
Bola.net - Jawara Serie A 2012/13 Juventus menjuarai Supercoppa Italiana 2013 dengan menggilas kampiun Coppa Italia Lazio 4-0 di kota Roma. La Vecchia Signora pun sukses meraih trofi perdana musim 2013/14 sekaligus mempertahankan gelarnya di ajang ini dengan cara yang meyakinkan.
Dalam partai pembuka tirai musim kompetisi baru Italia di Olimpico ini, Senin (19/8), pasukan Antonio Conte tampil lebih superior daripada Biancoceleste. Pemain pengganti Paul Pogba mengawali pesta Juventus dengan golnya di babak pertama. Di paruh kedua, Bianconeri bermain lebih trengginas dan menambah tiga gol lagi lewat Giorgio Chiellini, Stephan Lichtsteiner, serta Carlos Tevez.
Pada Supercoppa edisi sebelumnya, Juventus menghantam Napoli 4-2 di Beijing. Kini, giliran Lazio yang mereka permak. Namun, sang raksasa Turin harus merelakan Claudio Marchisio jadi tumbal kemenangan.
Juventus, dengan Buffon, Barzagli, Bonucci, Chiellini, Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, Asamoah, Tevez dan Vucinic di starting line-up, tak bisa ditandingi oleh Cavanda, Biava, Dias, Radu, Biglia, Ledesma, Candreva, Hernanes, Lulic serta Klose di tim racikan Vladimir Petkovic. Federico Marchetti dipaksa memungut bola dari gawangnya sampai empat kali.
Pada menit 21, Conte sudah harus melakukan pergantian karena Marchisio tak bisa melanjutkan permainan setelah berebut bola dengan Radu. Pogba pun turun ke arena. Hanya dua menit berselang, Pogba membawa Juventus memimpin. Diawali set-piece rancangan Pirlo, Lichtsteiner leluasa menerima bola di sektor kanan dan mengirimnya ke jantung pertahanan Lazio. Terjadi sedikit kemelut dan bola dikuasai Pogba dalam posisi membelakangi gawang. Dengan tendangan memutar, pemain muda Prancis itu menaklukkan Marchetti.
Lazio mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan ketika tendangan jarak jauh Radu melesat ke gawang Buffon. Namun, kiper nomor satu Italia itu menepisnya dengan brilian. Laga berjalan sengit, tapi skor 1-0 untuk Juventus bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, Juventus menghadirkan 'neraka' bagi Lazio. Dengan serangan gencar, mereka berhasil membuat Biancoceleste semakin terluka.
Chiellini menggandakan keunggulan Juventus dengan finishing jarak dekat memanfaatkan assist Lichtsteiner di menit 52. Skor lantas berubah jadi 3-0 dua menit berselang. Kali ini, Lichtsteiner sendiri yang menuntaskannya usai melakukan one-two dengan Vucinic. Pada menit 56, Tevez membukukan gol perdananya untuk Juventus di laga resmi setelah barisan pertahanan Lazio berantakan akibat aksi Pogba.
Tertinggal empat gol, sepertinya mustahil bagi Lazio untuk mencegah trofi Supercoppa terbang kembali ke Turin, dan itu terbukti.
Masuknya Floccari, Ederson, dan Onazi menggantikan Ledesma, Radu serta Hernanes tak memberi Lazio perubahan berarti. Luka mereka sudah terlalu dalam.
Miroslav Klose sebenarnya berpeluang menipiskan selisih skor untuk Lazio, tapi finishing-nya setelah melewati Bonucci bisa dihentikan oleh Buffon dalam situasi one-on-one.
Skor 4-0 bertahan hingga wasit Gianluca Rocchi meniup peluit panjang dan Juventus pun berhasil menyamai prestasi AC Milan sebagai klub peraih trofi Supercoppa terbanyak dengan enam kali menjadi juara.
Kalau Milan berjaya pada 1988, 1992, 1993, 1994, 2004 dan 2011, La Vecchia Signora jadi yang terbaik di edisi 1995, 1997, 2002, 2003, 2012 dan 2013. Di urutan kedua, ada Inter Milan dengan lima gelar, lalu Lazio di tempat ketiga dengan tiga kali juara.
