FOLLOW US:

Perjalanan Karier Coutinho: Anak Brasil yang Cengeng Gabung Klub Raksasa Eropa

Jumat, 12-01-2018 12:33
Perjalanan Karier Coutinho: Anak Brasil yang Cengeng Gabung Klub Raksasa Eropa
Philippe Coutinho © FCB
Bola.net - Philippe Coutinho telah resmi menjadi pemain Barcelona. Ini bisa dikatakan sebagai puncak dalam kariernya karena telah bergabung dengan salah satu klub terbesar di Eropa.

Coutinho mengawali kariernya di sebuah sekolah sepakbola di Brasil. Seperti anak Brasil pada umumnya, ia sudah memiliki bakat yang menonjol sebelum masuk sekolah sepakbola tersebut.

Ia tertarik menekuni sepakbola berkat kakaknya. Ia sering melihat kedua kakaknya, Cristiano dan Leandro, bermain sepakbola dengan kawan-kawannya di sebuah pelataran dekat dengan stadion megah di Brasil, Stadion Maracana.

Ternyata bakat sepakbola yang ada pada diri Coutinho lebih hebat dari kedua saudara tuanya tersebut.

Coutinho sendiri kemudian juga sering bermain sepakbola di jalanan seperti anak Brasil lainnya. Ia kemudian punya sebuah tim futsal. Dari permainan seperti ini,  kian hari bakat Coutinho makin terasah.


Mengawali Karier di Vasco da Gama


Tak jarang ia mengikuti sebuah kompetisi amatir di kampung halamannya di kawasan Favela da Mangueira. Orang tuanya sering melihatnya bermain, bahkan hampir pasti  menemaninya.

Pada mulanya orang tuanya tak punya rencana untuk mengembangkan bakat Coutinho lebih jauh. Hingga akhirnya datang seorang tetangga memberikan saran pada ayah Coutinho untuk memasukkan anak tersebut ke sekolah sepakbola.

Ayah Coutinho menyanggupi. Ia kemudian masuk ke sekolah sepakbola lokal. Dalam sebuah turnamen, staf pelatih dari Vasco da Gama, diam-diam memperhatikan kelincahan Coutinho di atas lapangan. Ia pun menawari Coutinho untuk menjalani masa percobaan di klub tersebut.

Tapi Coutinho adalah anak yang  bisa dikatakan cengeng dan pemalu. Ia bukan anak yang punya kepercayaan diri untuk tampil di depan banyak orang. Apalagi semua orang itu masih baru di matanya.

Ketika ia menjalani masa percobaan untuk pertama kalinya di Vasco, ia mengaku hampir menangis karena malu pada orang-orang yang melihatnya.. Namun kemudian semua itu berakhir ketika ia mendapat nasihat dari orang tua.

“Saya waktu itu menangis dan saya tak ingin bermain karena saya seorang pemalu," kenang Coutinho seperti dikatakan pada CNN.  

"Saya masih seorang yang baru dalam kelompok itu, semua orang saling mengenal dan saya waktu itu merasa tidak nyaman dan malu."

"Setelah dinasihati dan motivasi secara singkat, saya merasa baik-baik saja. Ketika saya mulai bermain, itu semua terasa normal dan alami. Saya tak malu lagi dan saya menikmatinya."

Ya, Coutinho akhirnya memulai kariernya di dalam skuat muda Vasco da Gama. Pemain yang sudah suka bermain sepakbola sejak usia enam tahun tersebut kemudian mulai menjadi perhatian tim pencari bakat klub Eropa.


Inter Milan Klub Eropa Pertama Coutinho


Klub dari Italia, Inter Milan, sukses mengamankan tanda tangan Coutinho pada tahun 2008 dengan nilai transfer 3,8 juta euro. Nah, ketika usia Coutinho sudah menginjak usia 18 tahun maka ia sudah mendapatkan izin bermain di Eropa. Ia pun gabung dengan Inter pada tahun 2010. Rafael Benitez yang menangani Inter Milan saat itu percaya bahwa Coutinho akan menjadi masa depan Inter.

