
Bola.net - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus memperkuat ekosistem olahraga nasional. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program pembangunan era baru di sektor olahraga.
Kemenpora menempatkan sport tourism dan sport industry sebagai motor ekonomi baru. Dua sektor ini diharapkan mampu menambah pendapatan negara dan membuka peluang kesejahteraan masyarakat.
Di bawah komando Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), arah pembangunan olahraga tidak hanya fokus pada prestasi. Kemenpora juga memperluas dampak ekonomi melalui kolaborasi lintas sektor.
Kemenpora bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya memperkuat industri pendukung, lapangan kerja, dan pembangunan kreatif di daerah.
Event Internasional
Event olahraga berskala internasional menjadi penggerak utama. Kedatangan atlet dan penonton dari luar negeri mendorong permintaan layanan transportasi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang dikelola UMKM.
Langkah strategis ini mendapat dukungan dari tokoh industri kreatif, Triawan Munaf. Ia menilai sport tourism memiliki daya dorong besar bagi sektor ekonomi.
"Di era saat ini, sport tourism bukan hanya menyajikan atraksi atau tontonan bagi para penikmat olahraga, tetapi juga berpotensi menghadirkan daya tarik wisata baru yang menonjolkan keindahan alam dan kekayaan budaya lokal. Juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat dan membawa pemasukan bagi negara," ujar Triawan.
Triawan menegaskan bahwa ajang internasional memberi sorotan global bagi Indonesia. Ia menyebut dampak pariwisata dan ekonomi bisa meluas ke berbagai sektor.
"Bayangkan bagaimana tanggapan dunia ketika kita berhasil menjadi tuan rumah dari sebuah ajang olahraga internasional. Sorotan mata dunia akan tertuju pada kebesaran negara kita. Semua wisatawan dari berbagai penjuru dunia ingin datang dan merasakan keramahan negara kita. Di situ pula lapangan pekerjaan terbuka dan sektor ekonomi kreatif berkembang. Kuncinya adalah kolaborasi, inovasi dan profesionalisme dalam mengelola potensi wisata olahraga yang kita miliki," kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif periode 2015-2019 itu.
Triawan juga menilai sport industry sebagai sektor penting. Dampaknya dinilai mampu memperkuat industri kreatif dan manufaktur.
"Pengembangan sport industry juga layak mendapatkan perhatian dan menjadi fokus utama negara kita, karena ini akan menumbuhkan sektor manufaktur perlengkapan olahraga, manajemen event, media dan berbagai jenis usaha berbasis kreativitas yang membuat ekosistem olahraga akan berjalan berkelanjutan," bebernya.
MotoGP Mandalika Jadi Contoh
Hasil kerja tersebut terlihat jelas pada MotoGP Mandalika 2025. Event itu mencatat rekor baru pada tahun keempat pelaksanaannya.
MotoGP Mandalika 2025 menghadirkan 140.324 penonton. Seluruh tiket penonton ludes terjual sebelum hari pelaksanaan.
Perputaran uang mencapai Rp 4,8 triliun tercatat selama rangkaian event. Dampak ekonomi itu menjadi bukti kuatnya potensi sektor sport tourism.
Manfaat Besar MotoGP Mandalika
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyampaikan manfaat besar dari MotoGP 2025. Ia menyatakan event tersebut menjadi platform promosi global bagi Indonesia.
"Ini saya rasa momen yang bersejarah ya karena kita pecah telur, pecah rekor, 140 ribu pengunjung. Ini ada peningkatan 15 persen dari tahun sebelumnya. Kami lihat dari sisi bandara, hotel, pengunjung, dan UMKM, peningkatan tenaga kerja lokal ini luar biasa," tuturnya.
"Ajang ini juga membuktikan bahwa kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia dapat terintegrasi dalam pengalaman olahraga global, memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sportainment yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar," imbuh Maya.
Peningkatan jumlah wisatawan memicu lonjakan kebutuhan transportasi menuju Lombok. Maskapai menambah frekuensi penerbangan untuk memenuhi permintaan.
Dampak MotoGP juga dirasakan sektor akomodasi Mandalika. Tingkat hunian hotel mencapai 100 persen dan melebihi kapasitas normal.
Kemenpora menilai keberhasilan Mandalika sebagai bukti nyata potensi sport tourism. Pembangunan ekosistem olahraga diharapkan terus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Advertisement
Berita Terkait
-
Olahraga Lain-Lain 17 April 2026 15:36Reformasi Kemenpora: Erick Thohir Pangkas 191 Regulasi
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 11 September 2026 10:48Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Liga Champions 11 September 2026 10:355 Pelajaran Manchester United 4-0 Sabah: Dorgu Bersinar, Fernandes Makin Panas
-
Liga Champions 11 September 2026 09:55Patrick Dorgu Girang Jalani Debut Liga Champions Bersama Manchester United
-
Liga Champions 11 September 2026 09:15Lisandro Martinez Bahagia Cetak Gol Perdana di Old Trafford
-
Liga Champions 11 September 2026 08:35Kobbie Mainoo Tampil Impresif di Liga Champions, Michael Carrick Beri Pujian Tinggi
-
Liga Champions 11 September 2026 07:55Rapor Pemain Man Utd vs Sabah FK: Lisandro Martinez dan Kobbie Mainoo Gemilang
BERITA LAINNYA
-
olahraga lain lain 28 Agustus 2026 20:54Mulai Rp 69 Ribu! Pay Per View Byon Combat Showbiz 8 Saksikan di Vidio
SOROT
-
Liputan6 11 September 2026 10:49Polisi Hilang Usai Terjatuh dari Tongkang di Sungai Perbatasan Lampung-Sumsel
-
Liputan6 11 September 2026 10:40Gubernur Banten Ikut Sisir Perairan Selat Sunda Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak
-
Liputan6 11 September 2026 10:25MRT Siapkan Wajah Baru Kota Tua
-
Liputan6 11 September 2026 10:02Update Hari Keempat Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
-
Liputan6 11 September 2026 09:40Bareskrim Tangkap Erick Soedjasa, Tersangka Kasus Penggelapan Rp 37,4 Miliar
-
Liputan6 11 September 2026 09:38Korban Gempa NTT Nyaris Sebulan Tidur Tanpa Terpal dan Selimut
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345913/original/094905900_1789098542-1001653928.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345141/original/026449600_1789021515-1001650952.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2824139/original/086351500_1559984815-20190608-Kota-Tua-Jakarta-Selama-Libur-Lebaran-FANANI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343868/original/065633000_1788923588-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_10.09.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3398104/original/046913700_1615363891-paxel-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326477/original/074621400_1787025798-305855.jpg)
