FOLLOW US:

Bolanet Unseen: Dagingnya Saja Yang Dibakar, Perasaannya Jangan!

Rabu, 31-10-2018 20:20
Bolanet Unseen: Dagingnya Saja Yang Dibakar, Perasaannya Jangan!
Suasana Bakar-Bakar Bolanet © Bola.net

Jika kita bicara dunia pekerjaan, saya rasa setiap tempat kerja kita memiliki sebuah tradisi. Tradisi ini kadang bisa berupa sesuatu yang formal atau non formal, di mana tradisi ini menjadi suatu ciri khas dari tempat kerja kita masing-masing. Di Bolanet sendiri kami memiliki sebuah tradisi cihuy yang selalu dinantikan para warga, yaitu bakar-bakar.

Tradisi bakar-bakar atau istilah kerennya Barbeque-an ini sudah menjadi adat istiadat di tim Bolanet. Seingat saya, semenjak saya bergabung dengan tim Bolanet tiga tahun lalu, tradisi ini kayaknya tidak pernah absen di setiap musim.

Tradisi bakar-bakarnya Bolanet ini minimal diadakan satu musim sekali, yaitu pada saat final Liga Champions. Selain final Liga Champions, tradisi bakar-bakar ini kadang juga digelar di partai-partai big match seperti El Clasico, North West Derby atau partai-partai yang sekiranya menguras emosi.

Kebetulan pada tanggal 20 Oktober kemarin, ada super big match di Premier League antara Chelsea melawan Manchester United. Kebetulan juga pada saat itu sedang ada hasrat yang besar dari rekan-rekan untuk bakar-bakar, nah sekalian deh kita memeriahkan partai big match ini dengan bakar-bakar. Oiya, agenda bakar-bakar ini sendiri juga dihadiri oleh beberapa alumni tim bola.net lho.

Seperti judulnya, bakar-bakar ini adalah kegiatan membakar sebuah bahan makanan untuk kemudian disantap bersama. Dalam edisi bakar-bakar yang terdahulu, menu yang kami bakar cukup variatif, mulai dari sosis, jagung, cumi-cumi, ikan laut, ikan air tawar bahkan daging sapi pun pernah kami bakar. Tetapi untuk edisi kali ini, kami mencoba untuk mengeksplorasi varian baru untuk kami bakar, yaitu daging ayam, daging kambing dan bakso.

Salah satu contoh persiapan bakar-bakar Bolanet (c) Bola.net

Seperti dugaan Bolaneters sekalian, untuk bakar-bakar kali ini kami mengusung tema besarnya adalah sate. Iya, S.A.T.E. Jadi daging ayam, daging kambing dan bakso ini kami tusuk dengan tusukan sate lalu dibakar di atas bara api arang yang menyala.

Dari tiga bahan yang kami bakar kemarin, sebenarnya bahan yang paling tricky adalah daging kambing. Daging penuh kolesterol tapi nikmat disantap ini memang terkenal punya tekstur yang alot dan juga punya bau yang cukup menyengat. Apakah tim Bolanet mengalami masalah itu? Oh tentu tidak! Kok Bisa? Rahasianya sih cukup simple. Sebelum dibakar, daging kambing itu disiram perasan jeruk nipis yang sukses membuat daging jadi empuk dan enggak bau.

Suasana Bakar-bakar ala Bolanet (c) Bola.net

Singkat cerita, setelah dagingnya dipersiapkan dengan baik, daging-daging itu dibakar di atas arang yang membara kemudian finishing touchnya dengan menyiram bumbu kacang yang gurih dipadukan dengan sambal pedas. Bagaimana rasanya? Ohh tidak perlu diragukan lagi dong. Nggak percaya? Sini main-main ke kantornya Bolanet :D

Salah satu variasi bakar-bakar Bolanet, yaitu daging bungkus Tortilla (c) Bola.net

Tapi sesungguhnya Bolaneters, selain alasan ingin meramaikan laga MU vs Chelsea kali ini, bakar-bakar Bolanet edisi kali ini sebenarnya punya agenda lain. Dengan berat hati, pada hari itu kami harus melepas salah satu rekan seperjuangan kami, Heri Sisworo yang memutuskan untuk memilih jalan hidup yang baru.

Mas Heri ini adalah salah satu editor senior di tim Bolanet yang memulai karirnya di tim kami sejak tahun 2012 silam. Mas Heri ini memiliki kode inisial HSW di Bolanet, yang mempunyai pengetahuan yang mendalam soal sepakbola, khususnya sepakbola Italia dan Mas Heri ini merupakan pakar ekonomi sepakbola-nya Bolanet, yang mana mas Heri ini sangat piawai mengupas seputar transfer, isu penggelapan pajak, pokoknya semua yang berbau legal formal dunia sepakbola.

Selain pengetahuannya yang mendalam seputar sepakbola, Mas Heri ini dikenal sebagai Pak Hansipnya Bolanet. Doi selama beberapa tahun terakhir menjadi PIC untuk shift malam dan dia betah banget di kantor. Sampai-sampai pada perayaan Ulang Tahun Kapanlagi Network di bulan Februari kemarin, dia meraih penghargaan 'The Most Paling Betah Di Kantor' Award. Gimana gak menang coba, Doi biasanya datang ke kantor jam 8 malam tetapi baru meninggalkan kantor sekitar jam 12 atau jam 1 siang. Sungguh dedikasinya layak diacungi Jempol.

Well, melalui artikel ini saya mewakili tim Bolanet sendiri ingin mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang Mas Heri berikan selama ini dan semoga Mas Her bisa sukses di tempat barunya. Grazie di Tutto!

*PS: Bolaneters suka barbeque-an juga? Punya resep yang oke untuk bakar-bakar? Tulis resep sama bahan barbeque kalian di kolom komentar, nanti di next episode bakar-bakar nanti kita review :D