Sihir Atalanta di Markas AC Milan

Sihir Atalanta di Markas AC Milan
Selebrasi pemain Atalanta merayakan gol Davide Zappacosta ke gawang AC Milan, 11 Mei 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Atalanta pulang dari San Siro dengan kemenangan penting usai menundukkan AC Milan 3-2, Senin (11/5/2026) dini hari. Hasil ini mengakhiri periode sulit La Dea setelah hanya mengumpulkan dua poin dari empat laga liga sebelumnya.

Raffaele Palladino memuji semangat dan kerja keras timnya sepanjang pertandingan. Ia menilai ada ikatan kuat yang terbentuk antara dirinya dan para pemain sejak pertama menangani Atalanta.

Di tengah hasil positif tersebut, masa depan Palladino justru masih belum jelas. Ia mengaku belum mengetahui apakah akan tetap menangani tim musim depan.

Kebangkitan di Markas Milan

Kebangkitan di Markas Milan

Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Atalanta tampil dominan sejak awal laga dan sempat unggul tiga gol tanpa balas. Ederson, Davide Zappacosta, dan Giacomo Raspadori bergantian mencetak gol untuk tim tamu.

Milan baru bangkit pada akhir pertandingan lewat sundulan Strahinja Pavlovic dan penalti Christopher Nkunku. Tekanan tuan rumah sempat membuat Atalanta kehilangan fokus di menit-menit penutup.

"Malam ini saya harus berterima kasih kepada para pemain, karena mereka menunjukkan performa luar biasa dan praktis tidak mengambil risiko apa pun di babak pertama," ujar Raffaele Palladino.

"Sangat disayangkan soal menit-menit akhir, karena kami layak unggul 3-0, tetapi Milan memasukkan banyak penyerang. Sangat menyenangkan bisa menang meskipun harus menderita."

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 17 Mei 2026
Genoa Genoa
20:00 WIB
AC Milan AC Milan

Keajaiban Hubungan Pelatih dan Pemain

Keajaiban Hubungan Pelatih dan Pemain

Pemain Atalanta, Ederson, merayakan gol ke gawang AC Milan dalam pertandingan Serie A, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Palladino mengatakan suasana tim berubah drastis dibanding saat dirinya pertama datang ke Bergamo. Ketika itu, para pemain sedang kehilangan kepercayaan diri akibat rentetan hasil buruk.

Kini, Atalanta mampu bangkit dan melaju hingga babak 16 besar Liga Champions. Palladino merasa hubungan erat di ruang ganti menjadi salah satu faktor utama kebangkitan tim.

"Sihir nyata telah tercipta antara saya dan para pemain ini, hal yang tidak bisa dianggap remeh karena mereka merasa tidak termotivasi saat saya tiba," jelas Palladino.

"Saya ingin yang terbaik untuk para pemain, fans, dan Atalanta, karena mereka semua layak mendapatkan Atalanta yang kuat," pungkasnya.

Harapan di Bergamo

Kemenangan di San Siro memperpanjang catatan positif Atalanta di markas Milan, sesuatu yang belum mereka raih secara beruntun sejak 1943. Meski begitu, posisi Palladino masih diselimuti tanda tanya setelah muncul kabar kepergian Direktur Olahraga Tony D’Amico.

Palladino memilih tidak larut dalam rumor mengenai masa depannya. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menutup musim dengan hasil terbaik.

"Saya tidak memikirkan masa depan, tetapi masa kini, dan saya perlu mengakhiri musim ini dengan baik. Saya telah memberikan segalanya untuk klub ini," tegasnya.

"Saya bekerja siang dan malam, klub akan mengevaluasi di akhir musim, namun kepuasan terbesar adalah respon dari para pemain ini," tutupnya.

Kemenangan tersebut membuat Atalanta tetap kokoh di posisi ketujuh klasemen sementara. Mereka juga masih menunggu hasil Coppa Italia demi menjaga peluang tampil di kompetisi Eropa musim depan.