Pelatih asal Spanyol tersebut cukup percaya dengan kemampuan Coutinho meskipun ia baru saja gabung. Tapi sayangnya, Benitez terpecat dari kursi pelatih Inter dan Leonardo menggantikannya.

Di bawah pelatih asal Brasil, peluang Coutinho bermain di Inter justru menurun drastis. Nasib serupa juga dialami ketika Inter ganti pelatih lagi, yaitu di bawah kendali Gian Piero Gasperini.

Gagal mendapatkan tempat di Inter, Coutinho kemudian dipinjamkan ke klub La Liga, Espanyol. Setelah satu musim, ia kembali ke Nerazzurri hingga akhirnya Inter melepasnya ke Liverpool pada bulan Januari 2013 lalu dengan harga 13 juta euro.  


Bersinar bersama The Reds


Kepindahan Coutinho ke Liverpool tak bisa lepas dari campur tangan Benitez. Sebagai mantan pelatih The Reds yang punya segudang kenangan, Benitez lantas menyarankan Liverpool untuk mendatangkan Coutinho.

Pada awal tahun 2012, ia menghubungi kepala akademi Liverpool untuk menceritakan tentang kualitas Coutinho. Ia mengungkapkan ada peluang untuk mendatangkan Coutinho, apalagi saat itu Inter Milan sedang membutuhkan dana segar. Akhirnya, kepindahan tersebut terwujud pada bulan Januari 2013.

Wajah Coutinho di Inggris benar-benar berubah. Di bawah asuhan Brendan Rodger di Anfield, ia mendapat kepercayaan bermain lebih banyak di tim utama. Ia berkolaborasi apik dengan pemain Liverpool termasuk dengan Luis Suarez, yang sekarang menjadi pemain Barca. Dan siapapun rekan bermainnya, Coutinho tetap mampu bersinar. Artinya, ia memang memiliki kualitas individu yang bagus dan juga daya adaptasi yang baik.

Bersama dengan Liverpool, Coutinho tercatat melakukan 201 penampilan dengan sumbangan 53 gol dan 46 assist. Gol-gol Coutinho di Liverpool seringkali tak terduga dan menjadi gol indah.  

Selama bermain di Liverpool, Coutinho memang bisa dikatakan sebagai otak dalam permainan. Namun sayang, ia gagal menyabet satu gelar pun di Anfield.


Puncak Karier Coutinho


Keputusan pindah ke Barcelona membuka peluang bagi Coutinho merasakan gelar juara di kompetisi di mana mereka bertarung. Di Barcelona, ia akan bertemu dengan pemain bintang seperti Lionel Messi dll. Barcelona sendiri musim ini sudah di ambang gelar juara La Liga meskipun musim panjang. Mereka sudah kokoh memimpin klasemen La Liga untuk sementara.

Bermain di Barca adalah mimpi Coutinho sejak kecil. Dalam jumpa pers setelah ia resmi menjadi pemain Barca, ia pun mengungkapkan hal itu.

"Saya sangat senang. Saya selalu mengatakan bahwa saya menjalani sebuah mimpi, kami sangat senang berada di sini (Barca)."

"Untuk bisa bermain sepakbola, memenangi gelar, membuat para fans senang dan bermain sambil tersenyum. Inilah targetnya,” jelas Coutinho.

Kehadiran Coutinho di Barca sebenarnya sudah dinantikan sejak musim panas lalu setelah mereka kehilangan Neymar. Ia diharap-harapkan akan menggantikan rekannya dari Brasil tersebut di dalam skuat Ernesto Valverde.

Namun pada musim panas lalu, Barca justru mendatangkan Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund. Belum lama gabung Barca, ia sudah cedera dan belum banyak berkontribusi untuk Blaugrana.

Kini Coutinho datang. Tentu saja kehadiran Coutiho telah diharapkan fans Barca. Ia dipercaya akan membuat Barca kian produktif. Ia juga diharapkan sukses mengantarkan Barca berjaya di masa yang akan datang karena Barca telah mengeluarkan dana lebih dari 140 juta euro untuk mendapatkannya.
 (bola/shd)