FOLLOW US:



Advertorial

23 Tahun Flashback Perjuangan Rossi Sabet Gelar MotoGP

08-03-2019 12:07

 | Valentino Rossi

23 Tahun Flashback Perjuangan Rossi Sabet Gelar MotoGP
© AFP

Bola.net - Balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP 2019 sudah di depan mata. 22 Pebalap dari berbagai pabrikan akan bersaing menjadi yang terdepan untuk meraih podium juara. Selain melihat duet Marc Marquez dan Jorge Lorenzo bersama Tim Repsol Honda, patut disimak tentu perjuangan Valentino Rossi merebut gelar juara grand prix ke-10.

The Doctor akan menjalani musim grand prix ke-23 tahun ini dengan usia yang tak muda lagi yakni 40 tahun. Belum pernah ada pebalap MotoGP seusia itu yang naik podium apalagi meraih trofi juara di akhir musim. Sebelum mengetahui peluang Rossi, menarik untuk kita simak 23 tahun flashback perjuangan Rossi dari rekor juara, rivalitas hingga motor yang mengantar The Doctor juara.

Sepanjang kariernya di ajang balap Grand Prix, Valentino Rossi telah melalui 23 musim dari mulai kelas 125 cc, 250 cc, hingga GP500 sebelum akhirnya ganti nama jadi MotoGP.

Gelar dan Kemenangan Beruntun

 (c) AFP
(c) AFP

Rossi adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa, dengan 7 gelar juara dunia di kelas puncak (500cc/MotoGP) dan dua gelar di kelas 250cc dan 125cc.

Kesuksesan Rossi di kelas 125cc dan 250cc ini bersama pabrikan Aprillia. Debutnya di kejuaraan bergengsi ini di mulai tahun 1996 dan selang setahun berikutnya memenangkan kejuaraan dunia pertama. Sukses di kelas 250cc pada tahun 1999, Rossi pun naik kelas grand prix 500cc pada tahun 2000. Setahun kemudian, tepatnya 2001 Rossi meraih gelar MotoGP pertama.

Valentino Rossi merebut titel kelas primer (500cc/MotoGP) bersama dua pabrikan berbeda, yaitu Honda dan Yamaha. Bersama Honda, The Doctor meraih tiga gelar beruntun pada 2001-2003. Sementara bersama Yamaha, Rossi empat kali jadi juara dunia pada 2004-2005 dan 2008-2009.

Artinya, dua titel beruntun Rossi pada 2003 dan 2004 diraih dengan dua pabrikan berbeda. Prestasi yang belum bisa dicapai pebalap lain, bahkan oleh Marc Marquez dan Jorge Lorenzo sekalipun di era saat ini.

Rival Silih Berganti

Jauh sebelum rivalitas dengan Marc Marquez dan Jorge Lorenzo muncul , Rossi merupakan momok bagi pebalap Max Biaggi, Sete Gibernau, Loris Capirossi, Casey Stoner, Nicky Hayden.

Sejak debut 500cc, Rossi mencuri panggung Biaggi sebagai bintang balap Italia. Grand Prix (GP) 2001 hingga 2005 pun selalu diisi dengan persaingan kedua pebalap. Hingga Biaggi pensiun pada 2005, dia selalu menyandang status sebagai musuh pertama bagi Rossi.

Max Biagi pensiun, muncul Casey Stoner dan Nicky Hayden sebagai rival. Keduanya sempat memutus dominasi Rossi di tahun 2006 dan 2007. Tahun 2008-2009, Rossi kembali meraih gelar juaranya, setelah itu munculnya penantang tanggung Jorger Lorenzo, Marc Marquez dan Andrea Dovizioso.

Juara Dunia dengan 4 Motor Berbeda

 (c) AFP
(c) AFP
Bukan tanpa alasan Valentino Rossi punya julukan The Doctor. Pasalnya, dia terbukti bisa juara dengan motor berbeda dari pabrikan yang berbeda pula.

Pada 2001, Rossi juara dengan motor Honda NSR500 yang memiliki kapasitas mesin 500cc. Saat kelas 500cc berubah menjadi MotoGP pada 2002, Rossi merebut gelar dengan menggeber motor RC211V 990cc.

Saat sudah menyeberang ke Yamaha, gelar Rossi juga didapat dengan dua motor berbeda. Pada 2004-2005, dia jadi juara dengan motor YZR-M1 990cc, sedangkan saat meraih titel pada 2008-2009 motornya adalah YZR-M1 800cc. Artinya, Rossi cuma belum menjadi juara dunia dengan motor 1.000cc yang mulai dipakai di MotoGP pada 2012. Namun, dia pernah naik podium ketika bersama tim Ducati.

Di sisi lain, Marquez meraih kemenangan plus gelar hanya dengan satu motor, yakni RC213V 1.000cc. Jorge Lorenzo yang sudah pindah pabrikan dan merasakan motor berbeda juga belum pernah meraih prestasi tersebut.

