Johny mengungkapkan, pekerjaan rumah yang pertama harus ia lakukan adalah memberikan jam terbang lebih banyak untuk para petinju di Indonesia. Pasalnya, selama ini hanya ada beberapa nama yang bisa bercokol di kancah internasional, yakni Chris John dan Daud Yordan.
"Petinju Indonesia kurang kompetisi, terutama di tingkat internasional. Padahal petinju kita banyak yang bagus, tapi ketika bertarung di tingkat internasional mereka kurang percaya diri," ujar Johny kepada wartawan di Hotel Grand Mercure, Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Minggu (24/4)..
Kedua, kualitas wasit dan hakim di Indonesia dinilai Johny masih kurang. Sehingga, pria yang pernah meraih medali emas pada Piala Presiden 1984 di Jakarta itu akan menjalin kerja sama dengan asosiasi tinju internasional.
"Saat ini PB Pertina masih kurang punya jaringan di internasional. Lihat saja, wasit dan hakim dari Indonesia sangat sedikit yang bisa memimpin sampai ke tingkat asia maupun internasional," tutur pria asal Bali itu.
Johny menambahkan, apabila kedua pekerjaan rumah tersebut sudah terpenuhi maka evaluasi selanjutnya ialah mengirimkan wakil dari Indonesia untuk duduk di organisasi Asia atau bahkan dunia.
"Tentu sangat penting menempatkan perwakilan PB Pertina untuk duduk di kepengurusan Asia maupun dunia. Dengan begitu kami bisa mengambil bagian dalam menentukan kebijakan tinju dunia," Johny mengakhiri. (fit/pra)
Advertisement
Berita Terkait
-
Olahraga Lain-Lain 8 September 2025 15:24The Exocet: Kisah Kejayaan Ellyas Pical di Ring Tinju Internasional
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 13 Agustus 2026 01:13Marcus Rashford Lebih Pilih Tinggalkan Manchester United? Ini Situasi Terbarunya
-
Asia 12 Agustus 2026 23:23Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
BERITA LAINNYA
-
olahraga lain lain 10 Agustus 2026 08:44Jawa Barat Dominan, IMC 2026 Tegaskan Kebangkitan Muaythai Indonesia
SOROT
-
Liputan6 13 Agustus 2026 03:00KPK Buka Peluang Hadirkan Bukhori Yusuf di Sidang Korupsi Kuota Haji
-
Liputan6 13 Agustus 2026 02:00Nilai Obligasi Daerah Jakarta Naik Jadi Rp 5,6 Triliun
-
Liputan6 13 Agustus 2026 00:06
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi Calon Hakim Agung
-
Liputan6 12 Agustus 2026 22:36MK Tegaskan Hanya Presiden dan Wapres yang Bisa Laporkan Penghinaan
-
Liputan6 12 Agustus 2026 22:15Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Transfer Pricing PT TPL
-
Liputan6 12 Agustus 2026 21:56Nadiem Singgung Era Eks Jampidsus Febrie di Sidang Banding
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553289/original/016345400_1775927447-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322634/original/060059600_1786544734-IMG_3602.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/2827786/original/043886600_1560420251-20190613-Kondisi-Gedung-MK-Jelang-Sidang-Perselisihan-Hasil-Pilpres-2019-TEBE-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322646/original/051037800_1786547740-73653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322639/original/062213800_1786546611-IMG_2944.jpg)