Juventus juga menyamai rekor kemenangan dengan margin terbesar dalam sejarah Supercoppa. Sebelum ini, margin terbesar dicatatkan oleh Napoli pada edisi 1990, yaitu 5-1. Waktu itu, tim yang dikalahkan Napoli adalah Juventus.
Selain itu Juventus pun berhasil membalas kekalahan lama mereka atas Lazio di ajang ini. Terakhir kali Juventus bentrok dengan Lazio di Supercoppa adalah pada edisi 1998, di mana waktu itu Lazio keluar sebagai juara berkat gol-gol Pavel Nedved dan Sergio Conceicao.
Kemenangan ini juga bisa menjadi peringatan awal bagi para rival bahwa La Vecchia Signora siap mempertahankan gelar mereka di Serie A 2013/14 sekaligus mencoba meraih Scudetto tiga musim secara berturut-turut.
Juventus: Buffon; Barzagli (kuning 43') (Caceres 76'), Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner (Ogbonna 82'), Vidal, Pirlo, Marchisio (Pogba 21'), Asamoah; Tevez, Vucinic.
Lazio: Marchetti; Cavanda, Biava, Dias (kuning 59'), Radu (Ederson 58'); Biglia, Ledesma (Floccari 57'); Candreva, Hernanes (kuning 31') (Onazi 70'), Lulic; Klose.
Statistik Juventus - Lazio (via ESPN)
Dalam partai pembuka tirai musim kompetisi baru Italia di Olimpico ini, Senin (19/8), pasukan Antonio Conte tampil lebih superior daripada Biancoceleste. Pemain pengganti Paul Pogba mengawali pesta Juventus dengan golnya di babak pertama. Di paruh kedua, Bianconeri bermain lebih trengginas dan menambah tiga gol lagi lewat Giorgio Chiellini, Stephan Lichtsteiner, serta Carlos Tevez.
Pada Supercoppa edisi sebelumnya, Juventus menghantam Napoli 4-2 di Beijing. Kini, giliran Lazio yang mereka permak. Namun, sang raksasa Turin harus merelakan Claudio Marchisio jadi tumbal kemenangan.
Juventus, dengan Buffon, Barzagli, Bonucci, Chiellini, Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, Asamoah, Tevez dan Vucinic di starting line-up, tak bisa ditandingi oleh Cavanda, Biava, Dias, Radu, Biglia, Ledesma, Candreva, Hernanes, Lulic serta Klose di tim racikan Vladimir Petkovic. Federico Marchetti dipaksa memungut bola dari gawangnya sampai empat kali.
Pada menit 21, Conte sudah harus melakukan pergantian karena Marchisio tak bisa melanjutkan permainan setelah berebut bola dengan Radu. Pogba pun turun ke arena. Hanya dua menit berselang, Pogba membawa Juventus memimpin. Diawali set-piece rancangan Pirlo, Lichtsteiner leluasa menerima bola di sektor kanan dan mengirimnya ke jantung pertahanan Lazio. Terjadi sedikit kemelut dan bola dikuasai Pogba dalam posisi membelakangi gawang. Dengan tendangan memutar, pemain muda Prancis itu menaklukkan Marchetti.
Lazio mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan ketika tendangan jarak jauh Radu melesat ke gawang Buffon. Namun, kiper nomor satu Italia itu menepisnya dengan brilian. Laga berjalan sengit, tapi skor 1-0 untuk Juventus bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, Juventus menghadirkan 'neraka' bagi Lazio. Dengan serangan gencar, mereka berhasil membuat Biancoceleste semakin terluka.
Chiellini menggandakan keunggulan Juventus dengan finishing jarak dekat memanfaatkan assist Lichtsteiner di menit 52. Skor lantas berubah jadi 3-0 dua menit berselang. Kali ini, Lichtsteiner sendiri yang menuntaskannya usai melakukan one-two dengan Vucinic. Pada menit 56, Tevez membukukan gol perdananya untuk Juventus di laga resmi setelah barisan pertahanan Lazio berantakan akibat aksi Pogba.
Tertinggal empat gol, sepertinya mustahil bagi Lazio untuk mencegah trofi Supercoppa terbang kembali ke Turin, dan itu terbukti.
