
Bola.net - Produsen raket badminton asal Tiongkok, Li-Ning, atau dalam artikel ini disebut sebagai "Lining", memang pandai memanfaatkan ceruk pasar besar dunia olahraga. Ketimbang mengikuti pola produksi brand yang lebih dulu mapan seperti Yonex, Pro Ace, Carlton, dll., Lining membuat tipe dan seri raket bulutangkis berdasarkan kebutuhan riil para pemain di lapangan.
Pemain yang bertipe cepat berbeda kebutuhan raketnya dengan mereka yang gemar bermain reli-reli panjang, sebaliknya raket untuk pola bertahan juga memiliki karakteristik berbeda dengan atlet yang jago smash. Pendekatan karakter bermain dan parameter fisik pemain jadi tolok ukur Lining dalam menetapkan lima spesifikasi dasar type dan seri raketnya.
Tersedia Model Grip Kecil
Area genggaman tangan di raket, semakin kecil semakin cepat mengarahkan bagian batang dan kepala raket ke posisi yang dituju. (c) Istimewa
Mengacu kepada info di situs resmi Lining, ukuran grip alias area genggaman akan menentukan respons raket untuk membalikkan shuttlecock lawan. Lining melakukan terobosan dengan mempromosikan area genggaman berukuran small (S) dan extra-small (XS) dengan getol karena secara teori area genggaman yang kecil atau pendek akan mempercepat respons raket terhadap gerakan pergelangan tangan atlet.
Sementara itu posisi titik berat raket setelah dipasangi senar oleh Lining dibagi menjadi dua jenis, yaitu yang condong ke arah kepala raket dan yang condong ke bagian pegangan raket.
Semakin besar dan berat kepala raket, artinya raket semakin berkarakter agresif karena kekuatan pukulan bertambah besar. Sebaliknya, bila balance point mengarah condong ke bagian pegangan tangan maka raket berkarakter lebih responsif dan cocok untuk melakukan pukulan-pukulan tipuan.
Karakter Bahan Sangat Menentukan
Tingkat kelenturan raket dientukan juga oleh jenis bahan yang dipakai untuk membuat raket. (c) Istimewa
Dari sisi berat total, ada kepercayaan sebagian pengguna raket yang ringan bahwa atlet akan terbantu daya tahannya dalam bermain karena kelelahan otot tangan bisa diminimalisasi. Hal ini belum terbukti secara ilmiah karena raket yang berat pun bisa memberikan keuntungan untuk mencetak momentum agar shuttle cock menjangkau sudut-sudut terjauh di lapangan sehingga menyulitkan lawan.
Satu hal yang pasti adalah bahwa semakin ringan raket akan semakin baik untuk pemain yang memiliki karakter bertahan dan harus segera menutup seluruh daerah lapangan miliknya dengan cekatan.
Faktor keempat adalah fleksibilitas bahan raket yang tidak berbanding lurus dengan seberapa ringan raket. Ambil contoh bahan carbon yang ringan dan kuat tapi lebih kaku dibanding campuran bahan lain. Raket dengan poros yang kaku akan punya daya serang dan kontrol yang baik, sedangkan raket yang lebih fleksibel bisa menyerap kekuatan pukulan shuttle cock lawan dengan lebih baik.
Ketegangan Senar Butuh Teknologi Tinggi
Raket yang dibuat dengan teknologi modern sanggup menahan tegangan senar yang tinggi. (c) Istimewa
Unsur terakhir dalam karakter raket adalah string tension atau ketegangan senar. Semakin tinggi teknologi sebuah raket, maka string tension-nya pun akan semakin tinggi terlepas dari teknik dan alat yang dipakai dalam pemasangan senar. Raket modern rata-rata memiliki ketegangan minimal 28 lbs, sedangkan Lining mempunyai line up raket dengan ketegangan 30 lbs.
String tension yang tinggi membuat kontrol raket sangat akurat, tapi bukan raket yang cocok untuk bermain agresif karena daya tolak saat shuttle cock dipukul justru menurun. Selain itu, bila ketegangan senar terlalu tinggi maka akan membuat bingkai kepala raket rentan mengalami kerusakan.
Lima Seri Raket dengan Harga Bervariasi
Raket badminton yang condong ke kepala raket akan bersifat agresif, sedangkan yang condong ke area grip akan bersifat cepat. (c) Istimewa
Dari lima parameter dasar di atas, Lining mengeluarkan seri yang mengandung huruf N di dalamnya dengan berteknologi bahan dan memiliki ergonomi modern sehingga bisa dipasang dengan ketegangan senar sebesar 30 lbs. Lebih detail lagi berikut adalah data seri raket badminton Lining:
- Seri Mega Power yang berkarakter ofensif dan berdaya ledak kontinu karena titik berat condong ke kepala raket dan grip berukuran XS dengan model HC 1800, TB Nano 120, Woods 80 TD, Woods N80, Flame N55-II, Flame N55-III, Woods N90, Woods N90-II, Woods N90-III, TurboCharging N9, TurboCharging 9TD, dan TB Nano N10.
