Rotasi Ruben Amorim Jadi Bumerang bagi AC Milan

Rotasi Ruben Amorim Jadi Bumerang bagi AC Milan
Pelatih AC Milan Ruben Amorim. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - AC Milan pulang dari markas Bournemouth dengan kekalahan telak 0-3 pada matchday ketiga Liga Europa 2026/2027. Hasil di Stadion Vitality itu menempatkan keputusan Ruben Amorim dalam sorotan, terutama terkait rotasi pemain dan penempatan sejumlah nama di posisi yang tidak ideal.

Kartu merah Mike Maignan pada menit ke-28 menjadi pukulan besar bagi Rossoneri. Namun, insiden tersebut bukan satu-satunya aspek yang perlu dievaluasi setelah Milan kesulitan mengimbangi tuan rumah.

Laporan Il Giornale menyoroti rotasi pemain yang dinilai berlebihan sebagai salah satu faktor di balik kekalahan tersebut. Amorim memang harus menyiasati jadwal padat dan absennya empat pemain akibat cedera, tetapi sejumlah pilihannya tetap mengundang pertanyaan.

Sorotan terutama tertuju pada keputusan memainkan Alphadjo Cisse sebagai penyerang tengah serta performa Pervis Estupinan dan Ruben Loftus-Cheek. Ketiganya menjadi bagian dari evaluasi terhadap strategi Amorim yang belum menghasilkan performa sesuai harapan.

Rotasi Ruben Amorim Dipertanyakan, Alphadjo Cisse Salah Posisi?

Rotasi Ruben Amorim Dipertanyakan, Alphadjo Cisse Salah Posisi?

Pemain AC Milan, Alphadjo Cisse, merayakan gol ke gawang FC Salzburg pada ajang Liga Europa 2026/2027 (c) AP Photo/Alexandra Beier

Absennya Goncalo Ramos akibat cedera memaksa Amorim mencari alternatif di lini depan. Sebelumnya, pelatih asal Portugal itu mengandalkan Francesco Camarda sebagai pelapis Ramos, termasuk ketika memberikan kesempatan kepada penyerang muda tersebut saat menghadapi RB Salzburg.

Camarda belum mampu tampil menonjol dalam kesempatan itu, meski performa yang belum konsisten masih wajar bagi pemain berusia 18 tahun. Namun, saat menghadapi Bournemouth, Amorim justru memilih Alphadjo Cisse untuk mengisi posisi penyerang tengah.

Keputusan tersebut dinilai kurang tepat karena Cisse, yang berusia 20 tahun, tidak memiliki karakteristik ideal untuk berperan sebagai penyerang tunggal. Semangat dan daya juangnya terlihat, tetapi penempatannya di lini depan justru membuat kualitas permainannya tidak keluar secara maksimal.

Situasi itu sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai pengelolaan opsi penyerang yang tersedia di tengah keterbatasan skuad. Alih-alih memberi solusi, perubahan tersebut justru memperlihatkan kesulitan Milan dalam menemukan keseimbangan di lini depan saat menghadapi tekanan Bournemouth.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 29 Oktober 2026
AC Milan AC Milan
00:30 WIB
Bologna Bologna

Estupinan dan Loftus-Cheek Ikut Disorot Usai Kekalahan Milan

Estupinan dan Loftus-Cheek Ikut Disorot Usai Kekalahan Milan

Jhon Lucumi mencoba merebut bola dari kaki Ruben Loftus Cheek di laga Juventus vs AC Milan, Senin (7/9/2026) (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Selain masalah di lini depan, performa Pervis Estupinan juga menjadi perhatian. Pemain tersebut dinilai tampil kurang meyakinkan, terutama dalam aspek teknis dan akurasi, sehingga menambah persoalan bagi Milan dalam pertandingan yang sudah berjalan sulit.

Ruben Loftus-Cheek pun belum mampu menjawab kepercayaan Amorim. Penempatannya sebagai gelandang serang atau penyerang bayangan dinilai belum cocok, terlebih ketika Milan membutuhkan ketangguhan mental dan kontribusi efektif untuk menghadapi tekanan lawan.

Kedua pemain itu kini menjadi gambaran keputusan taktik yang perlu dievaluasi oleh Amorim. Persoalannya bukan berarti seluruh pilihan sang pelatih keliru, melainkan sejumlah eksperimen yang berulang belum memberikan hasil sesuai harapan.

Kekalahan 0-3 dari Bournemouth memang tidak bisa dilepaskan dari kartu merah Maignan pada menit ke-28. Namun, insiden tersebut tidak menghapus kebutuhan Milan untuk mengevaluasi rotasi, penempatan pemain, dan efektivitas strategi, terutama ketika jadwal padat serta badai cedera menuntut keputusan yang lebih cermat.