
Bola.net - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memberikan bonus kepada peraih medali Olimpiade London 2012. Waketum KOI, Erick Thohir mengatakan meski hasil yang dicapai tidak sesuai dengan harapan.
Menurut Erick dirinya meminta agar tetap menghargai semua atlet Indonesia yang sudah berjuang untuk menghasilkan yang terbaik bagi negeri tercinta. "Saya berharap agar bonus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memacu semangat Eko Yuli Irawan (Rp 200 juta) dan Triyatno (Rp 400 juta) serta pelatih angkat besi Lukman (Rp240 juta). Semoga, di Olimpiade 2016, mereka dapat meraih medali emas," terangnya
Di Olimpiade London, 27 Juli- 12 Agustus, Triyano meraih medali perak di kelas 62 kilogram. Ia menorehkan total beban angkatan 333 kilogram dengan menghasilkan angkatan snatch 145 Kg dan clean and jerk 172 Kg. Sedangkan Eko Yuli Irawan, meraih perunggu usai mengangkat total beban seberat 317 Kg dikelas 62 kilogram. Ia mencatat angkatan snatch 145 Kg dan menyelesaikan clend and jerk 172 Kg. Di Olimpiade Beijing 2008, keduanya mempersembahkan medali perunggu.
Sementara itu, dua atlet andalan Kalimantan Timur tersebut memiliki target berbeda di PON XVIII 2012. Jika Triyatno berani menargetkan medali emas, Eko mengaku sulit untuk mewujudkannya. Triyatno akan bersaing dengan Denny, lifter dari Jawa Barat dan Ketut Ariana dari Bali. Apalagi, ketiganya sama-sama di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Olimpiade 2012.
"Saya masih cedera dibagian lutut kaki kiri. Karena itu, saya harus berusaha keras untuk mewujudkannya," tutup Triyatno. (esa/end)
Menurut Erick dirinya meminta agar tetap menghargai semua atlet Indonesia yang sudah berjuang untuk menghasilkan yang terbaik bagi negeri tercinta. "Saya berharap agar bonus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memacu semangat Eko Yuli Irawan (Rp 200 juta) dan Triyatno (Rp 400 juta) serta pelatih angkat besi Lukman (Rp240 juta). Semoga, di Olimpiade 2016, mereka dapat meraih medali emas," terangnya
Di Olimpiade London, 27 Juli- 12 Agustus, Triyano meraih medali perak di kelas 62 kilogram. Ia menorehkan total beban angkatan 333 kilogram dengan menghasilkan angkatan snatch 145 Kg dan clean and jerk 172 Kg. Sedangkan Eko Yuli Irawan, meraih perunggu usai mengangkat total beban seberat 317 Kg dikelas 62 kilogram. Ia mencatat angkatan snatch 145 Kg dan menyelesaikan clend and jerk 172 Kg. Di Olimpiade Beijing 2008, keduanya mempersembahkan medali perunggu.
Sementara itu, dua atlet andalan Kalimantan Timur tersebut memiliki target berbeda di PON XVIII 2012. Jika Triyatno berani menargetkan medali emas, Eko mengaku sulit untuk mewujudkannya. Triyatno akan bersaing dengan Denny, lifter dari Jawa Barat dan Ketut Ariana dari Bali. Apalagi, ketiganya sama-sama di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Olimpiade 2012.
"Saya masih cedera dibagian lutut kaki kiri. Karena itu, saya harus berusaha keras untuk mewujudkannya," tutup Triyatno. (esa/end)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 20 Januari 2026 04:30 -
Liga Inggris 20 Januari 2026 03:29 -
Liga Champions 20 Januari 2026 03:03 -
Liga Champions 20 Januari 2026 03:02 -
Liga Champions 20 Januari 2026 03:01 -
Liga Champions 20 Januari 2026 03:00
BERITA LAINNYA
-
olahraga lain lain 19 Januari 2026 22:30 -
olahraga lain lain 14 Januari 2026 18:01 -
olahraga lain lain 14 Januari 2026 17:55 -
olahraga lain lain 8 Januari 2026 20:27 -
olahraga lain lain 8 Januari 2026 20:22 -
olahraga lain lain 8 Januari 2026 17:22
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477505/original/010719300_1768833274-Prabowo_Mahasiswa_Papua.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477503/original/080786400_1768831286-Bocah_lima_tahun_asal_Sukabumi_jago_matematika.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477497/original/032473000_1768829852-Prabowo_Rapat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477493/original/012138900_1768829400-Rektor_nonaktif_UNM_Karta_Jayadi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477488/original/030082500_1768828543-Mapolres_Kudus.jpeg)