Kalau MotoGP tak melakukan perubahan regulasi soal kapasitas mesin motor, maka pencapaian Rossi yang juara dengan empat motor berbeda tak mungkin bisa disamai oleh Marquez dan Jorge Lorenzo.

Juara Dunia di 2 Era

 (c) AFP
(c) AFP

Bukan cuma jago menaklukkan berbagai tipe motor, Valentino Rossi juga mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Hal itu membuktikan bahwa The Doctor punya kemampuan balap yang mumpuni dan ditunjang pengetahuan soal motor.

Saat merebut titel 500cc bersama Honda pada 2001, konfigurasi mesin motor NSR500 yang digeber The Doctor masih dua tak. Teknologi kuda besi tersebut belum secanggih sekarang. Karena itu, hasil balapan sangat ditentukan kemampuan si pebalap.

Rossi ternyata tetap dominan saat kelas 500cc berubah jadi MotoGP pada 2002 dan memakai motor empat tak yang teknologinya sudah lebih maju, terutama elektronik, yang membuat motor lebih jinak sehingga lebih aman ketimbang motor 500cc dua tak.

Marquez dan Lorenzo hanya merasakan era motor empat tak. Kalau tak ada perubahan lagi di MotoGP, maka pencapaian Rossi tak akan bisa diulang. Koleksi 89 kemenangan Rossi pun masih yang tertinggi dan belum bisa dicapai pebalap Marc Marquez yang baru mencicipi 42 kemenangan.

Jelang MotoGP 2019

 (c) AFP
(c) AFP

Mengarungi musim ke-23 di grand prix, Valentino Rossi memiliki modal yang cukup baik karena pada musim lalu mampu finis di urutan ketiga klasemen akhir pebalap. Selain itu, Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP ini punya kans menorehkan dua rekor pada MotoGP 2019. Namun, The Doctor harus bekerja keras untuk membukukan rekor tersebut.

Rekor pertama bisa dipecahkan jika pembalap yang identik dengan nomor 46 tersebut berhasil setidaknya memenangi satu balapan pada MotoGP 2019. Jika itu terjadi, dia akan menajamkan rekor atas namanya sendiri sebagai pembalap paling senior yang memenangi balapan MotoGP. Saat memenangi MotoGP Belanda 2017, Rossi berusia 38 tahun dan 128 hari.

Jika berhasil merengkuh mahkota juara dunia MotoGP, dia akan menjadi pembalap tertua pada kategori tersebut. Dia juga akan menempati posisi keempat dalam kategori pembalap yang menjadi juara dunia di berbagai kategori dan format.

Posisi pertama ditempati Hermann Paul Muller, yang berusia 45 tahun 331 hari saat menjadi juara dunia 250cc pada 1955. Posisi kedua adalah Fergus Anderson yang jadi juara dunia pada usia 45 tahun 215 hari di kelas 350cc 1954. Urutan ketiga dihuni Rolf Biand yang meraih gelar juara Sidecar pada 1994 saat berusia 43 tahun 163.

Namun, jelas tak mudah bagi Valentino Rossi naik podium juara dunia MotoGP 2019. Dia harus menghadapi persaingan sulit melawan Marc Marquez yang sangat dominan dalam enam musim terakhir. Selain itu masih ada ancaman dari pembalap lain seperti Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, dan Maverick Vinales.

 (c) AFP
(c) AFP

Jelang seri pertama MotoGP 2019 diSirkuit Losail Qatar, Valentino Rossi mengungkapkan rasa optimistisnya. The Doctor menyatakan siap bersaing dengan para seterunya karena merasa yakin dengan kemampuan motor terbaru Yamaha YZR M-1.

“Saya optimistis karena ada kemajuan yang besar setelah kami melakoni tes pramusim di Malaysia dan Qatar. Saya bisa katakan bahwa setelah tes tersebut, kami berada pada jalur yang benar,” ujar Rossi.

Buat kamu para penggemar MotoGP dan khususnya fans Valentino Rossi jangan lewatkan seri perdana MotoGP 2019 diSirkuit Losail Qatar pada Minggu 10 Maret 2019. Di awali dengan balap Moto3 dan Moto2, kemudian sekitar pukul 00.00 wib (11 Maret dini hari) balapan MotoGP dimulai.

Buat kamu yang hobi dengan motor atau mobil dan sedang mencari aksesorisnya bisa manfaatkan promo dari Tokopedia. Marketplace ini sedang ada promo Tokopedia Maret Mantap. Kamu bisa mendapatkan cashback hingga Rp 1 Juta, kupon Free Ongkir hingga lima kali kalau melakukan pembayaran pakai OVO.

Tak hanya perlengkapan dan aksesori kendaraan, semua produk gadget, perlengkapan rumah tangga dan fashion juga ada promo menarik. Buruan, karena kamu juga bisa punya kesempatan dapat hadiah dengan total Rp 15 miliar. Info lengkap klik di sini.