
Bola.net - Lyon, klub yang pernah tujuh tahun beruntun merajai sepak bola Prancis, baru saja didepak ke Ligue 2. Penyebabnya bukan performa di lapangan, melainkan kondisi finansial yang tak kunjung membaik.
DNGC, badan pengawas keuangan sepak bola Prancis, menjatuhkan vonis setelah Lyon gagal menunjukkan perbaikan signifikan. John Textor, pemilik mayoritas klub, tak mampu meyakinkan bahwa krisis utang sebesar £422 juta (sekitar Rp8,7 triliun) bisa diatasi.
Situasi ini kontras dengan kejayaan masa lalu Lyon. Klub ini pernah menjadi simbol dominasi total, mengoleksi tujuh gelar Ligue 1 berturut-turut antara 2002 hingga 2008.
Langkah Awal Aulas Menuju Puncak
Segalanya dimulai ketika Jean-Michel Aulas mengambil alih Lyon pada 1987. Ia datang dengan misi besar melalui proyek bertajuk OL – Europe, demi membawa klub kembali ke papan atas.
Raymond Domenech diberi kebebasan penuh untuk membangun skuad, dan langsung sukses membawa Lyon promosi serta tampil di Eropa. Namun, performa menurun membuatnya digantikan Jean Tigana.
Tigana nyaris membawa Lyon juara saat finis kedua pada musim 1994–1995. Fondasi sudah kuat, dan kebangkitan tinggal menunggu waktu.
Era Kejayaan: Tujuh Tahun Tanpa Lawan
Musim panas 2021, gelandang dinamis dan spesialis set-piece asal Brasil bernama Juninho Pernambucano ditransfer ke Lyon. Itu dianggap sebagai katalis utama dari dominasi luar biasa Lyon.
Musim 2001–2002 jadi titik balik ketika Lyon menaklukkan Lens 3-1 di laga penentuan dan meraih gelar Ligue 1 pertama mereka. Semangat Lyon DNA lahir dari sini—mentalitas tak kenal menyerah yang membentuk karakter tim.
Meski pelatih Jacques Santini hengkang, Paul Le Guen sukses menjaga momentum. Dengan skema 4-2-3-1 dan magis dari Juninho, Lyon kembali menjadi juara.
Namun, ada luka mendalam saat Marc-Vivien Foe wafat di lapangan pada 26 Juni 2003. Sebagai penghormatan, Lyon mempensiunkan nomor 17 miliknya.
Membangun Dinasti Lewat Bakat dan Strategi
Paul Le Guen fokus mengembangkan talenta muda. Michael Essien, Florent Malouda, dan Hatem Ben Arfa jadi bagian dari generasi emas yang terus menjaga supremasi Lyon.
Musim demi musim, Lyon merekrut pemain kunci seperti Cris, Eric Abidal, dan Sylvain Wiltord. Gelar keempat dan kelima diraih dengan meyakinkan, bahkan sempat unggul 15 poin di klasemen.
Saat Le Guen pergi, Gerard Houllier langsung ambil alih dan melanjutkan tren positif. Meski pemain datang dan pergi, termasuk saga panjang kepindahan Essien ke Chelsea, Lyon tetap jadi favorit juara.
Dua pemain berprospek, Karim Benzema dan Hatem Ben Arfa, mendapatkan kepercayaan lebih dari Houllier.
Keretakan yang Mengakhiri Dominasi
Musim 2005–2006 membawa kemenangan ikonik atas Real Madrid 3-0 di Liga Champions. Lyon akhirnya mengunci gelar kelima dengan sangat dominan.
Namun, gagal melangkah jauh di Eropa membuat Houllier didepak. Alain Perrin ditunjuk, dan meski sukses meraih double winners pada 2007–2008, kekacauan mulai muncul di balik layar.
Konflik internal antara Ben Arfa dan Sebastian Squillaci, serta pembangkangan dari Fred, menjadi pemicu keretakan ruang ganti. Perrin dipecat tak lama kemudian, mengakhiri era kejayaan.
Setelah 2008: Menjauh dari Gemerlap
Sejak itu, Lyon tak pernah lagi jadi penguasa. Paul Le Guen gagal mengulang prestasi di periode kedua, dan posisi puncak klasemen pun tak lagi menjadi milik mereka.
