamental," tegasnya.
Kaka juga memperingatkan Milan agar belajar dari Arsenal. The Gunners disebutnya mengambil keputusan yang kurang berimbang hingga akhirnya tak bisa meraih sukses besar.
"Mari kita pikirkan model Arsenal. Itu bagus, tapi mereka belum pernah menang dalam beberapa tahun terakhir. Kita perlu sedikit lebih konkret. Bagi saya ini bekerja lebih baik: pemimpin dan pemain muda untuk masa depan yang berkualitas," tandas Kaka.
Kaka membela AC Milan dalam dua periode berbeda. Total ia bermain di San Siro selama tujuh musim. Di sana ia total meraih lima gelar juara, termasuk satu Scudetto dan Liga Champions.
(Gazzetta dello Sport)
Berita AC Milan Lainnya:
- Prediksi Inter Milan vs AC Milan 17 Oktober 2020
- Juventus, Inter Milan, dan AC Milan: Rival di Lapangan, Akur Soal Bisnis
- Prediksi Formasi Inter Milan vs AC Milan di Derby Della Madonnina: Nerazzurri Pincang
- Menolak Lupa: Milan Pernah Bantai Inter 6-0 di Derby della Madonnina
- Cederanya Ternyata Cukup Serius, Alexis Sanchez Bisa Absen Lawan AC Milan
- Ingat Inter, AC Milan Saat Ini Hampir Tak Punya Kelemahan!
- Inter vs AC Milan, Donnarumma Girang dengan Kembalinya Zlatan Ibrahimovic
- AC Milan Sukses Dekati Inter, Gianluigi Donnarumma Optimis Sambut Derby della Madonnina
- Derby Milan, Vieri: Ibrahimovic Akan Main Dengan Sebatang Rokok di Mulutnya
- Sudah ada Mendy, Chelsea Masih Ngidam Donnarumma
- Serie A Jadi Liga Jompo, Kaka: Tetap Indah Kok!
- Kata Kaka Soal Ibrahimovic: Ia akan Buat Perbedaan di Milan Sampai Akhir
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 5 Juni 2026 13:39Prediksi Amerika Serikat vs Jerman 7 Juni 2026
-
Liga Italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
-
italia 4 Juni 2026 14:21Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 23:59Razia di Alexa Suites and Lounge, Polisi Sita Ratusan Vape Etomidate
MOST VIEWED
Setelah Man City dan Chelsea, Kini Barcelona jadi Peminat Terdepan Andrea Cambiaso, Berapa Harganya?
Dusan Vlahovic Tinggalkan Juventus, Chiellini Isyaratkan Karier Baru di Luar Italia
Mengapa Kenan Yildiz Mau Tinggalkan Bayern Munchen dan Memilih Juventus?
Dusan Vlahovic Pergi Gratis, Juventus Jajaki Alexander Sorloth jadi Pengganti
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7872833/original/053916500_1780699553-470c634f-3f89-4780-a027-04aca0019580.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7858391/original/037437500_1780682716-def4b704-7d56-4bfc-b6ae-001232c7bb58.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405689/original/016785800_1762495362-daa8e71a-aea2-4d67-b5fa-242e6c7467b5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7851333/original/088695500_1780674474-352358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
