Rapor Pemain Juventus Saat Kalah di Final Coppa Italia: Lini Tengah Memble, Bonucci Biang Kerok

Ari Prayoga | 12 Mei 2022 06:45
Bek Juventus, Giorgio Chiellini. (c) AP Photo

Bola.net - Inter Milan meraih gelar juara Coppa Italia 2021/22 usai membungkam Juventus dengan skor 4-2 lewat extra time dalam partai final yang dihelat di Olimpico, Kamis (12/5/2022) dini hari WIB.

Inter sempat unggul cepat berkat gol Nicolo Barella. Namun, Juventus mampu bangkit di awal babak kedua dan berbalik memimin lewat aksi Alex Sandro dan Dusan Vlahovic.

Inter mampu menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Hakan Calhanoglu. Skor imbang 2-2 di waktu normal pun membuat pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Di babak ini, Inter berhasil mencetak dua gol yang diborong Ivan Perisic, salah satunya lewat tembakan penalti. Inter pun keluar sebagai pemenang sekaligus menjadi juara.

Lantas, bagaimana rapor para pemain Juventus pada laga ini? Berikut ulasan selengkapnya.

1 dari 6 halaman

Kiper

Mattia Perin 6

Secara keseluruhan, penampilan Perin di bawah mistar tak bisa dikatakan buruk. Kiper kedua Juve itu melakukan sejumlah penyelamatan krusial di sepanjang laga.

Meski demikian, Perin tetap tak kuasa membendung empat gol Inter, dua di antaranya lewat duel one on one di tendangan penalti.

2 dari 6 halaman

Bek

Danilo 6

Keputusan Allegri yang memainkan Danilo sejak awal ternyata menjadi masalah tersendiri karena bek asal Brasil itu tak 100 persen bugar. Ia pun ditarik keluar sebelum babak pertama usai.

Matthijs de Ligt 5,5

De Ligt tampil cukup dominan, terutama dalam duel bola atas. Namun, ia menjadi penyebab terjadinya penalti kedua Inter di masa extra time.

Giorgio Chiellini 6,5

Seperti biasa, Chiellini yang notabene sudah berusia 37 tahun menunjukkan permainan spartan. Meski demikian, usia tetap tak bisa dibohongi.

Alex Sandro 6,5

Sandro tampil cukup buruk di babak pertama. Namun, ia berhasil mencetak gol di awal babak kedua. Sandro pun ditarik keluar di awal extra time.

3 dari 6 halaman

Gelandang

Juan Cuadrado 6

Cuadrado cukup sering mencoba merepotkan barisan pertahanan Inter lewat akselerasinya. Namun, tak banyak yang menjadi peluang berbahaya.

Denis Zakaria 5

Zakaria terlihat kesulitan untuk memenangi pertarungan lini tengah dengan para gelandang Inter. Zakaria pun ditarik keluar di pertengahan babak kedua.

Adrien Rabiot 6

Meski tak banyak menciptakan peluang berbahaya bagi timnya, akan tetapi kehadiran Rabiot di lini tengah Juventus cukup terasa pada laga ini.

Federico Bernardeschi 5

Bernardeschi tak mampu memberikan kontribusi berarti sepanjang ia berada di lapangan.

4 dari 6 halaman

Penyerang

Paulo Dybala 6,5

Dybala menyia-nyiakan beberapa peluang emas di babak pertama. Namun, ia kerap merepotkan pertahanan Inter dan menjadi kreator gol Vlahovic.

Dusan Vlahovic 6,5

Tak begitu membahayakan lawan di babak pertama. Namun, ia mencetak gol krusial di babak kedua. Sayang, timnya gagal menjaga keunggulan.

5 dari 6 halaman

Pemain Pengganti

Alvaro Morata 7

Kehadiran Morata menjadikan serangan Juventus menjadi jauh lebih berbahaya, terutama di awal babak kedua. Turut berandl dalam terciptanya gol pertama Juve.

Leonardo Bonucci 5

Masuknya Bonucci diharapkan bakal semakin memperkokoh pertahanan Juve. Namun, yang terjadi justru ia membuat pelanggaran yang menyebabkan penalti bagi lawan.

Manuel Locatelli 5,5

Locatelli tak memberikan pengaruh berarti di lini tengah Juventus.

Arthur 5

Arthur tak memberikan pengaruh berarti di lini tengah Juventus.

Luca Pellegrini 5,5

Tak mampu menjadi upgrade mumpuni bagi Alex Sandro di sisi kiri.

Moise Kean -

Tak memiliki cukup waktu untuk memberikan kontribusi.

6 dari 6 halaman

Pelatih

Massimiliano Allegri 5

Allegri sejatinya berhasil merespons keunggulan cepat Inter dengan cukup baik. Di akhir babak pertama, ia memasukkan Morata untuk menggantikan Danilo yang merupakan seorang bek.

Serangan Juventus pun sangat berbahaya di awal kedua, dan akhirnya berbuah dua gol. Namun, sampai di sini saja masterclass Allegri.

Setelah itu, Allegri memutuskan untuk memasukkan Bonucci dengan harapan timnya bermain lebih bertahan. Sayang, strategi ini justru menjadi blunder.

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR