
Bola.net - Hasil yang dicapai Diaz Kusumawardhani di ajang Olimpiade London 2012, membuat Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) mengerutkan dahi.
Pemicunya, Diaz yang turun gelanggang di nomor 10 meter air rifle putri, tercecer di peringkat 55 dari 56 peserta. Hasil kurang memuaskan atlet putri berusia 16 tahun tersebut, dinilai tak lepas dari campur tangan pelatih, Maolan.
Semula, Diaz ingin berangkat ke Royal Artileri Barracks, meski waktu masih menunjukkan pukul 06.00 waktu setempat. Namun, rencana penembak asal Jawa Timur tersebut, harus ditunda karena tidak diizinkan pelatih lantaran pertandingan baru akan dimulai pukul 08.30. Akhirnya, kedatangan Diaz ke tempat pertandingan sangat mepet. Dia harus mempersiapkan peralatannya di saat lawan-lawannya sudah mempersiapkan diri dengan baik.
Alhasil, atlet yang baru duduk di kelas 3 SMA tersebut, terlihat gugup. Skor yang dicatat hanya 382 poin, lebih rendah dibanding perolehannya pada Kejuaraan Asia di Qatar, yaitu 388 poin. Padahal, dia berambisi bisa memperbaiki poin, minimal mampu mengumpulkan 390 poin.
Kepala Bidang Kepelatihan PB Perbakin, Glenn Clifton Apfel mengatakan, kasus yang dialami Diaz tidak boleh terulang kembali. Sebab, hal tersebut akan merugikan atlet dan bisa menyebabkan trauma. Apalagi, Diaz atlet muda yang memiliki masa depan sangat panjang di cabang menembak.
“Jangan korbankan atlet dengan kondisi-kondisi yang seharusnya tidak terjadi di ajang sebesar Olimpiade. Kasihan atletnya. Karena, dia pasti punya ambisi tertentu untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini,” kata Glenn.
Dikatakannya lagi, yang kini perlu dilakukan sekarang yakni memulihkan kondisi mental Diaz agar tidak larut dalam penyesalan yang berkepanjangan. Sebagai atlet muda berusia 16 tahun, Diaz bisa mengalami trauma dengan kesalahan di lapangan.
Apalagi kesalahan yang terjadi bukan karena dirinya, melainkan akibat pelatih yang belum siap ketika hendak menuju lapangan pertandingan.
"Bagi PB Perbakin, adanya kasus ini bisa menjadi evaluasi dalam hal penunjukan pelatih yang akan mendampingi atlet di ajang internasional nantinya. Sebab setiap pertandingan itu, sebelumnya pasti ada technical meeting. Jadi, paling tidak manajer atau pelatih yang ditunjuk minimal bisa memahami bahasa Inggris,” tandasnya. (esa/dzi)
Pemicunya, Diaz yang turun gelanggang di nomor 10 meter air rifle putri, tercecer di peringkat 55 dari 56 peserta. Hasil kurang memuaskan atlet putri berusia 16 tahun tersebut, dinilai tak lepas dari campur tangan pelatih, Maolan.
Semula, Diaz ingin berangkat ke Royal Artileri Barracks, meski waktu masih menunjukkan pukul 06.00 waktu setempat. Namun, rencana penembak asal Jawa Timur tersebut, harus ditunda karena tidak diizinkan pelatih lantaran pertandingan baru akan dimulai pukul 08.30. Akhirnya, kedatangan Diaz ke tempat pertandingan sangat mepet. Dia harus mempersiapkan peralatannya di saat lawan-lawannya sudah mempersiapkan diri dengan baik.
Alhasil, atlet yang baru duduk di kelas 3 SMA tersebut, terlihat gugup. Skor yang dicatat hanya 382 poin, lebih rendah dibanding perolehannya pada Kejuaraan Asia di Qatar, yaitu 388 poin. Padahal, dia berambisi bisa memperbaiki poin, minimal mampu mengumpulkan 390 poin.
Kepala Bidang Kepelatihan PB Perbakin, Glenn Clifton Apfel mengatakan, kasus yang dialami Diaz tidak boleh terulang kembali. Sebab, hal tersebut akan merugikan atlet dan bisa menyebabkan trauma. Apalagi, Diaz atlet muda yang memiliki masa depan sangat panjang di cabang menembak.
“Jangan korbankan atlet dengan kondisi-kondisi yang seharusnya tidak terjadi di ajang sebesar Olimpiade. Kasihan atletnya. Karena, dia pasti punya ambisi tertentu untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini,” kata Glenn.
Dikatakannya lagi, yang kini perlu dilakukan sekarang yakni memulihkan kondisi mental Diaz agar tidak larut dalam penyesalan yang berkepanjangan. Sebagai atlet muda berusia 16 tahun, Diaz bisa mengalami trauma dengan kesalahan di lapangan.
Apalagi kesalahan yang terjadi bukan karena dirinya, melainkan akibat pelatih yang belum siap ketika hendak menuju lapangan pertandingan.
"Bagi PB Perbakin, adanya kasus ini bisa menjadi evaluasi dalam hal penunjukan pelatih yang akan mendampingi atlet di ajang internasional nantinya. Sebab setiap pertandingan itu, sebelumnya pasti ada technical meeting. Jadi, paling tidak manajer atau pelatih yang ditunjuk minimal bisa memahami bahasa Inggris,” tandasnya. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
-
Open Play 20 Juli 2023 15:20Cerita Greysia Polii Soal Insiden Diskualifikasi pada Olimpiade 2012
-
Liga Inggris 15 Agustus 2012 15:30Fans Sepak Bola Inggris Harus Belajar Dari Olimpiade
-
Open Play 11 Agustus 2012 09:30
Highlights Perebutan Perunggu Olimpiade: Korsel 2-0 Jepang
-
Bola Dunia Lainnya 11 Agustus 2012 04:38Olimpiade: Libas Jepang, Perunggu Untuk Korea Selatan
-
Bola Dunia Lainnya 10 Agustus 2012 17:34Cerita Asal Muasal Nama Hulk
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 28 Oktober 2026 16:33Link Nonton Streaming Persib vs Melbourne Victory Hari Ini
-
Otomotif 28 Oktober 2026 16:19Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
-
Liga Inggris 28 Oktober 2026 16:15Meski Bikin Blunder Lawan Tottenham, Mike Penders Bakal Starter Lawan Liverpool
BERITA LAINNYA
-
olahraga lain lain 12 Oktober 2026 15:45Joshua Putra Setiawan dan Roy Keane Rajai DNC Vol. 2 2026
-
olahraga lain lain 4 Oktober 2026 15:30Link Streaming Closing Ceremony Asian Games 2026
SOROT
-
Liputan6 28 Oktober 2026 16:34Mendagri Terbitkan SE, Pemda Diperkuat Awasi Program MBG
-
Liputan6 28 Oktober 2026 16:03Kedubes Korsel Gelar Lomba Menulis untuk Mahasiswa, Hadiah Puluhan Juta Rupiah
-
Liputan6 28 Oktober 2026 13:41Pesan Mensesneg untuk Generasi Muda di Hari Sumpah Pemuda
-
Liputan6 28 Oktober 2026 10:30Menlu Singapura Minta Bertemu Prabowo, Diterima Sore Ini
-
Liputan6 27 Oktober 2026 21:49Pelaku Curanmor Ditangkap usai Bawa Kabur Motor Warga Makan di Warteg
-
Liputan6 27 Oktober 2026 20:20Prabowo Sebut Ekonomi RI Terbesar ke-7 Dunia, Ini Data Lengkap IMF
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384724/original/054388800_1793180074-dfb65872-4c61-4a2e-bc8c-7f949bc60ec9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5399722/original/060873900_1761996561-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7767979/original/011455400_1780578714-IMG_3908__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383933/original/065244200_1793112698-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_13.09.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380240/original/081730400_1792661571-Screenshot_20261022_160052_YouTube.jpg)
