
Bola.net - Pebalap tim Power Electronic Aspar, Aleix Esparagro berhasil menorehkan sejarah baru di MotoGP dengan menjadi pebalap CRT pertama yang mampu memimpin jalannya sebuah balapan, yakni di Valencia hari Minggu (11/11).
Pebalap tuan rumah itu sempat berada di depan para pebalap tim prototipe, seperti Andrea Dovizioso, Casey Stoner, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Sayangnya, pada lap ketiga Espargaro mulai kehilangan posisi.
Kakak dari pebalap Moto2, Pol Espargaro ini finis di posisi ke-11, satu posisi lebih depan ketimbang rekan setimnya, Randy de Puniet. Espargaro pun berhasil menyabet 'gelar dunia' CRT yang pertama dalam sejarah MotoGP.
"Saya sangat senang karena akhirnya kami bisa meraih gelar CRT terbaik musim ini," ujar Espargaro yang mengakhiri musim ini dengan keunggulan 12 poin dari De Puniet. "Saya rasa kami telah menjalani musim ini dengan baik, jadi gelar ini sangat sepadan bagi kerja keras kami."
Espargaro pun menyebutkan bahwa dirinya semakin percaya diri ketika pimpinan tim, Jorge Martinez Aspar memberinya dukungan penuh sesaat sebelum start.
"Yang terpenting adalah tim Power Electronics Aspar telah mendukung saya, dan saya sangat mengapresiasi hal tersebut. Jorge telah memberi saya kepercayaan diri sejak awal. Saya pun ingin berterima kasih padanya dan semoga ia menikmati hasil ini," pungkasnya.
Kategori CRT (Claiming Rule Team) pertama kali diperkenalkan di MotoGP pada awal tahun ini. Tanpa kategori ini, MotoGP hanya menyisakan 12 pebalap prototipe dan jumlah ini tak ideal untuk kejuaraan balap motor terakbar tersebut.
Sementara itu, Aprilia CRT (ART) sukses memenangkan juara konstruktor CRT dengan mengoleksi 100 poin. [initial]
Source: Crash.net (cn/kny)
Pebalap tuan rumah itu sempat berada di depan para pebalap tim prototipe, seperti Andrea Dovizioso, Casey Stoner, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Sayangnya, pada lap ketiga Espargaro mulai kehilangan posisi.
Kakak dari pebalap Moto2, Pol Espargaro ini finis di posisi ke-11, satu posisi lebih depan ketimbang rekan setimnya, Randy de Puniet. Espargaro pun berhasil menyabet 'gelar dunia' CRT yang pertama dalam sejarah MotoGP.
"Saya sangat senang karena akhirnya kami bisa meraih gelar CRT terbaik musim ini," ujar Espargaro yang mengakhiri musim ini dengan keunggulan 12 poin dari De Puniet. "Saya rasa kami telah menjalani musim ini dengan baik, jadi gelar ini sangat sepadan bagi kerja keras kami."
Espargaro pun menyebutkan bahwa dirinya semakin percaya diri ketika pimpinan tim, Jorge Martinez Aspar memberinya dukungan penuh sesaat sebelum start.
"Yang terpenting adalah tim Power Electronics Aspar telah mendukung saya, dan saya sangat mengapresiasi hal tersebut. Jorge telah memberi saya kepercayaan diri sejak awal. Saya pun ingin berterima kasih padanya dan semoga ia menikmati hasil ini," pungkasnya.
Kategori CRT (Claiming Rule Team) pertama kali diperkenalkan di MotoGP pada awal tahun ini. Tanpa kategori ini, MotoGP hanya menyisakan 12 pebalap prototipe dan jumlah ini tak ideal untuk kejuaraan balap motor terakbar tersebut.
Sementara itu, Aprilia CRT (ART) sukses memenangkan juara konstruktor CRT dengan mengoleksi 100 poin. [initial]
Source: Crash.net (cn/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 29 Januari 2026 21:37Espargaro Bersaudara Kompak Kuasai Hari Pertama Tes Shakedown MotoGP Sepang 2026
LATEST UPDATE
-
Otomotif 5 April 2026 15:02 -
Bola Indonesia 5 April 2026 15:00 -
Liga Inggris 5 April 2026 14:58 -
Liga Spanyol 5 April 2026 14:33 -
Bola Indonesia 5 April 2026 14:30 -
Liga Inggris 5 April 2026 13:59
MOST VIEWED
- Andrea Dovizioso Puji Toprak Razgatlioglu Usai 'Kalahkan' Fabio Quartararo di MotoGP Amerika 2026
- Andrea Dovizioso Sebut Aprilia Bisa Juarai MotoGP 2026: Sedang Tangguh dan Marc Marquez Sedang Cedera
- Tak Ada Rider Nomor 1, Aprilia Bakal Bebaskan Marco Bezzecchi dan Jorge Martin Duel sampai Akhir Musim
- Aldi Satya Mahendra Jalani Pemulihan Cedera Tangan, Menetap di Eropa demi Fokus ke Seri WorldSSP Belanda
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...
















:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/2870043/original/078171600_1564651048-free-fire-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546876/original/032765200_1775375596-584b6c07-8fb3-465a-aff0-24baa54ce2ff.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546849/original/073466900_1775373678-IMG_8611.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546824/original/033244600_1775371232-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_13.23.15.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5546823/original/038071000_1775370878-MBG_Difabel.jpg.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546820/original/013865100_1775370020-74c2a26c-e29e-4da8-ba0b-e1268a478696.jpeg)

