
Bola.net - Parma sukses membuat kejutan besar di San Siro. Mereka menaklukkan tuan rumah AC Milan dengan skor 1-0, Minggu (22/2/2026) pada lanjutan Liga Italia.
Hasil ini jadi salah satu kejutan terbesar di Serie A akhir pekan ini. Namun pelatih Parma, Carlos Cuesta, punya sikap yang justru lebih mengejutkan.
Di tengah euforia kemenangan bersejarah, ia memilih bicara soal pemain lawan. Bukan tentang strategi atau gol kemenangan timnya.
Cuesta membuka konferensi pers dengan nada yang sangat rendah hati. Ia meminta semua orang mendoakan Ruben Loftus-Cheek.
Cuesta Utamakan Doa untuk Ruben Loftus-Cheek
Ruben Loftus-Cheek harus ditarik keluar di babak pertama karena cedera. Momen itu jelas terlihat mengkhawatirkan bagi semua yang menyaksikan.
Carlos Cuesta langsung teringat pada situasi tersebut. Ia tak ingin euforia kemenangan melupakan sisi kemanusiaan.
"Saya ingin bicara tentang Loftus-Cheek terlebih dahulu. Saya harap dia baik-baik saja dan pikiran kami tertuju padanya," ujar Carlos Cuesta.
Ucapan itu langsung menjadi pembuka konferensi pers yang penuh kelas. Pelatih asal Spanyol itu menunjukkan sisi sangat terpuji.
Ia juga langsung mengapresiasi kerja keras pemainnya. Menurutnya, hasil ini lahir dari disiplin luar biasa.
Kerja Keras Tanpa Bola Jadi Kunci di San Siro
Meredam gempuran Milan di San Siro bukan perkara mudah. Apalagi selama 90 menit penuh tanpa kebobolan.
Cuesta mengakui betapa sulitnya tugas yang dihadapi timnya. Ia menekankan pentingnya konsentrasi dan organisasi permainan.
"Tidak mudah berkonsentrasi selama menit sebanyak itu melawan tim sekuat ini, di stadion seperti ini," kata Carlos Cuesta.
Timnya sadar akan dominasi penguasaan bola Milan. Namun mentalitas luar biasa ditunjukkan para pemain Parma.
"Mereka pasti akan mendominasi penguasaan bola, jadi kami harus tetap terorganisir. Dan mentalitas yang ditunjukkan skuat ini luar biasa," tambah Carlos Cuesta.
Bola Mati Jadi Senjata Mematikan Parma
Gol kemenangan Parma lahir dari situasi bola mati. Valenti sukses menanduk masuk bola ke gawang Milan.
Cuesta mengonfirmasi bahwa ini bukan kebetulan semata. Timnya memang bekerja keras pada skema bola mati.
"Saat kami bekerja pada bola mati, kami berusaha menyiapkan pemain untuk mencetak gol," jelas Carlos Cuesta.
Pernyataan itu mengindikasikan persiapan matang sebelum laga. Posisi Valenti saat mencetak gol sudah direncanakan.
Hasilnya, satu momen bola mati cukup untuk membungkam San Siro. Efektivitas jadi kunci utama Parma.
Kemenangan Bukan Segalanya bagi Cuesta
Tiga kemenangan beruntun diraih Parma di Serie A. Namun Cuesta tak mau terbawa euforia berlebihan.
Ia ingat betul timnya baru kalah dari Juventus dan Atalanta. Dua pekan lalu, situasi terasa sangat berbeda.
"Permainan berubah dengan cepat. Kami adalah tim yang sama," ujar Carlos Cuesta.
Kekalahan dulu dan kemenangan sekarang tidak mendefinisikan mereka. Yang terpenting adalah konsistensi dalam bekerja.
"Apa yang tergantung pada kami adalah kualitas kerja kami. Kami harus melakukannya lebih banyak dan lebih baik," pungkas Carlos Cuesta.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Mei 2026 08:13Emoh Balik ke Real Madrid, Nico Paz Pilih Bertahan di Como
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
italia 27 Mei 2026 08:13Emoh Balik ke Real Madrid, Nico Paz Pilih Bertahan di Como
-
italia 27 Mei 2026 01:19AC Milan Rugi Besar: Belanja Rp10 Triliun dan Gagal ke Liga Champions
SOROT
-
Liputan6 27 Mei 2026 14:30Ancol Siapkan Hiburan dan Promo Besar untuk Wisatawan saat Idul Adha
-
Liputan6 27 Mei 2026 13:55Idul Adha 2026, PDIP Jatim Bagikan 485 Sapi Kurban untuk Wong Cilik
-
Liputan6 27 Mei 2026 13:355 Remaja Pelaku Teror Pocong di Pati Ditangkap, Motifnya Terungkap
-
Liputan6 27 Mei 2026 12:14Pati Geger, Puluhan Motor Curian Ditemukan di Rumah Warga
-
Liputan6 27 Mei 2026 12:05007 First Light Bisa Jalan di PC GTX 1660, tapi Jangan Senang Dulu
MOST VIEWED
AC Milan Siapkan 5 Nama Sebagai Pengganti Massimiliano Allegri, Siapa Saja?
AC Milan Resmi Pecat Massimiliano Allegri dan 3 Petinggi Klub Usai Gagal ke Liga Champions
AC Milan Chaos! Ultras Minta Zlatan Ibrahimovic Pergi Setelah Allegri Dipecat
Dari Puncak Klasemen ke Jurang Kegagalan: Tragedi AC Milan yang Gagal ke Liga Champions
HIGHLIGHT
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Manajer MU dengan Persentase Kemenangan Tertinggi:...
5 Duel El Clasico Paling Gila: Dari Hattrick Bocah...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7074625/original/022844300_1779854174-an1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7083959/original/045296800_1779864923-WhatsApp_Image_2026-05-27_at_13.39.05.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7082839/original/012654000_1779863709-WhatsApp_Image_2026-05-27_at_13.32.56.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7078676/original/038305900_1779858837-IMG_20260527_111205.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458560/original/081931500_1767083160-james-bond-game-delay.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7077012/original/049616700_1779856768-a32792cc-1e03-49e3-bd50-6f8b4a65cfff.jpg)

