
Bola.net - Debutan Repsol Honda, Alex Marquez, meyakini bahwa membela LCR Honda di MotoGP 2021 akan memberikan keuntungan baginya. Dalam kanal YouTube Estrella Galicia 0,0, Rabu (2/12/2020), ia kembali menegaskan ini bukan langkah mundur, dan justru menyebut tim asal Italia itu tim yang tepat baginya.
Seperti diketahui, Marquez diminta naik ke MotoGP pada akhir musim lalu bersama Repsol Honda, jadi pengganti Jorge Lorenzo yang mendadak pensiun. Namun, pada Juni lalu, belum juga ia menjalani balapan pertamanya tahun ini, rider berjuluk 'El Pistolas' itu justru dipastikan terdepak dari tim pabrikan pada 2021.
Pendepakan Marquez dari Repsol Honda ini demi memberi jalan kepada Pol Espargaro untuk bergabung. Marquez pun bakal 'ditransfer' ke LCR Honda yang berstatus tim satelit. Meski ia akan tetap dapat kontrak dan motor pabrikan, banyak pihak menilai langkah Honda ini menunjukkan rasa tak hormat kepada Marquez.
Ingin Jadi Pembalap yang Lebih 'Komplit'
Namun, juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019 ini tak merasa sakit hati. Baginya, membela LCR Honda justru bisa membantunya bekerja lebih tenang, tanpa harus jadi sorotan terus-menerus seperti saat membela Repsol Honda, tim paling prestisius di MotoGP dan tim yang juga dibela sang kakak, Marc Marquez.
"Saya rasa perpindahan tim ini bakal bagus bagi saya, saya harap begitu. Inilah alasan saya menerima tantangan yang ada. Saya selalu bilang, ini bukan langkah mundur. Bagi saya, ini langkah ke samping, tetap terus belajar untuk menjadi pembalap MotoGP yang lebih 'komplit'," ujarnya seperti yang dikutip Marca.
"Masih ada ribuan hal yang harus saya pelajari. Saya rasa saya akan bekerja dengan orang-orang yang tepat demi melanjutkan proses belajar ini, memperhatikan begitu banyak detail yang saya lewatkan. Semoga 2021 bisa jadi tahun yang normal bagi semua orang dan kami bisa menikmatinya bersama," lanjutnya.
Masih Harus Pertajam Strategi Aksi Salip
Salah satu hal yang diyakini Marquez masih harus ia pelajari adalah kebiasaan menyalip rival. Menurutnya, strateginya dalam aksi saling salip masih harus diasah lebih tajam, karena ia masih terbiasa dengan strategi aksi salip di Moto2, yakni kelas balap yang ia arungi selama lima tahun sebelum naik ke kelas para raja.
"Di Moto2, dalam sesi latihan, Anda akan langsung tahu titik di mana Anda bisa menyalip, tapi di MotoGP Anda harus menyalip ketika ada kesempatan, tak peduli di mana tikungannya dan tak peduli lainnya. Saat Anda mendekati seorang pembalap, maka Anda harus menyalip," ungkap Marquez.
"Dalam banyak balapan, pada awalnya saya berpikir begitu, 'Ayo, aku akan menyalipmu di sana, karena aku merasa lebih kuat'. Nyatanya, Anda tak bisa menunggu. Jika tidak, Anda takkan bisa menyalip. MotoGP adalah kategori di mana Anda harus terus memperbaiki diri untuk menyalip," tutupnya.
Sumber: Estrella Galicia 0,0, Marca
Video: Aron Canet Lolos dari Maut Saat Terjatuh di Moto2 Portugal 2020
Baca Juga:
- Alex Marquez: Marc Marquez Jadi Fans Berat Saya Selama 2020
- Marc Marquez Kaget Alex Marquez Mampu Raih 2 Podium dalam Musim Debut
- Mengenal Mick Schumacher: Anak Michael Schumacher yang Turun di Formula 1 2021
- 'Superpower' Joan Mir: Cepat Adaptasi dengan Segala Jenis Motor
- Ikuti Jejak Ayah: Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021, Gabung Haas
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 10 Februari 2026 08:48 -
Otomotif 10 Februari 2026 08:39 -
Otomotif 10 Februari 2026 08:38 -
Otomotif 9 Februari 2026 19:50Kini Jadi Pelatih Maverick Vinales di MotoGP, Jorge Lorenzo Merasa 'Hidup Kembali'
LATEST UPDATE
-
Voli 10 Februari 2026 08:57 -
Bola Indonesia 10 Februari 2026 08:55 -
Otomotif 10 Februari 2026 08:48 -
Liga Italia 10 Februari 2026 08:45 -
Otomotif 10 Februari 2026 08:39 -
Otomotif 10 Februari 2026 08:38
MOST VIEWED
- Menanti Maverick Vinales Jadi Rider Pertama yang Menangi Balapan MotoGP dengan 4 Motor Berbeda
- Skuad Rookie Turunkan Pembalap Veteran, Ini 6 Potret Livery Cadillac F1 Team di Formula 1 2026
- Tak Cuma Pembalap, Kontrak 5 Tim Satelit MotoGP Juga Bakal Habis pada Akhir 2026
- Jack Miller Soal Kendala Teknis V4 Yamaha di Tes MotoGP Sepang: Santai Aja, Namanya Juga Proses
HIGHLIGHT
- 7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Ster...
- 5 Pemain yang Berpotensi Pindah Klub di Hari Terak...
- Di Mana Mereka Sekarang? 5 Pemain yang Pernah Dire...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497702/original/056894100_1770657940-1000162550.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478690/original/028665600_1768911612-Mensesneg_Hutan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497688/original/038984500_1770652801-1000813739.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497679/original/096594500_1770649711-1000991753.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5114053/original/057086600_1738230701-IMG-20250130-WA0031.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4596748/original/022091600_1696320737-20231003-Parade-Alutsista-TNI-Angga-4.jpg)