Masuknya Floccari, Ederson, dan Onazi menggantikan Ledesma, Radu serta Hernanes tak memberi Lazio perubahan berarti. Luka mereka sudah terlalu dalam.
Miroslav Klose sebenarnya berpeluang menipiskan selisih skor untuk Lazio, tapi finishing-nya setelah melewati Bonucci bisa dihentikan oleh Buffon dalam situasi one-on-one.
Skor 4-0 bertahan hingga wasit Gianluca Rocchi meniup peluit panjang dan Juventus pun berhasil menyamai prestasi AC Milan sebagai klub peraih trofi Supercoppa terbanyak dengan enam kali menjadi juara.
Kalau Milan berjaya pada 1988, 1992, 1993, 1994, 2004 dan 2011, La Vecchia Signora jadi yang terbaik di edisi 1995, 1997, 2002, 2003, 2012 dan 2013. Di urutan kedua, ada Inter Milan dengan lima gelar, lalu Lazio di tempat ketiga dengan tiga kali juara.
Juventus juga menyamai rekor kemenangan dengan margin terbesar dalam sejarah Supercoppa. Sebelum ini, margin terbesar dicatatkan oleh Napoli pada edisi 1990, yaitu 5-1. Waktu itu, tim yang dikalahkan Napoli adalah Juventus.
Selain itu Juventus pun berhasil membalas kekalahan lama mereka atas Lazio di ajang ini. Terakhir kali Juventus bentrok dengan Lazio di Supercoppa adalah pada edisi 1998, di mana waktu itu Lazio keluar sebagai juara berkat gol-gol Pavel Nedved dan Sergio Conceicao.
Kemenangan ini juga bisa menjadi peringatan awal bagi para rival bahwa La Vecchia Signora siap mempertahankan gelar mereka di Serie A 2013/14 sekaligus mencoba meraih Scudetto tiga musim secara berturut-turut.
Juventus: Buffon; Barzagli (kuning 43') (Caceres 76'), Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner (Ogbonna 82'), Vidal, Pirlo, Marchisio (Pogba 21'), Asamoah; Tevez, Vucinic.
Lazio: Marchetti; Cavanda, Biava, Dias (kuning 59'), Radu (Ederson 58'); Biglia, Ledesma (Floccari 57'); Candreva, Hernanes (kuning 31') (Onazi 70'), Lulic; Klose.
Statistik Juventus - Lazio (via ESPN)
Shots: 10 - 16
Shots on goal: 7 - 6
Penguasaan bola: 57% - 43%
Pelanggaran: 13 - 13
Corner: 2 - 4
Offside: 1 - 0
Kartu kuning: 1 - 2
Kartu merah: 0 - 0. (bola/gia)
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 4 Juni 2026 12:23Diminati Juventus, Alisson Becker Putuskan Bertahan di Liverpool
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 5 Juni 2026 14:39Prediksi Bolivia vs Skotlandia 7 Juni 2026
-
Piala Dunia 5 Juni 2026 14:28Prediksi Qatar vs El Salvador 7 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
italia 4 Juni 2026 21:50Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
-
italia 4 Juni 2026 14:21Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 14:27IHSG Merosot 3,3% pada Awal Sesi Kedua
-
Liputan6 5 Juni 2026 13:55DPR Ungkap BGN Tak Pernah Konsultasi Pengadaan Motor hingga Sepatu
-
Liputan6 5 Juni 2026 13:48Ramai Pejabat Terseret Korupsi, Menkum Ingatkan ASN Jangan Main-Main
MOST VIEWED
Dusan Vlahovic Tinggalkan Juventus, Chiellini Isyaratkan Karier Baru di Luar Italia
Setelah Man City dan Chelsea, Kini Barcelona jadi Peminat Terdepan Andrea Cambiaso, Berapa Harganya?
Mengkritik Rafael Leao, Meragukan Ralf Rangnick
Juventus Lirik Gonzalo Garcia dengan Formula Transfer Mirip Nico Paz di Como
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7770457/original/077150900_1780581684-Debt_collector_keroyok_anggota_Brimob.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337077/original/061981400_1609327524-20201230-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7824588/original/098674800_1780643713-1001330902.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7824444/original/055507100_1780643609-IMG_1975.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7690730/original/050847900_1780488058-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5319810/original/091948000_1755575616-1000526552.jpg)