- Seri Ultra Sharp yang berkarakter ofensif, tapi cocok juga untuk kombinasi smash dan pola defensif karena dilengkapi batang raket yang fleksibel dan bobot total relatif ringan. Rangkaian model di seri ini adalah HC 1600, Wppds N90-IIS, Windstrom N60, TurboCharging N7, dan Flame N36.
- Seri Extra Skill yang berkarakter cepat dalam menyerang dan bertahan karena memilik bobot total sangat ringan dengan batang raket sangat fleksibel. Model-model di seri ini adalah HC 1250, UC 9000, Windstorm 300, Windstrom 500, Windstorm 600, dan Windstrom 700.
- Seri Multi Control yang berkarakter kuat di pertahanan, serangan, tapi sering mengandalkan kontrol detil dalam mengarahkan shuttle cock karena memiliki ukuran kepala raket besar sehingga memiliki sweet spot dengan akurasi kontrol tinggi. Model dalam seri ini meliputi: UC 7000, TB Nano 120, TB Nano N20, dan Woods N90-III S.
- Seri Pro Master yang cocok untuk atlet profesional dengan skill komplet dalam permainan seimbang dalam smash dan bertahan, dengan kepala raket berstabilitas tinggi untuk permainan net dan drop shot. Model-modelnya adalah HC 1900, UC 8000, 3D Breakfree 80TF, Turbocharging 7TD, TB Nano 120, dan Flame N50-III.
Sebagai perbandingan harga, berikut adalah kisaran harga raket Lining di toko daring pada pengujung 2020: kisaran harga untuk model Windstrom 75 adalah Rp 800 ribu hingga Rp 975 ribu, sedangkan harga model TurboCharging adalah antara Rp 250 ribu hingga Rp 550 ribu.
Pada sisi lain, raket Yonex ada di kisaran Rp 450 ribu hingga Rp 1,7 juta, dengan teknologi bahan dan perakitan yang sangat mirip. Meningkatnya popularitas raket Lining buatan Tiongkok ini ironisnya juga diikuti merebaknya varian raket palsu Lining di pasaran yang juga mayoritas berasal dari daratan Tiongkok.
Well pada akhirnya, harga juga akan menentukan keputusan konsumen dalam memilih seri mana yang cocok untuk kebutuhan setiap konsumen. Raket badminton Lining yang dulu dikenal sebagai raket bulutangkis alternatif yang memiliki harga ekonomis sayangnya sekarang nilainya beranjak naik seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan. Banyak yang menyebut jika memang sudah terlalu mahal, sebaiknya sekalian saja membeli merek Yonex yang kualitasnya dan nama besarnya sudah teruji waktu. Bagaimana pendapat Anda sendiri? Awas jangan tertipu hingga membeli barang tiruan ya.
Sumber: Bola.com/Penulis: Darojatun, Published: 11 November 2020
Advertisement
Berita Terkait
-
Lain Lain 30 Maret 2021 12:55Bola Beli: Tips Membeli Ring Basket
-
Lain Lain 30 Maret 2021 12:46Bola Beli: Agar Awet, Inilah Tips Memilih dan Merawat Bola Voli
-
Lain Lain 30 Maret 2021 12:45Bola Beli: Tips Memilih Celana Olahraga yang Nyaman
-
Lain Lain 26 Maret 2021 14:08Bola Beli: Sepatu Adidas Copa Kapitan 2021, Apa Keunggulannya?
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Piala Dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
BERITA LAINNYA
-
lain lain 28 Oktober 2026 22:30KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
-
lain lain 27 Oktober 2026 08:45Nikmati Perayaan Belanja Penuh Warna bersama no na di Shopee 11.11 Big Sale
-
lain lain 21 Oktober 2026 13:30Merangkai Kreasi, Mempererat Kebersamaan di Beadswatch Workshop Fimelahood
-
lain lain 20 Oktober 2026 18:44SMAN 35 Jakarta Jadi Penutup Keseruan KapanLagi Pensi Bareng 2026
-
lain lain 20 Oktober 2026 09:30Dari Gym ke Kantor, Ini 3 Langkah Grooming Praktis untuk Pria Aktif
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