Meski sempat lolos ke Eropa secara konsisten, hasil buruk pada 2020 menutup era stabilitas. Aulas mencoba berinvestasi dengan stadion baru dan akademi, tapi belum cukup mengembalikan kejayaan.
Pada 2022, Aulas resmi menjual saham mayoritas ke John Textor. Tiga tahun berselang, petaka datang. Kini, dengan utang menggunung dan status degradasi, Lyon harus memulai lagi dari nol—membawa warisan sejarah dan harapan akan kebangkitan.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Kisah Pahit Lyon: Dari juara Ligue 1 hingga Degradasi karena Utang
- Pramusim Barcelona: Panggung Unjuk Kebolehan 8 Bintang Muda La Masia
- Nama Gonzalo Garcia Mencuat, Keberadaan Endrick pun Terancam
- Dean Huijsen dan Sergio Ramos: Perbandingan yang Tak Terhindarkan
- Real Madrid Bidik 3 Bek Tengah Baru, Xabi Alonso Sudah Punya Daftarnya
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Eropa Lain 13 September 2026 00:08Prediksi Brest vs PSG 14 September 2026
-
Liga Inggris 12 September 2026 03:59Mikel Arteta Sengaja Bikin Arsenal Kesulitan di Pramusim, Ini Alasannya
-
Liga Inggris 8 September 2026 08:50Terungkap, MU Sempat Mau Angkut Bek Timnas Argentina Ini
-
Liga Eropa Lain 3 September 2026 09:51Prediksi PSG vs Monaco 5 September 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 12 September 2026 23:39Man of the Match Chelsea vs Hull City: Joao Pedro
-
Liga Inggris 12 September 2026 23:33Man of the Match Liverpool vs Fulham: Jeremy Jacquet
-
Liga Italia 12 September 2026 23:17Prediksi Sassuolo vs Juventus 14 September 2026
-
Liga Inggris 12 September 2026 23:16Hasil Chelsea vs Hull City: Berbagi Poin di Stamford Bridge
-
Liga Inggris 12 September 2026 23:10Hasil Liverpool vs Fulham: The Reds Tertahan Tanpa Gol
-
Liga Spanyol 12 September 2026 23:02Link Live Streaming Madrid vs Rayo 13 September 2026
BERITA LAINNYA
-
liga eropa lain 13 September 2026 00:08Prediksi Brest vs PSG 14 September 2026
-
liga eropa lain 3 September 2026 09:51Prediksi PSG vs Monaco 5 September 2026
-
liga eropa lain 27 Agustus 2026 12:34Prediksi LOSC vs PSG 29 Agustus 2026
-
liga eropa lain 24 Agustus 2026 12:01Ferran Torres Debut dan Cetak 2 Gol, PSG Selamat dari Kekalahan
-
liga eropa lain 19 Agustus 2026 17:36Paul Pogba Resmi Tinggalkan AS Monaco, Kini Berstatus Tanpa Klub
SOROT
-
Liputan6 12 September 2026 21:19Prabowo Dorong BRICS Perkuat Ketahanan dan Kemandirian
-
Liputan6 12 September 2026 18:20Momen Prabowo Disambut PM India Modi saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
-
Liputan6 12 September 2026 11:55Kasus Siswa Pati Tumbang Usai Santap MBG, Pengelola Dapur Diperiksa
-
Liputan6 12 September 2026 09:26Menko Airlangga Dampingi Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS
-
Liputan6 12 September 2026 09:11Prabowo Tiba di India, Bawa Agenda Strategis di BRICS
-
Liputan6 12 September 2026 06:00Kemenkes: Siswa yang Diduga Gangguan Ingatan Usai Makan MBG Dirujuk ke RSCM
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346845/original/042818200_1789212630-IMG-20260912-WA0069.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344144/original/083612300_1788937180-IMG-20260909-WA0063_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346546/original/018136700_1789179406-Presiden_Prabowo_hadiri_BRICS_2026-12_September_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346544/original/042345300_1789178968-1fca3f28-7271-498b-818d-6406418694a6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4359647/original/055112700_1678885951-olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash.jpg)
