
Bola.net - Adidas dan FIFA akan segera mengumumkan bola resmi Piala Dunia 2014, Brazuca. Seperti biasa, bola untuk turnamen sepakbola terbesar di dunia itu selalu menggunakan banyak teknologi canggih.
Brazuca diklaim lebih ringan, lebih cepat, lebih akurat dan memiliki daya resap air yang minimal. Semua keunggulan tersebut akan membuat para pemain lebih mudah mengendalikan bola yang pada akhirnya menjadikan permainan menjadi lebih menghibur.
Seperti halnya sepakbola itu sendiri, bola resmi Piala Dunia juga selalu berubah seiring perkembangan zaman. Tentu saja kualitas bola selalu mengalami peningkatan dalam setiap gelaran Piala Dunia.
Sejak 1970, Adidas tak pernah absen menjadi supplier bola resmi Piala Dunia bagi FIFA. Sebelumnya, produsen bola selalu berganti-ganti, sesuai dengan negara tempat digelarnya Piala Dunia tersebut.
Berikut kami sajikan profil singkat bola resmi Piala Dunia sejak 1930. (esg/hsw)
Brazuca diklaim lebih ringan, lebih cepat, lebih akurat dan memiliki daya resap air yang minimal. Semua keunggulan tersebut akan membuat para pemain lebih mudah mengendalikan bola yang pada akhirnya menjadikan permainan menjadi lebih menghibur.
Seperti halnya sepakbola itu sendiri, bola resmi Piala Dunia juga selalu berubah seiring perkembangan zaman. Tentu saja kualitas bola selalu mengalami peningkatan dalam setiap gelaran Piala Dunia.
Sejak 1970, Adidas tak pernah absen menjadi supplier bola resmi Piala Dunia bagi FIFA. Sebelumnya, produsen bola selalu berganti-ganti, sesuai dengan negara tempat digelarnya Piala Dunia tersebut.
Berikut kami sajikan profil singkat bola resmi Piala Dunia sejak 1930. (esg/hsw)
Uruguay 1930

Juara: Uruguay
Runner up: Argentina
Catatan: Finalis Piala Dunia pertama kali ini (Uruguay dan Argentina) tidak mencapai kata sepakat perihal bola yang dipakai di laga final. Akhirnya, babak pertama menggunakan bola pilihan Argentina. Skor pada babak pertama adalah 2-1 untuk keunggulan Argentina.
Pada babak kedua, bola yang dipakai adalah pilihan Uruguay. Uruguay membalik kedudukan menjadi 4-2.
Italia 1934

Juara: Italia
Runner up: Cekoslovakia
Prancis 1938

Juara: Italia
Runner up: Hungaria
Brasil 1950

Juara: Uruguay
Runner up: Brasil
Swiss 1954

Juara: Jerman Barat
Runner up: Hungaria
Swedia 1958

Juara: Brasil
Runner up: Swedia
Chile 1962

Juara: Brasil
Runner up: Cekoslovakia
Inggris 1966

Juara: Inggris
Runner up: Jerman Barat
Meksiko 1970

Juara: Brasil
Runner up: Italia
Jerman 1974

Juara: Jerman Barat
Runner up: Belanda
Argentina 1978

Juara: Argentina
Runner up: Belanda
Spanyol 1982

Juara: Italia
Runner up: Jerman Barat
Meksiko 1986

Juara: Argentina
Runner up: Jerman Barat
Italia 1990

Juara: Jerman Barat
Runner up: Argentina
Amerika Serikat 1994

Juara: Brasil
Runner up: Italia
Prancis 1998

Juara: Prancis
Runner up: Brasil
Korea Selatan - Jepang 2002

Juara: Brasil
Runner up: Jerman
Jerman 2006

Juara: Italia
Runner up: Prancis
Afrika Selatan 2010

Juara: Spanyol
Runner up: Belanda
Brasil 2014

Juara: ?
Runner up: ?
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Voli 6 Juni 2026 22:04Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
BERITA LAINNYA
-
open play 21 November 2025 14:48Alexander Zwiers Buka-bukaan, Ini Alasan Nova Arianto Sangat Cocok Latih Timnas U-20
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
