
Bola.net - - Wacana pembangunan ulang Stadion San Siro banyak mendapat pertentangan dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Andrea Agnelli. Presiden Juventus tersebut bahkan menyarankan kedua klub membangun stadionnya masing-masing.
AC Milan dan Inter Milan telah menyepakati 'patungan' membangun ulang stadion San Siro. Kedua tim raksasa Serie A tersebut sepertinya ingin mengikuti langkah Juventus yang membangun Allianz Stadium di atas Delle Alpi.
Namun ada perbedaan. Delle Alpi tak mendapatkan pertentangan lantaran secara konstruksi dinilai buruk. Sedangkan San Siro sendiri, selain karena konstruksi bangunannya masih dinilai bagus, juga terdapat nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Lebih baik Bangun Stadion Sendiri
Pertentangan pertama datang dari walikota Milan, Giuseppe Sala, dan salah satu politisi partai Forza Italia, Pietro Tattarela. Belum lama ini, Massimo Moratti selaku mantan presiden Inter juga menyatakan ketidaksepakatannya terhadap rencana tersebut.
Agnelli pun turut serta dalam fraksi penolakan rencana 'New San Siro'. Ia merasa sebuah kota besar seperti Milan sebaiknya memiliki dua stadion yang ditempati oleh tim yang berbeda.
"Bila keputusannya tergantung saya, saya akan melakukan segalanya untuk membuat sistem yang benar-benar baru. Saya percaya bahwa semuanya ingin stadion mereka sendiri...," tutur Agnelli kepada awak media, seperti yang dikutip dari Football Italia.
"Kami memikirkan Liverpool dan Everton, Manchester dengan dua stadionnya, kota-kota yang mirip dan bahkan lebih kecil dari Milan. Dua stadion akan terasa ideal," lanjutnya.
Jaga Eksklusifitas Stadion
Eksklusifitas stadion merupakan elemen penting yang harus dimuat oleh sebuah klub. Baginya, adanya elemen itu berpengaruh terhadap rasa kepemilikan sebuah klub juga para penggemarnya.
"Bila saya memiliki stadion, saya akan membuatnya eksklusif untuk tim serta klub yang saya wakili, jadi Inter akan memiliki stadion sendiri begitu juga dengan Milan," tambahnya.
Lebih lanjut, pria berumur 43 tahun tersebut mengungkapkan salah satu cara untuk membuat Allianz Stadium terasa eksklusif selayaknya milik sendiri, yakni dengan memperkecil kapasitasnya. Ide itu sendiri sebenarnya mendapat pertentangan dari banyak pihak.
"Kami kerap dikritik di Turin karena memiliki stadion dengan 41 ribu kursi saja, tapi kami tak pernah menyesalinya. Anda harus fokus pada mengisi stadion di setiap pertandingannya," tandasnya.
Saksikan Juga Video Ini
Berita Video Highlights Serie A, AC Milan Dikalahkan Inter Milan 2-3
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 7 Juni 2026 07:00Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
-
Liga Inggris 7 Juni 2026 06:00Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Setelah Man City dan Chelsea, Kini Barcelona jadi Peminat Terdepan Andrea Cambiaso, Berapa Harganya?
Dusan Vlahovic Tinggalkan Juventus, Chiellini Isyaratkan Karier Baru di Luar Italia
Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
Dusan Vlahovic Pergi Gratis, Juventus Jajaki Alexander Sorloth jadi Pengganti
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)

