FOLLOW US:


Balotelli: Saya Akan Cepat Dimaafkan Jika Berkulit Putih

06-04-2018 08:55

 | Mario Balotelli

Balotelli: Saya Akan Cepat Dimaafkan Jika Berkulit Putih
Mario Balotelli © espn

Bola.net - Striker Nice, Mario Balotelli, mengatakan bahwa semua masalahnya akan selesai dan segera mendapatkan maaf dari publik jika dirinya berkulit putih. Ia pun percaya bahwa Italia bukan sesungguhnya bukan negara yang rasis.

Nama Balotelli sempat tenar saat memulai karirnya dengan Inter Milan beberapa tahun yang lalu. Ia pun sempat membela beberapa klub besar Eropa juga menjadi andalan di lini depan Azzuri.

Sayangnya, performanya merosot tajam saat membela Liverpool pada tahun 2014 lalu. Hal tersebut membuatnya tersingkir dari The Reds dan juga tak lagi menjadi pemain langganan timnas Italia, hingga akhirnya kembali bermain baik dengan Nice.

Meskipun telah kembali menemukan ketajamannya, namun Balotelli masih belum mendapat perhatian dari pelatih sementara Italia, Luigi Di Biagio. Ia kembali tak mendapat panggilan saat Azzuri melakoni partai persahabatan melawan Inggris dan Argentina bulan lalu.

Permasalahan Balotelli pun tak hanya sampai di situ. Ia juga seringkali mendapatkan perlakuan tak menyenangkan saat di lapangan. Penyerang berusia 27 tahun tersebut acap kali menjadi target rasisme penonton yang tak menyukainya.

"Di beberapa stadion, orang-orang berseru 'tidak ada orang Italia berkulit hitam' kepada saya, dan saya membuktikan bahwa orang itu ada," ujar SuperMario, julukan Balotelli.

"Bila saya berkulit putih, saya akan punya sedikit masalah. Mungkin saya telah membuat masalah untuk diri sendiri dan punya sikap yang buruk dulu, tapi apakah saya akan dimaafkan lebih cepat? Tentu saja," lanjutnya.

Balotelli pun mengungkapkan bahwa Italia bukanlah negara yang rasis. Namun sebagian orangnya bisa menjadi demikian. Ia pun meminta kepada orang-orang untuk memberikan pemahaman soal perbedaan warna kulit kepada generasi selanjutnya.

"Italia bukan negara yang rasis, tapi punya beberapa orang rasis di dalamnya. Perubahan ada pada generasi selanjutnya dan kami harus mengajarkan kepada anak-anak bahwa semua orang sama, terlepas dari perbedaannya," tandasnya.