
Bola.net - Saat Valentino Rossi dan Alex Briggs resmi mengumumkan mereka takkan lagi bekerja sama di MotoGP 2021, banyak Popollo Giallo merasa 'patah hati'. Bagaimana tidak? Kerja sama yang telah dijalin sejak 2000 itu harus berakhir usai Petronas Yamaha SRT hanya memperbolehkan Rossi membawa tiga orang kru saja ketika bergabung.
Briggs, yang sebelumnya merupakan mekanik Daryl Beattie dan Mick Doohan, menjadi mekanik Rossi di Nastro Azzurro Honda GP500 pada 2000, bersama dengan Bernard Ansiau, Gary Coleman, dan sang crew chief legendaris, Jeremy Burgess. Sejak itu, setiap kali pindah tim, Rossi selalu memboyong seluruh krunya, termasuk Briggs.
Sayang, tradisi Rossi ini terhenti musim depan, usai SRT getol mempertahankan struktur timnya. Alhasil, Rossi hanya membawa crew chief David Munoz, teknisi data Matteo Flamigni, dan pelatih balap Idalio Gavira. Sementara itu, Briggs dan Brent Stephens pensiun, serta Ansiau dan Mark Elder bekerja dengan Fabio Quartararo.
Uniknya, dari seluruh kru Rossi yang ada, Briggs lah yang paling dekat di hati Popollo Giallo. Pasalnya, pria Australia ini sangat aktif di Twitter, kerap memberikan pandangan dalam soal bagaimana rasanya bekerja dengan sang 9 kali juara dunia. Kepada The Race, Rabu (9/12/2020), Briggs pun membicarakan soal kedekatannya dengan fans Rossi.
Teringat Masa Muda Saat Jadi Rider Motocross

"Saya sama sekali tak terkenal atau spesial, popularitas ini hanya situasi yang ada. Banyak orang sangat ingin tahu lebih jauh soal Vale, ingin dapat sedikit info dari dalam, dan saya jadi jalan mereka untuk mendapatkannya. Saya pun menikmati kegiatan menunjukkan sudut pandang lain pada orang-orang mengenai olahraga yang mereka cintai ini," tutur Briggs.
Briggs pun mengaku diperkenalkan kepada Twitter oleh presenter BT Sport, Suzi Perry, dan akhirnya benar-benar bergabung pada Oktober 2009. Awalnya, Briggs tak paham benar 'cara main' di Twitter. Namun, ia akhirnya memakai media sosial ini sebagai wadahnya berbagi pengetahuan balap kepada khalayak yang lebih luas.
"Saya ingat, saat masih jadi rider muda motocross, saya akan melakukan segalanya demi cari tahu apa yang dilakukan orang-orang, tak hanya pembalapnya. Saat saya membaca hal-hal teknis, saya menyukainya. Saya rasa akan ada orang yang juga merasakan hal yang benar-benar sama, yang ingin melihat situasi dari dalam," kisahnya.
Briggs pun tak menduga bahwa antusiasme orang soal info-info yang ia bagi sangatlah tinggi. Ia juga mengaku senang berkesempatan bertemu dengan banyak fans balap motor di berbagai belahan dunia untuk mengobrolkan seluk-beluk pekerjaannya, tak hanya soal Rossi.
Merasa Emosional Soal Perpisahan dan Pensiun
"Antusiasme orang sangat tinggi, dan saya juga jadi dapat kesempatan mengobrol dengan banyak orang dan saya menikmatinya. Beberapa orang bilang mungkin kata-kata saya ini hanya omong kosong. Tapi saya tak pernah melihatnya begitu, karena saya hanya menciptakan ruang di mana orang-orang bisa senang," ungkap Briggs.
Musim ini, meski kompetisinya sangat sengit, sayangnya mayoritas balapan MotoGP tak bisa dihadiri oleh penonton akibat pandemi Covid-19. Namun, Briggs mengaku tetap berkomunikasi dengan beberapa orang, dan ia merasa emosional setiap kali membicarakan perpisahannya dengan Rossi dan keputusannya pensiun.
"Saya merasa emosional beberapa kali ketika mengobrol dengan orang-orang, hanya karena di sinilah akhirnya. Ini bukan hal yang menyedihkan, dan entah mengapa. Saya rasa saya hanya tahu bahwa hal-hal macam ini takkan terjadi lagi," kisahnya.
"Ini menyedihkan hanya karena semuanya berjalan sangat baik, karena jika tidak baik, maka Anda takkan merasa sedih. Banyak orang di Twitter bilang bahwa perpisahan ini menyedihkan dan mengecewakan, tapi tidak bagi saya," pungkas Briggs.
Sumber: The Race
Video: Ikut Jejak Ayah, Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:16 -
Liga Spanyol 7 Maret 2026 05:15 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:04 -
Bundesliga 7 Maret 2026 04:57 -
Liga Eropa Lain 7 Maret 2026 04:50 -
Liga Italia 7 Maret 2026 04:47
MOST VIEWED
- Jorge Martin Takjub Lihat Dominasi Marco Bezzecchi di MotoGP Thailand 2026: Level Performanya Berbeda!
- Jadi Murid Valentino Rossi Tak Halangi Pecco Bagnaia Akur dengan Marc Marquez, Justru Sering Dapat Nasihat
- Serunya Kunjungan Luca Marini dan Joan Mir ke Bali, Belajar Budaya Lokal Bareng Honda
- Formula 1 dan WEC Utamakan Keselamatan Terkait Konflik Timur Tengah, Bagaimana dengan MotoGP?
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

