
Bola.net - Gianluigi Buffon sudah tidak lagi muda, usianya sudah 41 tahun. Namun, Buffon masih terus bermain dan kini membela Juventus. Lantas, kapan Gianluigi Buffon akan menyatakan pensiun?
Karir Buffon memang cukup unik. Dia sempat diprediksi akan pensiun pada akhir musim 2017/2018 yang lalu. Ketika itu, kontrak Buffon dengan Juventus berakhir. Waktu yang tepat untuk pensiun.
Namun demikian, Buffon memilih untuk menerima pindah ke PSG. Mantan kiper timnas Italia tersebut meneken kontrak dengan durasi dua tahun di PSG. Akan tetapi, Buffon hanya satu tahun bermain untuk PSG.
Secara mengejutkan, Buffon memilih kembali ke Juventus pada musim 2019/2020 ini. Buffon, belum ingin pensiun walaupun dia juga sadar bahwa peluang menjadi kiper utama cukup kecil.
Gianluigi Buffon Penasaran Gelar Juara Liga Champions?
Pada 28 Januari 2020 mendatang, Gianluigi Buffon akan genap berusia 42 tahun. Kontraknya dengan Juventus juga akan habis pada 30 Juni 2020. Namun, apakah kondisi ini akan membuat Buffon memilih pensiun dari karirnya?
"Saya senang bisa kembali ke ruang ganti bersama rekan satu tim saya, merangkul para penggemar dan direksi lagi. Ada pemain muda dan berpengalaman dengan sama baiknya di klub ini," kata Buffon dikutip dari Football Italia.
"Itu sebabnya saya membuat pilihan pindah ke Juventus. Saya hanya bersedia menjadi pilihan kedua jika itu adalah di Juventus," sambung eks kiper Parma tersebut.
Gianluigi Buffon punya jejak karir yang panjang. Buffon sudah akrab dengan scudetto. Buffon juga pernah membawa Italia meraih kejayaan, salah satunya adalah meraih juara Piala Dunia pada tahun 2006 yang lalu.
Namun, ada satu gelar yang masih membuat Buffon penasaran: Liga Champions. Beberapa kali masuk ke final Liga Champions, Buffon selalu gagal menjadi juara. Pindah ke Juve mungkin menjadi cara Buffon untuk kembali berupaya meraih gelar juara Liga Champions.
Rival Terberat Juventus di Serie A
Juventus begitu dominan di pentas Serie A. Delapan musim beruntun Si Nyonya Tua meraih scudetto. Juventus unggul jauh dari tim-tim lain. Namun, Buffon menilai pada musim ini Inter Milan akan menjadi pesaing yang kuat.
"Tidak diragukan lagi, Inter adalah rival terbesar kami dalam perebutan gelar juara," buka Buffon.
"Saya tahu sang pelatih [Antonio Conte], caranya melatih sepak bola dan berpikir, untuk mentransmisikan kepercayaannya kepada para pemain. Saya juga kenal direktur Inter (Beppe Marotta) dan banyak pemain," kata Buffon.
Inter Milan sempat mengawali musim 2019/2020 dengan sangat baik. Inter Milan meraih enam kemenangan beruntun. Akan tetapi, ketika bersua Juventus, Inter Milan kalah dengan skor 1-2. Juventus merebut posisi puncak klasemen Serie A.
Sumber: Football Italia
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 6 Juni 2026 23:40MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Setelah Man City dan Chelsea, Kini Barcelona jadi Peminat Terdepan Andrea Cambiaso, Berapa Harganya?
Dusan Vlahovic Tinggalkan Juventus, Chiellini Isyaratkan Karier Baru di Luar Italia
Mengapa Kenan Yildiz Mau Tinggalkan Bayern Munchen dan Memilih Juventus?
Dusan Vlahovic Pergi Gratis, Juventus Jajaki Alexander Sorloth jadi Pengganti
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)

